Cut and Fill di Cikembar Dikeluhkan, Warga Soroti Debu dan Kebisingan 

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:52 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Aktivitas penataan lahan dengan metode cut and fill di kawasan industri Cikembar, Kecamatan Cikembar, Kabupaten Sukabumi, menuai keluhan warga setempat. Selain kekhawatiran terhadap potensi banjir dan longsor, aktivitas tersebut juga menimbulkan polusi debu dan kebisingan yang mengganggu kenyamanan masyarakat, terutama siswa SD Negeri 2 Cimanggu.

Warga setempat, Iwa Kartiwa, mengatakan keberadaan proyek yang lokasinya persis di seberang SDN 2 Cimanggu itu menimbulkan kekhawatiran, terlebih karena kegiatan alat berat dan kendaraan pengangkut tanah berlangsung pada jam-jam sekolah.

Menurut Iwa, debu dari aktivitas pengurugan tanah berpotensi mengganggu aktivitas belajar mengajar dan kenyamanan siswa. Sementara itu, suara bising dari alat berat serta kendaraan pengangkut tanah yang hilir mudik turut menambah gangguan di lingkungan sekolah.

“Debu dari pengurugan tanah sangat mengganggu, apalagi sekolah berada persis di seberang lokasi proyek. Belum lagi suara alat berat dan mobil pengangkut tanah yang beroperasi saat jam sekolah. Kami khawatir kondisi ini mengganggu kenyamanan siswa dalam belajar,” ujar Iwa Kartiwa.

Tak hanya persoalan debu dan kebisingan, warga juga mengkhawatirkan dampak lingkungan yang ditimbulkan aktivitas pengerukan dan penimbunan tanah tersebut, terutama ketika hujan deras mengguyur wilayah itu.

Iwa menyebut, air hujan yang bercampur tanah dan lumpur dikhawatirkan mengalir ke area persawahan serta sungai di sekitar sekolah. Kondisi tersebut dinilai berpotensi menyebabkan pendangkalan aliran sungai hingga memicu genangan dan banjir.

“Kalau hujan deras turun, kami khawatir air bercampur lumpur mengalir ke sawah dan sungai di pinggir sekolah. Kalau aliran sungai sampai tersumbat atau mengalami pendangkalan, dampaknya bisa membahayakan warga sekitar,” ungkapnya.

Selain itu, aktivitas alat berat yang terus berlangsung juga memunculkan kekhawatiran terhadap stabilitas tanah di sekitar lokasi, khususnya saat musim hujan. Warga berharap pelaksanaan proyek memperhatikan kondisi lingkungan dan keselamatan masyarakat yang tinggal maupun beraktivitas di sekitarnya.

Warga pun mempertanyakan langkah antisipasi yang dilakukan pihak terkait untuk meminimalkan dampak kegiatan cut and fill. Mereka berharap ada perhatian serius terhadap pengendalian debu, pembatasan kebisingan, serta pengaturan aktivitas kendaraan pengangkut tanah agar tidak mengganggu kegiatan belajar mengajar.

Menurut warga, kegiatan penataan lahan semestinya didukung kajian teknis dan dokumen lingkungan yang sesuai ketentuan, termasuk pengaturan ketinggian timbunan, sistem drainase, serta langkah pengamanan untuk mencegah erosi dan longsor.

Hingga berita ini diturunkan, aktivitas cut and fill masih berlangsung. Warga berharap pemerintah dan pihak terkait segera melakukan peninjauan serta memastikan kegiatan tersebut tidak mengabaikan keselamatan lingkungan, kesehatan masyarakat, dan kenyamanan siswa SDN 2 Cimanggu.

 

Reporter: Idris Andriansah | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Ngeyel! Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Masih Beroperasi
Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Kebun Jati Sukabumi
Dua Remaja Terseret Ombak Pantai Cibuaya Ditemukan Tewas
Buaya 70 Kg Terjerat Jaring di Sungai Cibubuay, Warga Simpenan Sebut Ada Buaya Kedua
Nelayan Temukan Jasad Mengapung, Ternyata Pelajar Hilang Terseret Ombak 4 Hari Lalu
Bukan Pelanggan! Sanca 3 Meter Tiba-tiba Kagetkan Pemilik Warung di Palabuhanratu 
Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!
Wabup Andreas Pantau Dampak Cuaca Ekstrem di Cicurug, Pemkab Sukabumi Perkuat Penanganan

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 16:52 WIB

Cut and Fill di Cikembar Dikeluhkan, Warga Soroti Debu dan Kebisingan 

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:37 WIB

Ngeyel! Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Masih Beroperasi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Kebun Jati Sukabumi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Dua Remaja Terseret Ombak Pantai Cibuaya Ditemukan Tewas

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:35 WIB

Buaya 70 Kg Terjerat Jaring di Sungai Cibubuay, Warga Simpenan Sebut Ada Buaya Kedua

Berita Terbaru