Kemendikbud: Ponpes Modern Alfath, Berhasil Terapkan Kampus Merdeka dan Merdeka Belajar

Rabu, 9 November 2022 - 20:01 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Direktur Pembinaan Tenaga dan Lembaga Kebudayaan, Kemendikbud, Yudi Wahyudin, mengatakan, Pondok Pesantren Modern Dzikir Alfath, telah berhasil menerapkan kampus merdeka dan merdeka belajar.
Hal itu disampaikan Yudi, saat menghadiri acara Coaching Clinic Practice English With Nutive Speaker, Rabu (9/11/2022).

“Pertama, saya mengapresiasi kepada Ponpes Modern Dzikir Alfath Kota Sukabumi. Jika dicermati, sekolah ini sudah menerapkan kampus merdeka dan merdeka belajar. Di mana menu-menu yang di sajikan itu membuka peluang para siswa, mahasiswa maupun santri untuk berkembang sesuai dengan kapasitasnya masing-masing,” kata Yudi.

Selanjutnya kata Yudi, Ponpes Alfath, di bawah pimpinan KH. M. Fajar Laksana, merupakan sekolah terpadu. Karena dalam aktifitasnya, tidak hanya terkait pada olah pikir, olah rasa dan olah karya, tapi ada pelatihan olah raga Pencak Silat juga. Sehingga diharapkan para lulusannya memiliki ilmu kehidupan.

“Terkadang orang saat lulus sekolah kebingungan untuk melamar pekerjaan. Karena tidak memliki modal pengetahuan dan kemampuan khusus dalam bidang tertentu,” ujarnya.

Sekolah seperti inilah kata dia, yang diharapkan di Indonesia. yang mampu mengadopsi konsep Taman Siswa. “Menyenangkan, tidak menjadi beban, fun buat teman -teman dan juga siswa di sini. Sebenarnya konsep inilah yang diadopsi oleh merdeka belajar dan kampus merdeka.

Pada bagian lain dia mengatakan, Museum Prabu Siliwangi itu,  setara dengan perpustakaan. “Sangat luar biasa, saya baru tahu ada pesantren yang punya museum. Ini baru ada di Ponpes Modern Dzikir Alfath,” ungkapnya.

Terkait dengan penggunaan bahasa, di era society ini, kemampuan komunikasi menjadi keharusan. Karena tidak hanya pengetahuan tetapi juga keterampilan termasuk juga penguasaan IT (Ilmu dan teknologi) dan komunikasi kolaborasi.

“Bahasa tentunya yang pertama bahasa ibu. Saya bersyukur, bahasa Sundanya masih berjalan. Kemudian bahasa nasional dan bahasa asing, karena budaya bukan hanya budaya lokal tapi juga internasional,” ungkapnya.

Kehadiran Mr. Petter dari Kanada, mudah-mudahan dia bisa share, bisa melengkapi menguatkan siswa di sini. Sehingga percaya diri. Saya jadi teringat kata-kata Bung Karno, berdaulat secara politik, berdikari secara ekonomi, bermartabat secara kebudayaan, tambahnya.

Redaktur: Usep Mulyana

Berita Terkait

Dorong Generasi Muda Indonesia-Jepang Peduli Lingkungan, Ini Langkah PT Amerta Indah Otsuka!
Krisdayanti Hebohkan Cibadak, Ribuan Warga Antusias hingga Berebut Foto Bersama
Dipanggil ke Purwakarta, KDM Ingin Kampung Adat Ciptamulya Ditata
Usung Perubahan di PWI Jabar, Kang Andhy Tawarkan Program Kesejahteraan hingga Karier Internasional
Hergun Usul Kemendagri Luncurkan Program Wirausaha Pemula untuk Kemandirian Ekonomi Ormas
Wamenko Tantang Sukabumi Bangun Budaya Pilah Sampah di Setiap Desa
Keluhan Buruh soal BPJS Ketenagakerjaan Sukabumi, Zainul Munasichin Janji Tindak Lanjut di DPR RI
Perjuangkan Hak Rakyat, Heri Gunawan Desak ATR/BPN Tuntaskan Sengketa Lahan di Jaksel dan Cidahu Sukabumi

Berita Terkait

Jumat, 7 Agustus 2026 - 10:20 WIB

Dorong Generasi Muda Indonesia-Jepang Peduli Lingkungan, Ini Langkah PT Amerta Indah Otsuka!

Kamis, 6 Agustus 2026 - 12:04 WIB

Krisdayanti Hebohkan Cibadak, Ribuan Warga Antusias hingga Berebut Foto Bersama

Minggu, 2 Agustus 2026 - 19:30 WIB

Dipanggil ke Purwakarta, KDM Ingin Kampung Adat Ciptamulya Ditata

Jumat, 31 Juli 2026 - 22:04 WIB

Usung Perubahan di PWI Jabar, Kang Andhy Tawarkan Program Kesejahteraan hingga Karier Internasional

Kamis, 30 Juli 2026 - 15:09 WIB

Hergun Usul Kemendagri Luncurkan Program Wirausaha Pemula untuk Kemandirian Ekonomi Ormas

Berita Terbaru

Pendidikan

UMMI Edukasi Warga Hegarmulya Cegah Stunting dan Kembangkan UMKM

Senin, 10 Agu 2026 - 14:58 WIB