Penelitian BRIN di Museum Prabu Siliwangi, KH. Fajar: 80 Benda Dinyatakan Artefak

Senin, 8 Juli 2024 - 17:24 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Pondok Pesantren Dzikir Al-Fath kembali melaksanakan penelitian benda bersejarah di Museum Prabu Siliwangi, dengan menghadirkan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Senin (08/07/2024).

Sebanyak 80 benda bersejarah telah diteliti BRIN dalam koleksi dari periode sejarah di Museum Prabu Siliwangi. Kepala BRIN Irfan Mahmud menjelaskan, riset itu dilakukan selama lima hari.

“Kita lakukan studi morfologi lalu melihat enkripsi untuk mata uang kemudian melakukan pembacaan yang masih bisa dibaca, hingga mengidentifikasi dinasti, periode dan beberapa informasi lainnya,” ujar Irfan.

Dia mengatakan, adapun untuk benda yang mengandung logam, tentunya perlu diteliti lebih lanjut melalui laboratorium. Mislanya, penelitian terhadap kitab bersejarah atau naskah, sehingga membagi ke dalam tiga jenis.

Di antaranya kitab kuning yang berhubungan dengan pengetahuan dan ajaran yang berkembang di pesantren. Hasil riset menunjukkan, salah satu kitab kuning itu ditulis oleh pengajar dari Makkah.

“Itu artinya, sudah ada globalisasi pengetahuan pesantren di sini atau bisa disebut dengan adanya kitab itu ada pengetahuan yang diajarkan ke sana,” jelasnya.

Keseluruhan benda yang ada di Museum Prabu Siliwangi masih terus diteliti untuk diidentifikasi secara lengkap dan mendalam. Baik, itu terkait tahun pembuatan, serta bahan yang digunakan.

“Saya kira perlu juga didukung oleh pemerintah daerah agar bisa tumbuh dan jadi destinasi pendidikan buat anak sekolah, event agenda setiap saat, liburan akhir semester. Karena di sini koleksinya dari zaman pra sejarah hingga post kolonial tahun 40-50 an,” ungkapnya.

Di tempat yang sama, Pimpinan Ponpes Dzikir Al-Fath KH. Fajar Laksana mengatakan, pihaknya mengapresiasi dan bersyukur dari 80 benda yang diteliti BRIN telah dinyatakan sebagai benda artefak.

Dari 80 benda itu terbagi menjadi dua yaitu pertama, periode pengaruh Islam ada 20 benda yang meliputi naskah kitab kuning mushaf Al-Qur’an dan koleksi dari kesultanan Turki Utsmaniyah.

“Kedua periode kolonial atau post kolonial atau sesudah penjajahan itu ada 54 artefak yang meliputi benda dokumen, naskah jaman Belanda dalam bahasa Belanda, Melayu, Sunda dan Jawa. Juga dari uang kertas dan uang koin. Alhamdulillah ini sudah ditetapkan kategori artefak,” ucapnya.

Pihaknya juga berencana akan terus melakukan penelitian itu bersama BRIN. Sebab, salah satu dari puluhan benda itu terdapat kitab kategori internasional yakni kitab Zabur.

“Karena ada satu benda naskah yang hari ini bukan tingkatan lokal tapi tingkatan Internasional seperti yang diduga ada kitab Zabur. Itu harus diselidiki lagi tintanya itu harus ke lab, kertasnya harus ke lab itu ada kekhususan lagi,” jelasnya.

Meskipun membutuhkan waktu yang tak singkat, lanjut dia, diharapkan dengan adanya hasil riset yang dilakukan BRIN ini bisa semakin memperkuat keabsahan benda bersejarah yang dimiliki Museum Prabu Siliwangi. Serta semakin menarik minat masyarakat untuk memahami sejarah.

“Kenapa kita mengambil BRIN supaya masyarakat luas tahu bahwa benda kita itu sudah clear ini benda asli dari masa lalu kredibel valid dan disahkan sehingga siswa yang datang ke sini ga ragu-ragu lagi. kita sudah empat jenis benda yang diteliti, arca dan batu, keramik, naskah, mata uang,” tandasnya.

Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Dari Surade ke Panggung Asian Games 2026, Siti Dalfa Bawa Jaipong Sukabumi ke Jepang
POCARI SWEAT Run Bandung 2026: Birukan Bandung di Hari Jadi ke-216
Satgas Pamtas Yonarmed 13 Gencarkan Edukasi Hukum, Warga Perbatasan Serahkan Sisik Trenggiling
Kunjungi Polres Sukabumi, Kapolda Jabar Bicara Strategi Baru Hadapi Keresahan Masyarakat
Dua Tahun Prabowo: Antara Negara Kuat dan Pemerintahan Efektif
PERADI Profesional, Misyal B. Achmad Jadi Penggerak Penguatan Organisasi
Hari Lahir Kejaksaan ke-81, Heri Gunawan Harapkan Penegakan Hukum Semakin Berintegritas
Kukuhkan Pokja Newsroom Jaga Desa Jabar, SMSI Gelar Dialog Nasional di Hall Dewan Pers

Berita Terkait

Senin, 21 September 2026 - 12:48 WIB

Dari Surade ke Panggung Asian Games 2026, Siti Dalfa Bawa Jaipong Sukabumi ke Jepang

Minggu, 20 September 2026 - 14:20 WIB

POCARI SWEAT Run Bandung 2026: Birukan Bandung di Hari Jadi ke-216

Rabu, 16 September 2026 - 17:39 WIB

Satgas Pamtas Yonarmed 13 Gencarkan Edukasi Hukum, Warga Perbatasan Serahkan Sisik Trenggiling

Selasa, 15 September 2026 - 13:36 WIB

Kunjungi Polres Sukabumi, Kapolda Jabar Bicara Strategi Baru Hadapi Keresahan Masyarakat

Sabtu, 12 September 2026 - 16:33 WIB

Dua Tahun Prabowo: Antara Negara Kuat dan Pemerintahan Efektif

Berita Terbaru

Pengalaman Pengguna Game Penghasil Saldo DANA Lebih Cepat Adaptif Dan Efisien Dibawa Oleh Inovasi Teknologi
Pergeseran Mutu Produksi Kosmetik Terdeteksi Lebih Akurat Berkat Aliran Data Langsung
Pengalaman Pengguna Semakin Responsif Adaptif Dan Efisien Berkat Perkembangan Teknologi Modern
Momentum Tetap Terarah Dan Terkendali Dipertahankan Melalui Taktik Mode Pemburu Sic Bo Live
Keputusan Tetap Terukur Dalam Game Online Dipertahankan Melalui Pengelolaan Modal Cerdas
Kapitalisasi Pasar Dan Inovasi Kasino Online Berubah Di Tengah Disrupsi Teknologi Modern
Strategi Baru Untuk Meningkatkan Keunggulan Kompetitif Dibuka Melalui Business Model Canvas Mahjong Ways
Kualitas Sistem Mahjongways Kasino Online Dipahami Melalui Identifikasi Nilai Pembayaran Game Penghasil Saldo DANA
Perspektif Baru Dalam Menganalisis Perkembangan Mahjong Ways Dibuka Melalui Modernisasi Strategi
Kasino Menjadi Studi Sistem Informasi Bagi Mahasiswa Melalui Pelatihan Enterprise Architecture
Mahjongways Kasino Online Dijadikan Acuan Strategi Marketing dalam Lingkungan Pemerintahan
Keamanan Informasi Jadi Fondasi Utama Layanan Konsultasi Kosmetik Berbasis Teknologi
Teknologi Pemantauan Membantu Mengukur Frekuensi Pembayaran secara Lebih Objektif dan Terukur
Kajian Statistik Pola RTP Menyoroti Perkembangan Teknologi Neural Sintetis Regulatoris
Simulasi Statistik Membuka Pendekatan Baru Memahami Mahjong Game Sungai Penuh secara Terukur
Statistik Objektif Membantu Membaca Pola Mahjong Game Sungai Penuh dengan Lebih Rasional
Strategi Mahjong Game Sungai Penuh Makin Terarah melalui Pendekatan Statistik Modern
Pendekatan Data Objektif Membantu Mengkaji Mahjong Game Saldo DANA Sungai Penuh secara Lebih Terstruktur
Mahjong Game Sungai Penuh Dikaji lewat Simulasi Statistik untuk Membaca Pola Aktivitas
Aturan Mahjong Digital dari Dua Kartu Awal hingga Penentuan Rentang Nilai Game Penghasil Saldo DANA
Pendekatan Adaptif MahjongWays Kasino Online Membantu Menjaga Keseimbangan Anggaran Hiburan
Kemunculan Simbol Unik MahjongWays Kasino Online Perlu Dibaca Secara Lebih Rasional
Mahjong Ways Menarik Minat Pemain di Tengah Ketatnya Persaingan Game Digital
Pengaturan Tempo MahjongWays Kasino Online Tidak Menentukan Munculnya Kombinasi Khusus
Starlight Princess Kembali Merebut Perhatian Pemain MBG Berkat Daya Tariknya
Membaca Pola Mahjong Ways dan Tren Permainan Lewat Data Saldo DANA Terbaru
Disiplin Mental MahjongWays Kasino Online Membantu Mencegah Keputusan Finansial yang Terlalu Impulsif
Mengenal Sweet Bonanza sebagai Game Digital Online dengan Tema Manis yang Menarik
Rotasi Awal MahjongWays Kasino Online Bukan Tolok Ukur Kemurahan Sistem Permainan
Menelusuri Strategi Terbaik dalam Bermain Game Penghasil Saldo DANA Secara Lebih Mendalam