JURNALSUKABUMI.COM – Kabar duka menyelimuti Umat Islam khususnya kaum Nahdliyin di Sukabumi. Jumat malam (7/4/23) atau bertepatan dengan 17 Ramadan 1444 H, KH. Mahmud Mudrikah Hanafi atau biasa disapa Ama Mudrikah dipanggil menghadap Allah SWT di usia 77 tahun.
Berita tentang wafatnya KH. Mudrikah, sontak beredar luas di jagat media sosial. Beragam komentar dan tanggapan duka cita yang mendalam atas meninggalnya Ama Mudrikah banyak disuarakan masyarakat.
Lantunan doa juga disampaikan kelompok masyarakat yang mengenal dekat almarhum. Tentu saja hal ini juga menjadi kehilangan besar khususnya bagi kalangan santri yang masih haus akan ilmu agama.
Almarhum lahir di Sukabumi Selatan atau daerah Jampang Kidul, tepatnya di Desa Cibadak Kecamatan Pabuaran pada 8 Agustus 1945 dari pasangan KH Hasbulloh dan Ibu Hj Syamsiah.
Sejak lahir hingga tumbuh besar, Ama Siqoy berada di lingkungan pesantren yang tentunya kental tradisi keilmuan Ahlussunah wal Jamaah yang mendarah daging dalam tradisi Nahdliyin.
Pada tahun 1972 almarhum KH. Mahmud Mudrikah Hanafi mendirikan Pondok Pesantren yang kemudian diberi nama Siqoyaturrahmah yang beralamat di Jalan Selabintana Km 5 Selajambu Kabupaten Sukabumi.
Redaktur: Usep Mulyana












