Jembatan Cileuleuy Ambruk, Lima Bulan Akses Dua Desa di Parakansalak Ditutup

Rabu, 5 Agustus 2020 - 20:12 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Jembatan Cileuleuy yang merupakan akses utama penghubung Desa Sukatani dan Desa Sukakersa, Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi, tak kunjung ada perbaikan hingga saat ini.

Ironisnya lagi, jalan tersebut sudah hampir lima bulan terpaksa ditutup. Akibatnya, kendaraan roda empat tidak bisa melintas, hanya bisa dilalui kendaraan roda dua dan pejalan kaki saja.

Dampak buruk lainnya, perekonomian dan aktivitas warga di dua desa tersebut pun sempat lumpuh dan kian terhambat. Apalagi, bagi petani yang biasa mengakut sayuran, peternakan ayam, pengusaha bola dan warga yang biasa menggunakan mobil pun terpaksa harus mengambil akses lain dan terbebankan biaya transport tambahan.

“Sudah 5 bulan jalan ini ditutup. Tepatnya, dari April kemarin saja pasca rusak kembali. Awalnya sih putus pada tanggal 15 Mei 2019 lalu ada perbaikan sementara dan kemarin ambruk lagi,” ujar warga Sukatani, Rusman Sanusi kepada jurnalsukabumi.com, Rabu (05/08/2020).

Warga sempat mendapatkan kabar baik, lantaran akan dilakukan rencana perbaikan secara permanen yang bakal dimulai awal tahun 2020 ini. Namun, Upaya Pemerintah Daerah (Pemda) Kabupaten Sukabumi sebelumnya, hanya membangunkan jembatan sementara saja.

“Pasca ada perbaikan sementara dan rencana akan segera dibangun permanen pun kami sangat senang. Tapi, kalau harus nunggu sampai 5 bulan bahkan hanya dijanjikan saja tanpa ada realisasinya buat apa, percuma,” tegas Rusman.

Ia berharap, pemerintah khususnya Dinas Pekerjaan Umum (PU) Kabupaten Sukabumi segera lakukan rencana tersebut. Dan kalau memang benar akan dibangun tahun ini, warga pun meminta buktinya.

“Kami ingin bukti bukan janji, ya mininal kan sudah masuk listnya pekerjaan tahun ini kalau memang betul akan diperbaiki. Terlebih, sekarang sudah mulai hujan, dikekhwatirkan akan semakin berdampak buruk,” pungkasnya.

Sementara itu, Kepala Dinas PU Kabupaten Sukabumi, Asep Jafar saat dihubungi jurnalsukabumi.com melalui pesan whatsaap pribadinya menyampaikan. “Tunggu, insyaallah tahun 2020 ini,” singkatnya.

Reporter: Ifan II Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah
Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen
17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup
Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028
Parah! Antrean Truk di SPBU Cibadak Kuasai Bahu Jalan, Pengendara Premium Terjebak
Dihantam Botol dan Batu Gegara Uang, Misteri Kerangka di Hutan Jati Sagaranten Akhirnya Terpecahkan
Ratusan Buruh ‘Kepung’ Kantor BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi Keluhkan Pencaloan Pencairan

Berita Terkait

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah

Senin, 20 Juli 2026 - 15:54 WIB

Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:08 WIB

17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup

Sabtu, 18 Juli 2026 - 12:46 WIB

Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028

Berita Terbaru