JURNALSUKABUMI.COM – Pasangan Calon (Paslon) nomor urut 3, KH. Abu Bakar Sidik dan Sirojudin penuh rasa optimis menghadapi Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Sukabumi mendatang.
Bahkan, tagline “Harmoni” sebagai latar perjuangan dan visi misi mereka saat menghadapi kontestasi pesta rakyat pada 9 Desember mendatang itu pun sudah terpancarkan.
Ditemui di kediamannya Kompleks Perguruan Islam Al Masthuriyah, Selasa (12/10/2020), Abu Bakar Sidik atau yang biasa disapa Kang Bakang menjelaskan, Harmoni adalah sebuah bentuk sikap yang memadukan dua unsur penting dalam menjaga keseimbangan dalam sistem bernegara dan menjalankan roda pemerintahan yakni unsur nasionalis dan agamis.
“Harmoni itu berarti harum, agamis, respons, maju, optimis, nasionalis dan indah,” kata pria yang sempat menjabat sebagai Kabid PD Pontren Kanwil Kemenag Jawa Barat itu disela obrolan bersama jajaran Pimpinan dan staf Jurnalsukabumi.com.
Arti kata Harum, mencakup dalam dan luar. Artinya kata dia, dipandang baik dari dalam, harus baik juga menurut pandangan orang dari luar. Sosok Ketua Dewan Pakar Pergunu Kabupaten Sukabumi itu berpendapat, apa yang terjadi saat ini masih jauh panggang dari pada api.
“Kita harus jujur mengakui bahwa kondisi Kabupaten Sukabumi saat ini, baru wangi dari dalam saja. Ini yang akan kita perbaiki jika kami terpilih nanti,” janjinya.
Substansi pengertian agamis lanjut dia, adalah menumbuhkan sikap toleransi antar sesama pemeluk agama agar menciptakan rasa aman dan damai dalam melaksanakan agama dan kepercayaannya. Dengan kata lain ujarnya, pemerintah hadir memberikan pengakuan terhadap keyakinan yang mereka anut.
“Pemerintah jangan ikut campur dalam persoalan satu agama. Biarkan ada ulama atau pemuka agama yang mengurus hal itu,” tegasnya.
Disamping itu, seorang pemimpin juga dituntut harus bersikap responsif terhadap segala sesuatu yang terjadi di dalam masyarakat dan menyiapkan solusi alternatif yang baik dan terukur. Tidak hanya itu, seorang pemimpin atau kepala daerah, memiliki visi misi yang menuju arah kemajuan. Segala sumber daya yang dimiliki didedikasikan untuk membangun daerahnya.
Yang tidak kalah penting lanjut pria Jebolan S3 UIN Sunan Gunung Djati Bandung itu, membangun sikap optimis bagi rakyat yang dipimpinnya. Optimis dalam konteks itu adalah optimis dalam memandang masa depan.
Sementara sikap nasionalis yang terus digaungkan oleh Pasangan Asli Sukabumi itu, adalah sikap yang dimilliki oleh sebagian besar warga yang bangga dengan negaranya dalam semangat kebersamaan senasib sepenanggungan.
Terakhir, kata sosok pejabat yang menghabiskan waktu kerjanya di Kementrian Agama di berbagai kota dan Kabupaten di Jawa Barat itu, apa yang diperjuangkan bersama pasangannya yakni, Sirojudin akan indah pada waktunya.
“Kami adalah pasangan yang paling tidak populer diantara pasangan-pasangan yang ikut dalam kontestasi ini. Tapi kami yakin dengan dorongan dari dukungan para ulama besar, kami akan melalui ketatnya persaingan ini dengan baik,” tutupnya.
Reporter: Hendi II Redaktur: Usep Mulyana






