Tiga Warga Desa Kebonpedes Terjangkit Positif DBD, Ini Kata Dinkes!

Jumat, 11 November 2022 - 19:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Cuaca ekstrem yang melanda Sukabumi, bukan hanya menyebabkan bencana alam saja. Tetapi, juga berpotensi menimbulkan serangan penyakit menular.

Seperti di wilayah Desa Kebonpedes, Kecamatan Kebonpedes terdapat tiga warga yang terjangkit positif penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD).

Plt. Dinas Kesehatan Kabupaten Sukabumi, dr. Rika Mutiara Sukanda mengatakan, setelah mendapat laporan tiga warga Kampung Bojonggaling, RT 03/RW 02, Desa Kebonpedes dinyatakan positif penyakit DBB, dirinya bergerak cepat survei lapangan.

“Laporan petugas di lapangan dan koordinasi bersama instansi desa setempak, bahwa saat ini tiga warga yang dinyatakan positif DBD itu kondisinya sudah berangsur membaik,” ujar Rika saat dihubungi jurnalsuakbumi.com, Jumat (11/11/2022).

Tak hanya itu, pemerintah desa bersama tim petugas Puskesmas Keliling (Puskesling), Bhabinkamtibmas Desa Kebonpedes, langsung melakukan peninjauan ke lokasi rumah penduduk yang terserang gigitan nyamuk jenis aedes aegypti yang merupakan jenis nyamuk pembawa virus dengue penyebab penyakit demam berdarah.

“Hasilnya untuk sementara ketiga warga itu selepas bepergian dari luar Sukabumi. Akan tetapi melalui Puskesling dipastikan juga mengecek ke lokasi rumah hingga WC atau lokasi sekitar yang ada jentik-jentik nyamuk pembawa DBD,” tutur dia.

Rika mengimbau, cara yang paling sederhana yang harus dilakukan masyarakat dalam pencegahan DBD adalah
3M atau menguras, menutup dan mendaur ulang.

“Supaya tidak ada jentik-jentik nyamuk di rumah hal ini sangat penting dilakukan. Ya, lebih baik mencegah dari pada mengobati,” imbuhnya.

Sementara itu, Kepala Desa Kebonpedes, Dadan Apriandani membenarkan, bahwa ketiga warga yang terjangkit penyakit DBD itu sudah pulang ke rumahnya, setelah mereka mendapatkan tindakan intensif dari tim medis Rumah Sakit Hermina Sukaraja.

“Kondisi sekarang, tiga warga kami yang diserang DBD itu, lagi masa pemulihan dan sudah pulang dari rumah sakitnya,” ujar dia.

Berdasarkan hasil peninjauan di lokasi, ujar Dadan, penyakit DBD ini, awal mulanya menyerang warganya setelah pulang dari daerah Cianjur.

“Jadi, dari tiga warga yang terkena DBD itu, ada keluarga yang pulang dari Cianjur. Nah, kemungkinan ia terkena DBD dan menularkan disini,” beber dia.

Diduga penyebaran penyakit DBD di wilayah kampung tersebut berasal dari luar daerah Kabupaten Sukabumi. Sebab, saat ia bersama petugas Puskesmas setempat melakukan peninjauan ke lokasi rumah penduduk yang terinfeksi DBD, petugas tidak menemukan adanya jentik nyamuk.

“Kita cek lokasi ke lingkungan itu, tidak ada jentik nyamuknya. Kalau DBD itu, kan sukanya di air,” tandasnya.

Reporter: Fira Alfi Syahrin | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

HJKS 2026, Asep Japar Tekankan Fokus Peningkatan Pelayanan Masyarakat
Perkuat Manajerial PHS, Dinkes JABAR Gelar Bimtek di Sukabumi
Sekda Ade Suryaman Ikuti Rakornas Kemenko RI, Bahas Percepatan 37.000 KDKMP Seluruh Indonesia
Bupati Dorong Investasi Geothermal, HIPMI Sukabumi Tekankan Nilai Tambah Ekonomi
Guru PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu di 2027, Heri Gunawan: Jawaban atas Aspirasi Tenaga Pendidik
Jelang Bursa Calon Ketua KNPI Cidahu, Bimo Tegaskan Jangan Cederai Konstitusi
Tak Harus Megah! Di Atas Gerobak Pisang Abah Abung, Bendera Merah Putih Tetap Berkibar Gagah
Semangat Kemerdekaan ke-81, Sapujagat Palabuhanratu Tekankan Syukur dan Pengabdian untuk Negeri

Berita Terkait

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:50 WIB

HJKS 2026, Asep Japar Tekankan Fokus Peningkatan Pelayanan Masyarakat

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:32 WIB

Perkuat Manajerial PHS, Dinkes JABAR Gelar Bimtek di Sukabumi

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:17 WIB

Sekda Ade Suryaman Ikuti Rakornas Kemenko RI, Bahas Percepatan 37.000 KDKMP Seluruh Indonesia

Jumat, 21 Agustus 2026 - 19:43 WIB

Bupati Dorong Investasi Geothermal, HIPMI Sukabumi Tekankan Nilai Tambah Ekonomi

Kamis, 20 Agustus 2026 - 11:20 WIB

Guru PPPK Paruh Waktu Jadi Penuh Waktu di 2027, Heri Gunawan: Jawaban atas Aspirasi Tenaga Pendidik

Berita Terbaru