Dikeluhkan Warga, Galian C di Palabuhanratu Minta Dihentikan Sementara!

Senin, 6 Oktober 2025 - 14:06 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Aktivitas tambang Galian C di Desa Cikadu, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, menuai protes keras dari warga.

Melalui Forum Aspirasi Peduli Lingkungan (PAPL) masyarakat mendesak pemerintah untuk segera menghentikan sementara kegiatan tambang milik PT Sukabumi Mineral Lestari (SML) yang dinilai telah menimbulkan banyak kerugian bagi warga sekitar.

Koordinator PAPL, Ujang Sunandi atau akrab disapa Tobleng menegaskan bahwa aktivitas tambang tersebut telah menimbulkan dampak serius terhadap lingkungan dan infrastruktur desa.

“Jadi terkait audiensi tambang galian C di desa kami, khususnya soal administratif tambang harus jelas dan positif aturannya. Ini bukan sekadar urusan izin tambang, tapi juga tanggung jawab terhadap dampak lingkungan, dana jaminan reklamasi, dan pasca tambang. Galian C bukan seperti pabrik tempe yang tidak memiliki dampak berbahaya,” tegas Tobleng usai audiensi di Kantor DPMPTSP Kabupaten Sukabumi, Senin (6/10/2025).

Ia menambahkan, selama ini dokumen perizinan tambang dinilai tidak transparan. “Katanya luas tambang 30 hektare, tapi dokumen dan batas arealnya tidak pernah ditunjukkan. Kami sudah minta berkali-kali, tapi tidak ada kejelasan,” ujarnya.

Menurut Tobleng, warga telah merasakan dampak nyata dari aktivitas tambang tersebut. Jalan rusak parah akibat kendaraan berat, jembatan penghubung nyaris putus, hingga lahan pertanian warga yang mengalami abrasi dan kerusakan.

“Sudah hampir dua tahun warga merasakan kerugian. Sawah dan kebun rusak, bahkan akses jalan kabupaten ikut hancur. Tidak ada kompensasi sedikit pun untuk masyarakat,” ungkapnya.

Tambang yang sudah beroperasi sekitar tiga tahun ini, lanjut Tobleng, dinilai tidak lagi memenuhi standar operasional penambangan yang baik. Karena itu, dalam hasil audiensi, pihak pemerintah dan masyarakat sepakat untuk mendorong moratorium atau penutupan sementara tambang.

“Hasil audensi tadi mau melakukan moraterium penutupan sementara. Penutupan sementara akan dilakukan minggu depan sesuai kesepakatan masyarakat beserta pemerintah terkait,” jelasnya.

Forum PAPL juga mendesak agar Pemprov Jawa Barat meninjau ulang seluruh izin tambang di wilayah Sukabumi, terutama yang berdekatan dengan pemukiman dan lahan produktif masyarakat.

“Karena terkait ijin skrang bukan dari Kabupaten melainkan kewenangan dari provinsi,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Buaya 70 Kg Terjerat Jaring di Sungai Cibubuay, Warga Simpenan Sebut Ada Buaya Kedua
Nelayan Temukan Jasad Mengapung, Ternyata Pelajar Hilang Terseret Ombak 4 Hari Lalu
Bukan Pelanggan! Sanca 3 Meter Tiba-tiba Kagetkan Pemilik Warung di Palabuhanratu 
Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!
Wabup Andreas Pantau Dampak Cuaca Ekstrem di Cicurug, Pemkab Sukabumi Perkuat Penanganan
Puluhan Rumah Rusak, Wabup Andreas Bakal Temui Warga Terdampak di Cicurug
Jalur Air Warga Ditutup Urugan, Kekhawatiran Banjir Mengintai Kampung Mariuk Simpenan 
Soal Lahan Parkir Pasar Palabuhanratu Bergolak, Ini Sikap Masing-masing Pihak!

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:35 WIB

Buaya 70 Kg Terjerat Jaring di Sungai Cibubuay, Warga Simpenan Sebut Ada Buaya Kedua

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Nelayan Temukan Jasad Mengapung, Ternyata Pelajar Hilang Terseret Ombak 4 Hari Lalu

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Bukan Pelanggan! Sanca 3 Meter Tiba-tiba Kagetkan Pemilik Warung di Palabuhanratu 

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Wabup Andreas Pantau Dampak Cuaca Ekstrem di Cicurug, Pemkab Sukabumi Perkuat Penanganan

Berita Terbaru