Wakil DPD KNPI Sukabumi Soroti Etika Birokrasi: Jabatan Publik untuk Melayani, Bukan Eksklusivitas

Jumat, 14 Agustus 2026 - 21:58 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kritik terhadap tata kelola dan etika birokrasi Pemerintah Kabupaten Sukabumi kembali disuarakan kalangan pemuda. Wakil Ketua DPD KNPI Kabupaten Sukabumi, Mantra Sugrito menilai sejumlah kejadian dalam agenda resmi pemerintah menunjukkan masih adanya persoalan dalam menghargai pemuda sebagai mitra strategis pembangunan.

Kritikan tersebut menyusul pelaksanaan agenda mendengarkan pidato kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto terkait penyampaian keterangan RUU tentang APBN Tahun Anggaran 2027 beserta nota keuangan di Aula Setda Kabupaten Sukabumi.

Menurut Mantra, persoalan tersebut bukan semata soal teknis acara, melainkan menyangkut etika, komunikasi dan profesionalisme birokrasi.

Ia menyoroti sejumlah kejadian yang dinilai memperlihatkan kurangnya ketelitian dan kepekaan terhadap keberadaan organisasi kepemudaan.

Salah satunya terkait daftar undangan. Nama Ketua KNPI Kabupaten Sukabumi disebut tercantum dua kali dalam satu lembar lampiran resmi.

Bagi Mantra, kesalahan tersebut seharusnya tidak dianggap sebagai persoalan sepele karena menunjukkan lemahnya ketelitian administrasi.

“Kekeliruan penulisan daftar undangan, di mana nama Ketua KNPI Kabupaten Sukabumi ditulis berulang secara ganda dalam satu lembar lampiran resmi, bukan sekadar kekhilafan teknis. Ini adalah cermin dari kecerobohan administrasi birokrasi yang minim ketelitian dan terkesan meremehkan keberadaan pemuda,” tegas Mantra Jumat (14/8/2026).

Sorotan berikutnya menyangkut sikap pejabat ketika tiba di lokasi kegiatan. Mantra menilai komunikasi antara pejabat pemerintah dan kelompok pemuda yang hadir seharusnya dapat dibangun secara lebih terbuka.

Ia menyebut kehadiran Wakil Bupati H. Andreas yang langsung menuju ruang transit tanpa menyapa rombongan pemuda yang telah hadir sebagai gambaran adanya jarak antara pejabat publik dan masyarakat.

“Pejabat publik seolah hidup di menara gading yang eksklusif, sementara pemuda yang diundang dibiarkan menunggu dalam ketidakpastian,” ujarnya.

Tak berhenti di situ, KNPI juga menyoroti persoalan fasilitas ketika aliran listrik padam menjelang acara dimulai.

Kondisi tersebut membuat suasana ruangan tidak kondusif hingga rombongan KNPI memilih meninggalkan lokasi. Mantra menilai situasi tersebut semestinya diikuti komunikasi dan respons yang lebih baik dari penyelenggara.

“Ketika situasi ruangan menjadi tidak kondusif hingga rombongan KNPI memilih keluar, tak ada empati atau komunikasi diplomatis yang dibangun. Ironisnya, acara justru tetap dipaksakan berjalan setelah pemuda pergi,” katanya.

Menurut Mantra, persoalan tersebut menjadi penting karena organisasi kepemudaan bukan sekadar elemen yang dicantumkan dalam daftar undangan. Pemuda, kata dia, merupakan bagian penting dalam pembangunan daerah.

Ia mengingatkan pemerintah agar tidak menjadikan keterlibatan pemuda sebatas formalitas dalam berbagai agenda resmi.

“Pemerintah daerah harus diingatkan bahwa jabatan publik dibiayai oleh rakyat untuk melayani, bukan untuk pamer eksklusivitas,” tegasnya.

KNPI, lanjut Mantra, tidak menuntut perlakuan istimewa dari pemerintah. Namun, organisasi kepemudaan menginginkan adanya penghargaan yang setara, komunikasi yang baik, serta profesionalisme dalam setiap kegiatan pemerintahan.

“Pemuda Sukabumi tidak meminta keistimewaan, melainkan penghargaan atas etika, kesetaraan, dan profesionalisme,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Tendangan Wabup Andreas Buka Persaingan 71 Sekolah di Bupati Cup 2026
PWI Sukabumi Buka Ruang Kolaborasi, Ajak IJTI Perkuat Ekosistem Pers
Nanan Apon Diganjar IJTI Award, Minisoccer Sangrawayang Jadi Wadah Potensi Anak Muda
Hadiri Muskorda IJTI, SMSI Sukabumi Raya Dorong Kolaborasi Pers Digital 
DLH Sukabumi Perkuat Pengawasan Lingkungan, Pelaku Usaha Diminta Taat Aturan
Traktor Bantuan Petani Cidadap Berpindah Wilayah, Setahun Kemudian Ditemukan Rusak
Pasokan Solar Nelayan Palabuhanratu Disanggupi 240 KL, HNSI Minta Fleksibel saat Darurat
DMCG Gandeng Tzu Chi Gelar Pemeriksaan Kesehatan Gratis, 500 Warga Sukabumi Terlayani

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Senin, 28 September 2026 - 13:54 WIB

Tendangan Wabup Andreas Buka Persaingan 71 Sekolah di Bupati Cup 2026

Minggu, 27 September 2026 - 09:59 WIB

PWI Sukabumi Buka Ruang Kolaborasi, Ajak IJTI Perkuat Ekosistem Pers

Minggu, 27 September 2026 - 06:48 WIB

Nanan Apon Diganjar IJTI Award, Minisoccer Sangrawayang Jadi Wadah Potensi Anak Muda

Sabtu, 26 September 2026 - 18:56 WIB

Hadiri Muskorda IJTI, SMSI Sukabumi Raya Dorong Kolaborasi Pers Digital 

Jumat, 25 September 2026 - 20:49 WIB

DLH Sukabumi Perkuat Pengawasan Lingkungan, Pelaku Usaha Diminta Taat Aturan

Berita Terbaru

HEADLINE

Temuan Mayat di Bawah Tol Bocimi Gegerkan Warga Ciambar

Selasa, 29 Sep 2026 - 18:10 WIB

HEADLINE

Warga Nagrak Meregang Nyawa di Dalam Sumur

Selasa, 29 Sep 2026 - 18:07 WIB