JURNALSUKABUMI.COM – Memasuki momentum suci Ramadan, Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Kabupaten Sukabumi memanfaatkan spirit ibadah dan silaturahmi untuk memanaskan mesin politik.
Melalui agenda Safari Ramadan yang digelar di Pondok Pesantren Asalam, Kecamatan Warungkiara, PKB mengonsolidasikan kekuatan struktural DPRT dan DPAC se-Dapil 1 sebagai langkah awal menatap Pemilu 2029.
Kegiatan tersebut dihadiri langsung Anggota Komisi IX DPR RI Fraksi PKB, Zainul Munasichin, Ketua DPC PKB Kabupaten Sukabumi Hasim Adnan, serta Anggota DPRD Kabupaten Sukabumi Fraksi PKB Hamzah Gurnita. Ratusan pengurus ranting dari seluruh wilayah Dapil 1 turut hadir, memperkuat barisan dalam suasana religius dan penuh kebersamaan.
Dalam sambutannya, Zainul Munasichin menegaskan bahwa Ramadan bukan hanya momentum ibadah, tetapi juga ruang strategis untuk memperkuat ikatan emosional dan ideologis antar-kader. Ia mendorong agar struktur ranting semakin diperkuat, termasuk penambahan corak dan peran ketua ranting serta Majelis Syuro di tingkat bawah.
“Ramadan adalah bulan silaturahmi. Hari ini para ketua ranting dan Syuro harus berbahagia karena bisa duduk bersama, menyatukan tekad, menyamakan langkah. Inilah energi dasar untuk membesarkan PKB,” ujar Zainul.
Zainul menyampaikan bahwa tekad DPC PKB Sukabumi sudah bulat: Dapil 1 harus menambah satu kursi pada Pemilu 2029. Target tersebut dinilai realistis karena seluruh struktur ranting di Dapil 1 harus terbentuk 100 persen dan siap digerakkan.
“Politik itu yang utama adalah kehadiran. Hadir saat masyarakat tertimpa musibah, hadir saat warga membutuhkan. Kehadiran itulah yang akan menguatkan kepercayaan publik kepada PKB,” tegasnya.
Ia juga mengingatkan pentingnya peran kader di era digital. Menurutnya, pengurus PKB tidak boleh hanya diam ketika muncul isu yang merugikan partai.
“Di era media sosial, seluruh kader harus mampu bertransformasi menjadi juru bicara partai. Jangan bungkam. PKB harus hadir, bersuara, dan membela kepentingan umat,” katanya.
Lebih jauh, Zainul menekankan bahwa kekuatan utama PKB terletak pada akar tradisi Ahlussunnah wal Jamaah. Kegiatan keagamaan seperti peringatan Isra Mi’raj, pengajian, dan tradisi pesantren harus terus dirawat karena menjadi jembatan antara agama, budaya, dan politik.
“Belajarlah dari Gus Dur. Beliau mencintai tradisi, kebudayaan, dan pendekatan keagamaan. Itulah alat konsolidasi politik yang paling kuat dan beradab,” ungkapnya.
Safari Ramadan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan penanda bahwa PKB Sukabumi tengah mengokohkan barisan sejak dini.
“Dengan memadukan spiritualitas Ramadan, kekuatan kultural pesantren, dan konsolidasi struktural, PKB optimistis menatap kontestasi politik 2029 dengan lebih solid dan bermartabat,” tandasnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan











