JURNALSUKABUMI.COM – Penjabat Wali Kota Sukabumi Kusmana Hartadji mengapresiasi pengolahan sampah oleh masyarakat yang diinisiasi oleh Pengelolaan Sampah Tampomas, Perumahan Baros Kencana.
Optimalisasi tempat pengolahan sampah (TPS) 3R (reduce, reuse, recycle) Tampomas ini dipandang dapat mereduksi jumlah sampah dari hulu sebelum masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA), Kamis (21/12/2023).
Dia menjelaskan, masalah sampah perkotaan harus segera ditangani karena menimbulkan berbagai dampak negatif, baik bagi lingkungan, kesehatan, maupun ekonomi.
Volume sampah telah mencapai 180 ton per hari di Kota Sukabumi. Penjabat Wali Kota Sukabumi, Kusmana Hartadji, Sekretaris Daerah Kota Sukabumi, H. Dida Sembada, bersama jajaran aparatur Pemerintah Kota Sukabumi mengunjungi tiga lokasi pengolahan sampah pada Kamis, 21 Desember 2023.
“Mudah-mudahan ke depan, keberadaan TPS 3R ini akan mengurangi sampah. Alhamdulillah, kita sudah mendapatkan bantuan dari pusat untuk penyediaan tempat pengolahan sampah baru di Cikundul ini, “ kata Kang Tutus panggilan akrab Kusmana.
Lokasi baru Tempat Pembuangan Sampah Akhir (TPSA) disebutkan oleh Kusmana Hartadji akan mulai dioperasikan di awal tahun 2024. Lokasi baru ini, ditargetkan dalam menampung produksi sampah selama 3 sampai 5 tahun.
“Namun bisa tambah lama sebetulnya, dengan catatan ada pengolahan di hulu. Misalnya melalui pemilihan dan pemilahan sampah oleh masyarakat. Jadi sampah yang masuk ke TPA ini betul-betul sampah residu,” jelasnya.
Dia mengatakan, penanganan masalah sampah ini bukan hanya tugas pemerintah saja, namun seluruh masyarakat harus sudah mulai berpikir untuk mengolah sampah.
Sebab, sampah juga memiliki nilai lebih jika diolah. Salah satunya bisa menjadi sumber makanan maggot. Bahkan ke depannya, di TPA Cikundul ini, biogas dari sampah bisa dimanfaatkan untuk bahan bakar.
“TPA bantuan pemerintah pusat ini diharapkan menjadi salah satu solusi penanganan sampah di Kota Sukabumi. Pemerintah Kota Sukabumi juga akan menerbitkan edaran terkait penanganan sampah di hulu dan pengolahannya oleh masyarakat,” tuturnya.
Reporter: Fira AFS | Redaktur: Usep Mulyana

















