JURNALSUKABUMI.COM – Ketua DPD PKS Kabupaten Sukabumi, M. Sodikin, menjelaskan, bahwa Dewan Pakar dan Penasihat berperan mengakselerasi dinamika sosial di masyarakat.
Hal itu disampaikan Sodikin usai acara pelantikan 20 orang Dewan Pakar dan delapan orang Dewan Penasihat di Kantor DPD PKS Kabupaten Sukabumi lantai dua, Sabtu (24/6/23).
“Kami menaruh harapan besar pada jajaran dewan pakar dan dewan penasehat lewat masukan dan sarannya dalam mengakselerasi diri khususnya dalam menghadapi dinamika sosial masyarakat yang kadang-kadang dinamis,” kata Sodikin. 
Dia menambahkan, dewan penasehat lebih fokus pada bagaimana mengokohkan internal spesifik dalam pembinaan. Dia berharap, para kader, anggota dan pengurus bisa menjalankan partai sesuai dengan platform AD/ART dan aturan partai yang ada.
Pada bagian lain dia mengatakan, di Pemilu nanti, PKS optimis akan memperoleh jumlah kursi dua kali lipat jika dibandingkan yang ada saat ini.
“Tidak ada yang tidak mungkin bagi Allah, jika Alah menghendaki. Sesuai amanat Musda kita akan melipatgandakan kursi yang kita miliki hari ini. Saat ini kita punya tujuh kursi, Insya Allah tahun depan bisa 14 kursi,” katanya.
Hari ini lanjut dia, perkembangan hari ini tidak bisa dilepaskan dari eta digital. Karena digitalisasi menjadi faktor penting yang harus didalami oleh para pejuang bakal calon anggota legislatif (BCAD).
“Tentu saja agar mereka leading di sektor itu, khususnya di media sosial. Mereka harus mendapatkan pemahaman yang cukup terkait sosial media itu sendiri,” tuturnya.
Ke depan BCAD, mampu beraktivitas di media sosial dengan mengindahkan aturan-aturan dan produktif dan tidak hanya meng-upload saja melainkan mengenali target sasarannya dengan jelas dan koridor-koridornya diikuti, tambahnya.
Kalau dari sisi dewan pakar ujarnya, mereka itu memiliki tugas dan fungsinya untuk memberikan saran dan masukan kepada struktur partai dalam hal ini DPTD dan DPD sebagai eksekutor tingkat kabupaten.
Sementara terkait banyak hal termasuk juga nanti Dewan Pakar juga sangat dibutuhkan fungsinya untuk memberikan masukan pada anggota legislatif (Aleg) yang bertugas hari ini.
“Jadi kepada fraksi mereka yang punya kepakaran dalam pendidikan memberikan saran dan masukan terkait pendidikan, begitu pun dengan yang punya kepakaran di bidang IT,” ungkapnya.
Masukannya sendiri kata dia, disampaikan melalui DPD. Lantas dari DPD bisa mengundang mereka.
“Fraksi Aleg dikumpulkan dan mereka yang punya kepakaran bisa dihadirkan dan bersama-sama. Sifatnya masukan bukan kebijakan. Jadi kebijakan itu ada di struktur partai,” tandasnya.
Sedangkan dewan penasihat lebih fokus bagaimana membuat struktur anggota dan para kader partai itu, tegak lurus dengan aturan main partai platform AD/ART dan aturan-aturan lainnya.
“Lebih spesifik melakukan pembinaan yang sehat agar kader-kader itu memiliki ideologisasi partai yang kokoh,” terangnya.
Redaktur: Usep Mulyana






