Ragam Kasus Muncul, DPRD Prihatin Minta Transparansi dan Evaluasi Kinerja OPD

Kamis, 15 Mei 2025 - 03:32 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Ketua DPRD Kabupaten Sukabumi, Budi Azhar Mutawali, angkat bicara menyikapi rangkaian kasus dugaan tindak pidana korupsi yang menyeret sejumlah Organisasi Perangkat Daerah (OPD).

Dalam pernyataannya, Budi menyampaikan keprihatinan mendalam atas berbagai kasus yang mencoreng semangat reformasi birokrasi dan pemerintahan bersih.

Kasus-kasus tersebut meliputi dugaan korupsi di Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disdagin) terkait pengadaan alat mesin pengolah sutra, serta proses penyelidikan dugaan korupsi dalam perawatan dan perbaikan truk sampah di Dinas Lingkungan Hidup (DLH).

Tak hanya itu, aksi unjuk rasa mahasiswa di depan kantor Dinas Pendidikan baru-baru ini juga menjadi sorotan atas isu akuntabilitas dan transparansi.

“Kami sangat menyayangkan adanya dugaan penyimpangan ini. Baik itu yang terjadi di Disdagin, DLH, maupun Dinas Pendidikan. Ini menjadi pukulan serius bagi upaya membangun pemerintahan yang bersih dan transparan,” ujar Budi, Kamis (15/5/2025).

Budi, yang juga menjabat sebagai Ketua DPRD dari Fraksi Partai Golkar, menilai bahwa rentetan kasus ini harus menjadi momentum untuk refleksi mendalam bagi seluruh perangkat daerah agar menjalankan program kerja dengan integritas dan kepatuhan terhadap hukum.

“Ini peringatan serius bagi semua pihak agar lebih bertanggung jawab dalam menjalankan amanah. Harapan saya, ke depan praktik seperti ini tidak terulang lagi,” tegasnya.

Meskipun belum memastikan, Budi tidak menutup kemungkinan akan memanggil pihak eksekutif dalam rapat dengar pendapat (RDP) guna melakukan evaluasi menyeluruh terhadap sistem pengawasan internal dan efektivitas kontrol anggaran di OPD-OPD terkait.

Sebagai informasi, Kejaksaan Negeri Kabupaten Sukabumi telah menerima pelimpahan tahap dua dari Unit Tipikor Satreskrim Polres Sukabumi atas kasus di Disdagin, dengan tiga orang ditetapkan sebagai tersangka. Sementara itu, penyelidikan dugaan penyimpangan anggaran senilai Rp 1,5 miliar di DLH tahun anggaran 2024 masih berlangsung, dengan sekitar 60 saksi telah diperiksa.

Hingga artikel ini diturunkan, belum ada pernyataan resmi dari pihak Disdagin, DLH, maupun Dinas Pendidikan.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Selamat untuk PWI Kabupaten Sukabumi, Saatnya Bersinergi Wujudkan Visi MASAGI dan Misi KUAT
Asep Japar Sah Pimpin DPD Golkar Sukabumi 2025–2030, Budi Azhar: Lebih Solid untuk Sukabumi Mubarokah
Pernah Bertugas di Papua dan Prancis, Kini dr. Rizky Marpaung Layani Kesehatan Warga Sukabumi
Hari Santri 2026, Dewan Teddy Setiadi Ajak Santri Berilmu dan Berakhlak Mulia
13 Tahun Mondok, Ajeng Kholifah Jadi Semangat Santri Sukabumi ke Forum Internasional
Angkat Hanjeli Sukabumi, Asep Hidayat Mustopa Masuk 3 Besar Finalis DPD RI Awards 2026
Tampil Gemilang di Jaraido Championship 3, Pesilat Muda Sukabumi Zahra Dwi Khoirunnisa Raih Juara 1 Nasional
Yudi Prangga Pimpin DPK KNPI Cicurug, Potensi Pemuda Dibidik dari Pertanian hingga Industri

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 27 Oktober 2026 - 21:27 WIB

Selamat untuk PWI Kabupaten Sukabumi, Saatnya Bersinergi Wujudkan Visi MASAGI dan Misi KUAT

Sabtu, 24 Oktober 2026 - 19:49 WIB

Asep Japar Sah Pimpin DPD Golkar Sukabumi 2025–2030, Budi Azhar: Lebih Solid untuk Sukabumi Mubarokah

Kamis, 22 Oktober 2026 - 16:12 WIB

Pernah Bertugas di Papua dan Prancis, Kini dr. Rizky Marpaung Layani Kesehatan Warga Sukabumi

Kamis, 22 Oktober 2026 - 09:51 WIB

Hari Santri 2026, Dewan Teddy Setiadi Ajak Santri Berilmu dan Berakhlak Mulia

Minggu, 18 Oktober 2026 - 09:18 WIB

13 Tahun Mondok, Ajeng Kholifah Jadi Semangat Santri Sukabumi ke Forum Internasional

Berita Terbaru