JURNALSUKABUMI.COM – Genap satu tahun kepemimpinan Walikota Sukabumi Ayep Zaki dan Wakil Walikota Bobi Maulana, kini menuai sorotan publik dari berbagai elemen masyarakat. Seperti halnya dari Lintas Aktivis Sukabumi (LAS) yang menilai masih banyak kebijakan yang dipaksakan dan lemah dalam perencanaan.
Koordinator LAS, Ivan Harisman mengatakan, selama satu tahun ini, pihaknya menganggap bahwa Walikota telah gagal dalam perencanaan dan pelaksanaan kebijakan yang masih belum terasa oleh masyarakat.
“Tentunya kami lihat kinerja Walikota hanya melakukan pencitraan saja, banyak permasalahan yang belum terselesaikan,” ujar Ivan kepada jurnalsukabumi.com, Jumat (20/2).
Menurutnya, yang menjadi persoalan utama adalah lahirnya kebijakan-kebijakan yang terkesan dipaksakan, tidak matang, dan minim kajian hukum maupun kajian akademik. Sehingga, kebijakan seperti ini bukan hanya mencerminkan lemahnya perencanaan, tetapi juga menunjukkan abainya pemerintah terhadap prinsip tata kelola pemerintahan yang transparan, akuntabel, dan berpihak kepada kepentingan publik.
“Seharusnya, di tengah kritikan tajam dari berbagai elemen, tentunya pemerintah harus berbenah bukan malah acuh. Kemudian, terlihat kebijakannya itu banyak kepentingan politik atau mementingkan golongan tertentu dibandingkan kepentingan publik,” jelasnya.
Ivan menambahkan, dalam waktu dekat LAS bakal melakukan aksi unjukrasa mengingat satu tahun berjalan roda kepemimpinan Walikota dan Wakil Walikota Sukabumi. Namun demikian, aksi nanti sabagai bentuk protes, dan kekecewaan masyarakat atas kegagalan dalam menjalankan pemerintahan satu tahun ini.
“Ya, kami akan melakukan aksi nanti, karena Kota Sukabumi kehilangan arah seolah-olah tidak ada pemimpinnya. Buruknya tata kelola, perencanaan sehingga banyak menuai konflik,” pungkasnya.
Reporter: Rizqi Taupiq | Redaktur: Ujang Herlan











