Titik Terang Santriwati yang Hilang di Sukalarang Kabupaten Sukabumi, Ternyata Ada di Jakarta

Kamis, 26 Mei 2022 - 18:34 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Teka-teki hilangnya Elsa Julianti (16), pelajar di salah satu Pondok Pesantren di Sukalarang setelah empat hari, akhirnya menemui titik terang.

Kabar itu disampaikan oleh ayahnya, Junaedi (38). Ia menuturkan info tersebut didapatkan setelah pemberitaan mengenai kehilangan anaknya, ramai diperbincangkan di jagat media sosial. Keberadaan terakhir anaknya ada di Mangga Dua, Jakarta Pusat.

“Dapat info ada yang menyampaikan, kabarnya kan tadi udah ditemukan, ada di Mangga Dua. Sekarang sedang berusaha dijemput,” tutur Junaedi saat dihubungi jurnalsukabumi.com, Kamis (26/5/2022).

Junaedi meyakinkan, jika anaknya kini telah ditemukan, dan sedang dalam perjalanan. “Sementara ini dapat kabar anak saya sudah ditemukan, proses selanjutnya kalau nanti malam sudah sampai di Polsek Sukalarang, akan saya kabarkan,” ujarnya.

Sebelumnya, orang tua Elsa sempat melihat pesan terakhir anaknya lewat media perpesanan Whatsapp, melalui teman anaknya. Yang mengatakan, dirinya berada di dalam angkot. Sebelum akhirnya nomor telepon Elsa tidak dapat dihubungi selama empat hari.

Namun, hal tersebut diklarifikasi Junaedi sebagai kekeliruan. Ia pun meminta maaf kepada pihak yang terganggu atas keterangan yang pernah ia buat. Yang mana, menyinggung kehilangan anaknya terdapat keterkaitan dengan pengemudi angkutan umum atau angkot.

“Saya dari pihak keluarga yang bernama Elsa Julianti, yang hilang. Sudah di temukan, saya sebagai orang tuanya meminta maaf atas ada kata yang menyangkutkan kata angkit, dan jurusan angkot. Serta nomor yang saya sebutkan, saya Junaedi beribu minta maaf kepada driver-nya (pengemudi angkot),” tulis Junaedi melalui media sosial facebook miliknya.

Sementara, kepolisian Polsek Sukalarang mengatakan, pihaknya sedang dalam penyelidikan terkait kabar keberadaan terakhir santriwati tersebut.

Reporter: Fira Alfi Syahrin | Redaktur: Mohammad Noor

Berita Terkait

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput
17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 
Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah
Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen
Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan
17 Tahun Irigasi Terbengkalai, Sawah Hilang, Warga Cikadu Gali Sumur di Bekas Saluran Air Demi Bertahan Hidup
Liburan Berubah Duka, Dua Pelajar Meninggal Terseret Ombak di Pantai Kapitol Sukabumi 
Resmi Dilantik, Kang Sule Kembali Pimpin SMSI Sukabumi Raya 2025–2028

Berita Terkait

Selasa, 21 Juli 2026 - 11:53 WIB

Dulu Lahan ini Sawah Subur dengan Aliran Air Melimpah, Kini Tinggal Padang Rumput

Senin, 20 Juli 2026 - 21:23 WIB

17 Tahun Irigasi Mati, Dinas PU Dinilai Gagal Menyelamatkan Pertanian di Cikadu Sukabumi 

Senin, 20 Juli 2026 - 18:39 WIB

Tebak Skor Piala Dunia 2026 Bersama Hergun, 48 Pemenang Terima Hadiah

Senin, 20 Juli 2026 - 15:54 WIB

Memasuki Musim Kemarau, Petani Sukabumi Harapkan Bantuan Pompa Air untuk Menyelamatkan Panen

Minggu, 19 Juli 2026 - 16:30 WIB

Gempa Magnitudo 5,0 Guncang Sukabumi, BPBD Pastikan Belum Ada Laporan Kerusakan

Berita Terbaru