JURNALSUKABUMI.COM – Dandim 0622/Kabupaten Sukabumi, Letkol Inf Anjar Ari Wibowo jadikan Rafsya Fauzan asal Kampung Cimanggu RT. 07/04, Desa Cimanggu, Kecamatan Palabuhanratu, jadi anak angkatnya, Jumat (30/09/2022).
Buah hati dari pasangan suami istri bernama Ade (41) dan Lina Nuriana itu mengidap stunting sejak usianya masih 6 bulan dan kini ia berusia 18 bulan. Selain menjadikan anak angkat, dirinya pun memberikan bantuan bagi balita itu.
Sontak saja, kedatangan Letkol Inf Anjar Ari Wibowo di kediaman orangtua M Rafsya Fauzan menuai tangis dan haru setelah mendengar maksud dan tujuannya. Dandim berjanji akan membantu biaya untuk kehidupan Rafasya kedepannya, sesuai dengan kemampuannya.
“Alhamdulillah kami dari Kodim 0622 Kabupaten Sukabumi sudah bisa membantu saudara-saudara kita yang mengalami stunting, di mana hari ini juga dijajaran kodim kami serentak di 15 koramil. Saya selaku Dandim telah mengangkat anak asuh stunting, kemudian tiap-tiap Danramil juga demikian,” ujar Dandim 0622.
Anjar Ari Wibowo menjelaskan, hal itu dilakukannya sebagai upaya membantu menekan angka stunting di Kabupaten Sukabumi. Ia mengatakan, TNI AD hadir di tengah masyarakat dan menjadi solusi ketika terjadi permasalahan apapun.
“Harapan kedepan bukan hari ini saja, tapi kedepan kita bisa memantau pertumbuhan dari anak atau saudara-saudara kita yang mengalami stunting, karena sebagaimana program pemerintah menekan angka stunting ini kita dalam rangka membantu dan memang juga momennya pas dengan hari ulang tahun TNI, kita menunjukan bahwa kita hadir khususnya TNI AD hadir di tengah masyarakat,” terangnya.
Ayah dan ibu Rafasya terlihat menangis saat Dandim memberikan bantuan dan menyampaikan akan menjadikan anaknya sebagai anak asuh. Ayah Rafasya, Ade (41) mengaku bahagia karena anaknya dibantu Dandim 0622.
“Saya sangat senang sekali,” ucap Ade, meneteskan air mata.
Ade yang bekerja sebagai buruh bangunan lepas itu mengaku, biaya sehari-hari untuk mencukupi kebutuhan gizi anaknya sering kali gali lubang tutup lubang, alias menghutang.
“Kadang-kadang kerja, kadang-kadang nggk, tergantung adanya proyek atau nggk, paling sehari-hari ke kebun. Pekerjaan gak tiap hari, kalau ada paling seminggu kerja, paling 120 tukang itu, belum rokok kan sama kopi, gali lubang tutup lubang untuk biaya kehidupan anak istri,” kata Ade.
Senada dengan yang dirasakan Ade, ibu Rafasya, Lina Nuriana (35) mengatakan, uang hasil kerja suaminya dicukup-cukupi untuk membeli susu, vitamin dan sayuran untuk penunjang gizi anaknya.
“Alhamdulillah sudah ada perkembangannya, ini anak kelima kami, ya untuk kebutuhannya beli susu, vitamin, sayuran, mau tidak mau itu harus, memaksakan. Alhamdulillah bahagia dibantu pak Dandim, mudah-mudahan cepat sembuh,” lirih Lina.
Lina bercerita kondisi anaknya, selain mengidap stunting, berdasarkan pemeriksaan dokter anaknya mengali flek di paru-paru. “Kondisi seperti ini sejak usia 6 bulan, kondisinya gini kecil, udah pernah waktu itu dibawa ke Puskesmas, kata dokter baru flek di paru-paru,” ucapnya.
Diketahui, Dandim 0622 mengangkat tiga anak stunting yang usianya masih bayi dan balita, dua diantaranya di Desa Cimanggu, Palabuhanatu dan satu anak di Cikidang. Hal yang sama juga diikuti oleh jajaran Koramil di wilayah hukum Kodim 0622.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

















