Harga Gabah Anjlok, Distan Kabupaten Sukabumi Sesalkan Rencana Impor Beras

Jumat, 19 Maret 2021 - 19:35 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Rencana pemerintah membuka kran impor beras nampaknya mulai berdampak bagi para petani, khususnya di Kabupaten Sukabumi. Ditengah isu impor beras yang masih panas, harga gabah di tingkat petani anjlok.

Hal tersebut diungkapkan Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi, Sudrajat. Menurutnya, harga gabah kering panen terendah di Kabupaten Sukabumi berada di harga Rp 4.500 per kilogram.

“Harganya anjlok, cuma Rp 4.500 per kilogram,” kata Sudrajat kepada jurnalsukabumi.com, Jumat (19/03/2021).

Fakta ini berbanding terbalik dengan produktifitas yang naik. Sudrajat menyebutkan salah satu contoh di wilayah Jampangkulon yang selama Januari hingga Maret 2021 ini mampu menghasilkan 125 ribu ton gabah kering panen dari lahan sekitar 25.000 hektare.

“Di satu sisi kita berhasil dari sasaran tanam, panen dan bebas gangguan hama, produksi sedang bagus sekali tapi harga jual gabah anjlok. Sungguh ending yang sangat disesalkan oleh kita semua,” kata Sudrajat.

Sudrajat juga menyesalkan sikap pemerintah pusat yang tidak menghargai kerja keras pemerintah daerah yang telah bekerja keras membina dan mendukung petani agar berhasil dalam upaya mendongkrak hasil produksi padi di Kabupaten Sukabumi.

” Tahun 2020 ada gerakan Gerakan Percepatan Olah tanah dan Tanam (GPOT). Semua Eselon IV dan Eselon II saya kerahkan ke lapangan supaya membentuk penyuluh. Agar proses pembinaan dan implementasi dilapangan berjalan dengan baik,” ungkapnya.

Pada bagian lain dia menjelaskan, di Jawa Barat terdapat 9 kota kabupaten yang tergolong zona hijau. Artinya, target sasaran hasil produksinya tercapai, termasuk Sukabumi. Sementara yang lain masuk zona merah.

Ada suara – suara dari para petani kata Adjat yang menginginkan agar gabah petani di beli oleh pemerintah. Namun kata dia, pemerintah tidak memiliki anggaran yang cukup untuk menggalangnya. “Punya duit dari mana pemerintah membeli gabah sebanyak itu,” ujarnya.

Atas keberhasilan Kabupaten Sukabumi menjadi salah satu lumbung padi di Jawa Barat, Menteri Pertanian Syahrul Yasin Limpo, mengapresiasi pencapaian itu.

” Pemerintah pusat melalui Pak Menteri telah mengucapkan terima kasih kepada Pemkab Sukabumi. Hanya di akhir cerita ini, yang tidak menyenangkan yakni terkait harga jual yang terjun bebas dan berpotensi merugikan petani,” pungkasnya.

Reporter: Usep Mulyana | Redaktur: Mohammad Noor

Berita Terkait

Remaja di Cibadak Diduga Jadi Korban Penipuan, Motor Dibawa Kabur OTK
Perangkat Daerah Mangkir dari Paripurna DPRD, Wabup Andreas: Kehadiran Itu Kewajiban
Tak Ada Toleransi! DPRD Sukabumi Desak Kasus Narkoba Kades Tamanjaya Dituntaskan
Meninggalkan Kampung Lama, Kasepuhan Ciptamulya Bersiap dengan Identitas Baru
DPRD Mulai Bedah Penyertaan Modal Perumda Pesona Pariwisata dan Aturan Ketenagakerjaan
327 Pejabat Pemkab Sukabumi Dilantik, Bupati Asep Japar Tantang Birokrasi Buktikan Kinerja
Oknum Komite MAN 3 Sukabumi Ditangkap Kasus Sabu, 6 Paket Barang Bukti Diamankan
Viral! Jalan Baru di Jampang Tengah Dikeluhkan, Aspal Disebut Lunak seperti Gulali

Berita Terkait

Rabu, 12 Agustus 2026 - 08:23 WIB

Remaja di Cibadak Diduga Jadi Korban Penipuan, Motor Dibawa Kabur OTK

Selasa, 11 Agustus 2026 - 19:42 WIB

Perangkat Daerah Mangkir dari Paripurna DPRD, Wabup Andreas: Kehadiran Itu Kewajiban

Selasa, 11 Agustus 2026 - 19:40 WIB

Tak Ada Toleransi! DPRD Sukabumi Desak Kasus Narkoba Kades Tamanjaya Dituntaskan

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:06 WIB

Meninggalkan Kampung Lama, Kasepuhan Ciptamulya Bersiap dengan Identitas Baru

Selasa, 11 Agustus 2026 - 12:04 WIB

DPRD Mulai Bedah Penyertaan Modal Perumda Pesona Pariwisata dan Aturan Ketenagakerjaan

Berita Terbaru