Nelayan Temukan Jasad Mengapung, Ternyata Pelajar Hilang Terseret Ombak 4 Hari Lalu

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:30 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Setelah empat hari pencarian, pelajar yang dilaporkan hilang terseret ombak di Pantai Istiqomah, Kabupaten Sukabumi, akhirnya ditemukan.

Doa Khairul Ikhsan (17), ditemukan dalam kondisi mengapung di sekitar perairan PLTU Palabuhanratu, Rabu (7/10/2026) pagi.

Informasi penemuan korban pertama kali diterima tim SAR dari seorang nelayan sekitar pukul 07.05 WIB. Nelayan tersebut melihat tubuh korban mengapung di tengah perairan.

Personel Basarnas bersama unsur SAR gabungan kemudian bergerak menuju lokasi. Korban ditemukan sekitar pukul 07.50 WIB dengan jarak sekitar 2,6 NM dari lokasi awal kejadian.

Proses evakuasi dilakukan menggunakan perahu nelayan. Korban kemudian dibawa menuju Dermaga 2 Palabuhanratu dan berhasil tiba sekitar pukul 08.30 WIB.

Selanjutnya, korban dievakuasi menuju RSUD Palabuhanratu untuk proses lebih lanjut sebelum diserahkan kepada pihak keluarga.

“Setelah mendapatkan informasi dari nelayan, personel Basarnas bersama unsur SAR gabungan kemudian melakukan proses evakuasi terhadap korban dan langsung dibawa menuju RSUD Palabuhanratu untuk proses selanjutnya kemudian akan diserahkan kepada pihak keluarga,” tegas Koordinator Pos SAR Sukabumi Suryo Adianto.

Doa sebelumnya dilaporkan hilang setelah terseret ombak saat berenang bersama rekannya, Hafidz Mubarok (17), di Pantai Istiqomah, Kecamatan Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Sabtu (3/10/2026).

Peristiwa itu terjadi sekitar pukul 08.00 WIB. Keduanya yang tengah berenang di bibir pantai tiba-tiba terseret ombak besar ke arah tengah laut.

Sejak laporan diterima, operasi pencarian dilakukan secara intensif oleh Basarnas bersama puluhan personel SAR gabungan.

Penyisiran dilakukan menggunakan perahu karet, kapal patroli Polairud dan kapal nelayan hingga radius 10 NM dari lokasi kejadian. Pencarian dari jalur darat juga dilakukan hingga radius 7 kilometer, sementara pemantauan udara menggunakan drone dilakukan hingga radius 700 meter.

Dalam operasi tersebut, sejumlah unsur terlibat, di antaranya Pos SAR Sukabumi, Polairud Polres Sukabumi, Balawista Sukabumi, Pos TNI AL Palabuhanratu, RAPI Palabuhanratu, HNSI Palabuhanratu, Wanadri, SAKA SAR, Sehati Gerak Bersama, SAR Khatulistiwa, UPP Kelas 3 Palabuhanratu serta keluarga korban.

Penemuan Doa mengakhiri pencarian yang berlangsung selama beberapa hari di tengah kondisi perairan Palabuhanratu yang menjadi tantangan bagi tim SAR.

Suryo kembali mengingatkan masyarakat agar tidak memaksakan diri berenang atau mandi di laut ketika kondisi arus maupun gelombang tidak memungkinkan.

“Kami mengimbau masyarakat untuk tidak memaksakan diri berenang atau mandi di laut ketika kondisi arus tidak memungkinkan. Keselamatan harus menjadi prioritas,” tutup Suryo.

Reporter: Ilham Nugraha

Redaktur: Ujang Herlan 

Berita Terkait

Dikenal Kerap Isi Pengajian, Pria di Nyalindung Sukabumi Diduga Cabuli 7 Anak
Bukan Pelanggan! Sanca 3 Meter Tiba-tiba Kagetkan Pemilik Warung di Palabuhanratu 
Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!
Wabup Andreas Pantau Dampak Cuaca Ekstrem di Cicurug, Pemkab Sukabumi Perkuat Penanganan
Pelantikan PWI Jabar, KDM Tekankan Peran Pers Perangi Hoaks
Puluhan Rumah Rusak, Wabup Andreas Bakal Temui Warga Terdampak di Cicurug
Tegaskan Arahan KDM, Aktivitas Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Disidak
Jalur Air Warga Ditutup Urugan, Kekhawatiran Banjir Mengintai Kampung Mariuk Simpenan 

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Dikenal Kerap Isi Pengajian, Pria di Nyalindung Sukabumi Diduga Cabuli 7 Anak

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Nelayan Temukan Jasad Mengapung, Ternyata Pelajar Hilang Terseret Ombak 4 Hari Lalu

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Bukan Pelanggan! Sanca 3 Meter Tiba-tiba Kagetkan Pemilik Warung di Palabuhanratu 

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Wabup Andreas Pantau Dampak Cuaca Ekstrem di Cicurug, Pemkab Sukabumi Perkuat Penanganan

Berita Terbaru