Kisruh Sertifikat Tora Warungkiara, DPC DMI: Ini Pengkhianatan BPN!

Minggu, 24 Januari 2021 - 13:18 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Persoalan Sertifikat Program Tanah Objek Reforma Agraria (Tora) khususnya para petani di Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi menuai respon berbagai kalangan.

Sala satunya DPC Diaga Muda Indonesia yang menyayangkan tindakan Badan Pertanahan Nasional (BPN) Kabupaten Sukabumi yang hingga saat ini sertifikat program Jokowi itu tak kunjung dikembalikan kepada petani.

Sebab, penarikan 1.200 sertifikat ini menurutnya terlalu tergesa-gesa. Karena, Kecamatan Warungkiara, Kabupaten Sukabumi dengan objek Hak Guna Usaha PT Halimun itubbenar-benar masuk program Tora.

“Apa yang terjadi hari ini merupakan pengkhianatan yang dilakukan oleh pihak BPN kepada para petani,” kata Dewex Sapta Anugrah Ketua DPC Diaga Muda Indonesia Kabupaten Sukabumi, kepada jurnalsukabumi.com, Minggu (24/01/21).

Lanjut ia, kebijakan yang dilakukan pihak BPN cenderung kejar target, sesuai juknis pada tahapan 2019 lalu dalam program redistribusi tanah Tora, ada tahapan yang tidak dilakukan dengan baik. Karena, mengabaikan prinsip-prinsip dasar dalam melaksanakan reforma agraria, yakni prinsip keadilan, akses kepada masyarakat, prinsip sengketa, kesejahteraan dan kemakmuran, serta keberlanjutan.

“Merujuk pada surat yang dilayangkan oleh DPW SPI Jawa Barat tertanggal 22 Januari 2020 no 05/B/DPC-SPI/1/2020 tersebut alangkah baiknya BPN, Dinas pertanahan dan tata ruang, serta pihak legislatif komisi 1 Kabupaten Sukabumi agar segera melakukan evaluasi penuh atas apa yang terjadi saat ini,” tegas Dewex.

Menurutnya, program yang diluncurkan Presiden Joko Widodo awal Februari tahun 2020 lalu ini, agar pihak-pihak terkait dapat melakukan evaluasi dan mempertanggungjawabkan sehingga proses penarikan sertifikat tidak terulang dan meminta kepada pihak BPN agar melakukan pendataan yang sebaik-baiknya.

“Proses pelaksanaan, yang di titik beratkan melalui Forum Petani Penggarap Warungkiara (FPPW) terkesan tidak objektif dan kami menduga ada upaya polarisasi yang dilakukan oleh pihak BPN dengan FPPW,” terangnya.

“Karena sepengetahuan kami di lapangan bahwa proses pengorganisiran dan pengorganisasian di kawasan tersebut petani tergabung dalam wadah yang jelas yakni Serikat Petani Indonesia, dan itu merupakan lembaga yang memiliki legalitas formal yang jelas yang memang bergerak dalam isu agraria,” jelasnya.

Dewex berharap, para petani yang seharusnya mendapatkan hak atas tanah tersebut benar mendapatkan hak sebagaimana amanat konstitusi yakni UUPA no 5 tahun 1960. “Saya menyarankan agar pihak DPRD yakni komisi 1 melakukan infeksi kepada pihak terkait untuk menyelsaikan kasus tersebut karena jelas merugikan pihak petani,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

HNSI Suarakan Jeritan Nelayan, Kelangkaan BBM hingga Aturan Benih Lobster di Sukabumi 
Gagal Kabur, Ayah Diduga Cabuli Anak Kandung Dibekuk Polisi di Parungkuda
Pria Tidak Sadarkan Diri Ditemukan dalam Sumur di Bojongkoneng Cibadak
Emak-emak Terdampak Pergeseran Tanah di Bantargadung Tagih Janji Relokasi
Fatal! Dokumen MCU Tertukar, Kesempatan Kerja Warga Sukabumi Nyaris Terancam
Percikan Listrik Diduga Jadi Pemicu, Dua Rumah di Cisolok Hangus Terbakar
Rumah Warga di Pamuruyan Cibadak Terbakar, Warga Sigap Bantu Padamkan Api 
Jeruji Sel Dijebol, Tahanan Polsek Lengkong Kabur dan Lukai Polisi Saat Dikejar

Berita Terkait

Selasa, 30 Juni 2026 - 19:26 WIB

HNSI Suarakan Jeritan Nelayan, Kelangkaan BBM hingga Aturan Benih Lobster di Sukabumi 

Selasa, 30 Juni 2026 - 12:52 WIB

Gagal Kabur, Ayah Diduga Cabuli Anak Kandung Dibekuk Polisi di Parungkuda

Senin, 29 Juni 2026 - 16:12 WIB

Pria Tidak Sadarkan Diri Ditemukan dalam Sumur di Bojongkoneng Cibadak

Sabtu, 27 Juni 2026 - 13:34 WIB

Fatal! Dokumen MCU Tertukar, Kesempatan Kerja Warga Sukabumi Nyaris Terancam

Sabtu, 27 Juni 2026 - 09:38 WIB

Percikan Listrik Diduga Jadi Pemicu, Dua Rumah di Cisolok Hangus Terbakar

Berita Terbaru