Menyoal Dugaan Perundungan di SD Swasta YB Sukabumi, Berikut Klarifikasinya!

Rabu, 13 Desember 2023 - 15:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Belakangan ini, dugaan perundungan terhadap salah satu siswa di SD Swasta YB Kota Sukabumi heboh di media sosial. Menanggapi hal itu, pihak sekolah pun bicara.

Melalui rilis resmi yang diterima jurnalsukabumi.com Rabu (13/12/2023), kabar tersebut pun dibeberkan secara gamlang oleh pihak sekolah dan menyangkal informasi yang kadung heboh itu.

“Secara tegas kami menyatakan bahwa tidak ada tindak kekerasaan, intimidasi dan perundungan dalam bentuk apapun yang dilakukan di sekolah oleh kepala sekolah, guru dan tata usaha serta komite sekolah, orangtua dan anak,” kata Kepala Sekolah SD Swasta YB Sukabumi, Suster Agustina.

Karena lanjut dia, hampir 100 tahun SD YB hadir di Kota Sukabumi. Ribuan anak telah didampingi dengan berbagai karakter. Ada yang pendiam, periang dan lainnya. Bahagia melihat mereka tumbuh alami dengan latar belakang berbeda tapi mereka hidup rukun dalam kebersamaan. Namun dengan adanya kabar itu seperti petir di siang bolong.

“Kami tersentak oleh berita mengenai anak kami dengan inisial L yang tersebar luas dengan segala macam versi yang menyudutkan sekolah, kepala sekolah, para guru, dua orangtua murid dan komite sekolah, sampai kami sendiri tak mampu memahaminya,” keluhnya.

“Untuk itu, pihak sekolah akan menerangkan kejadian yang sesungguhnya dan benar-benar terjadi pada diri L anak kami yang selalu kami sayangi; dengan menerapkan sikap objektif dan nilai netralitas pada semua anak yang dipercayakan pada kami untuk dididik di YB,” jelas Agustina.

Dengan ini, pihaknya ingin meluruskan berita-berita yang telah menyebar di berbagai platform media itu. Kepala Sekolah, para guru, TU, Komite dan orangtua murid tidak pernah melakukan tindak kekerasan seperti memukul, menendang, menjambak, meninju, mendorong, menampar dan kekerasan lain yang dituduhkan kepada kami di 72 lokasi yang disebutkan dalam berita, baik sebelum kejadian, saat kejadian maupun setelahnya seperti yang tersebar saat ini.

“Bahkan membayangkan pun kami tidak pernah. Yang terjadi justru kami sangat sigap menolong saat kejadian, membawa ke UKS, menghubungi orang tua, membawa ke rumah sakit bersama orang tua, mengunjungi pasca operasi, mendoakan setiap hari sampai saat ini, mendampingi belajar secara pribadi dan khusus selama masa pemulihan di rumah, memberikan kesempatan melaksanakan Ujian Sumatif Akhir Jenjang secara online (Soal dikirim melalui aplikasi perpesanan/WA), sebagai rasa tanggung jawab sekolah terhadap peserta didik,” papar Agustina.

Lalu, sekolah tidak pernah mengintimidasi secara verbal seperti menyuruh piket 4 hari, membersihkan toilet, aula, kelas, hingga poin dikurangi dan perkataan “Kamu Jangan Kasih Tahu Yang Sebenarnya ya”. Termasuk, pernyataan bahwa anak L dibully sejak Agustus 2022  dalam facebook yang berjudul “Perjalanan… “ adalah tidak benar.

Masih kata dia, adapaun kejadian sebenarnya adalah 7 Februari 2023, sekitar pukul 06.44 WIB, beberapa anak sedang bermain, berlari dan saling mengejar selayaknya anak-anak SD yang sedang menunggu waktu mulai Kegiatan Belajar Mengajar (KBM). Kemudian, beberapa anak memberitahukan kepada Ibu Guru E bahwa siswa L jatuh di dekat pintu kelas. Di saat yang sama seorang anak mendatangi Bapak Guru D untuk memberitahukan bahwa siswa L jatuh dekat pintu kelas.

“Mendengar informasi dari anak, Guru D bergegas ke kelas III A untuk melakukan tindakan pertolongan dengan membawa L ke UKS. Sementara, saya langsung meminta Bapak Guru I mengambil es batu untuk mengompres tangan anak L sebagai tindakan awal. Sesuai dengan kebiasaan sekolah berkenaan dengan situasi seperti ini, Ibu Guru E segera menghubungi Ibu L. Ibu Guru E menghubungi Ibu L berulang kali  melalui pesawat seluler, sayangnya Ibu L tidak langsung merespon,” ulasnya.

Lanjut Agustina, mengingat pentingnya berkomunikasi dan berkoordinasi dengan orang tua L, maka dirinya pun meminta Bapak Guru I dan Ibu Guru E segera ke rumah orang tua L untuk memberitahukan bahwa L jatuh di dekat pintu kelas. Sekitar 30-40 menit  ayah L (Bapak DS) datang ke UKS untuk melihat kondisi anaknya. Saat itulah ia minta maaf kepada Bapak DS atas kejadian yang dialami anak L.

“Papi, kami minta maaf atas kejadian ini. Kami tidak bisa memutuskan sendiri, maka kami perlu berkomunikasi dengan orang tua,”. Lalu Bapak DS  menjawab: “Tidak apa-apa Suster. Namanya juga kecelakaan, bisa terjadi kepada siapapun, kebetulan ini terjadi pada L anak kami” kata Bapak DS saat itu,” jelasnya.

“Bapak DS melihat kondisi anak L dan memutuskan membawa L ke rumah sakit. Saat itu juga  anak L di bawa ke rumah sakit dengan mobil sekolah sebagai tindakan cepat dari pihak sekolah,” terang Agustina.

Sehingga, lanjut dia, pada 7 Februari 2023 anak L masuk IGD RS Bunut untuk menjalani serangkaian pemeriksaan.  Keesokan harinya, 8 Februari 2023 Anak L dioperasi. Lima hari kemudian pada 13 Februari 2023 anak L sudah dapat kembali ke rumah untuk pemulihan.

“Dalam hal ini pihak sekolah memastikan anak L pulih secara fisik dan mental sehingga setelah berkoordinasi dengan orangtua L maka anak L mulai mendapat pendampingan pembelajaran di rumah mulai 23 Februari 2023. Syukur pada Allah lima hari kemudian yaitu 27 Februari 2023 anak L siap beraktivitas kembali,” papar Agustina.

Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

KONI Kota Sukabumi Pantang Menyerah, Atlet Tetap Diberangkatkan ke Porprov Meski Anggaran Tak Pasti
DPPKB: Kampung KB Desa Kalibunder Jadi Pusat Perubahan
APPMBGI Sukabumi Tegaskan Temuan MBG Bukan Kegagalan, Tapi Proses Pembenahan Sistem
Pisah Sambut Dandim 0607, Wabup Sukabumi Perkuat Sinergi TNI dan Pemda
PEPABRI Kota Sukabumi Gaungkan Semangat Persatuan di Momen HUT PERIP
Dukung PSN Tol Bocimi Seksi 3, Sinergi CV Alfarizky dan Warga Gunungguruh Tuai Apresiasi
Spirit Palabuhanratu: Mengawal MBG sebagai Jalan Kedaulatan Ekonomi dan Investasi Langit Sukabumi
Sulap Pekarangan Jadi Sumber Pangan, Sukabumi Factory Ajari Warga Bertani

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 13:23 WIB

KONI Kota Sukabumi Pantang Menyerah, Atlet Tetap Diberangkatkan ke Porprov Meski Anggaran Tak Pasti

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:44 WIB

DPPKB: Kampung KB Desa Kalibunder Jadi Pusat Perubahan

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:50 WIB

APPMBGI Sukabumi Tegaskan Temuan MBG Bukan Kegagalan, Tapi Proses Pembenahan Sistem

Kamis, 14 Mei 2026 - 09:06 WIB

Pisah Sambut Dandim 0607, Wabup Sukabumi Perkuat Sinergi TNI dan Pemda

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:33 WIB

PEPABRI Kota Sukabumi Gaungkan Semangat Persatuan di Momen HUT PERIP

Berita Terbaru

RAGAM

DPPKB: Kampung KB Desa Kalibunder Jadi Pusat Perubahan

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:44 WIB