JURNALSUKABUMI.COM – Pembangunan kembali Kampung Adat Kasepuhan Ciptamulya, Desa Sirnaresmi, Kecamatan Cisolok, Kabupaten Sukabumi, dipastikan belum akan dimulai dalam waktu dekat.
Meski anggaran dari Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah disiapkan, masyarakat adat memilih menunggu hingga pertengahan September 2026 demi memegang teguh papakem atau aturan adat warisan leluhur.
Keputusan tersebut disampaikan Abah Hendrik saat berdialog langsung dengan Gubernur Jawa Barat Kang Dedi Mulyadi (KDM) di Gedung Sri Baduga, Purwakarta.
Dalam pertemuan itu, Abah Hendrik menjelaskan bahwa menurut aturan adat Kasepuhan Ciptamulya, masyarakat dilarang mendirikan rumah maupun bangunan permukiman selama bulan Safar. Larangan tersebut telah dijalankan secara turun-temurun oleh para leluhur dan hingga kini masih dipatuhi.
“Pa, eta artos mah mowal waka tiasa dicandak. Ngan aya larangan sabulan (bulan Safar). Pikeun pangwangunan mah kedah atos sasih payun. Nu tiasa diwangun ayeuna mah ukur leuit sareng lisung. Ari imah mah tiasa diwangun dina bulan Silih Mulud,” ujar Abah Hendrik.
Artinya, meski bantuan sudah tersedia, pembangunan rumah warga dan Imah Gede sebagai pusat kegiatan adat baru akan dimulai setelah memasuki bulan Silih Mulud, yang diperkirakan jatuh pada pertengahan September 2026.
Sebelumnya, Pemerintah Provinsi Jawa Barat telah menyiapkan anggaran sekitar Rp50 juta untuk masing-masing dari 51 rumah warga yang terdampak kebakaran. Sementara pembangunan kembali Imah Gede, sebagai bangunan utama kampung adat, dialokasikan sekitar Rp300 juta.
Mendengar penjelasan tersebut, Kang Dedi Mulyadi menyatakan menghormati keputusan masyarakat adat yang tetap memegang teguh aturan leluhur meski bantuan pembangunan sudah tersedia.
Menurut KDM, kearifan lokal seperti itu justru memiliki nilai yang tidak bisa dipandang sebelah mata.
“Nu sejen mah hayang garancang nyokot duitna. Ari cek pupuhuna aturan mah kitu. Sarua jeung aturan nebang awi, aya larangan Senén jeung Jumaah. Lamun ditingali sacara ilmiah ogé aya alesanana. Kolot baheula leuwih pinter. Jadi ayeuna sabulan teu meunang ngabangun, bulan Safar teu meunang,” kata KDM.
Ia menilai banyak aturan adat yang diwariskan leluhur ternyata memiliki dasar logika dan pengetahuan yang baru dipahami pada masa sekarang. Karena itu, pemerintah tidak akan memaksakan percepatan pembangunan apabila bertentangan dengan ketentuan adat yang masih dijunjung masyarakat.
Saat ini, berdasarkan kalender Hijriah, tanggal 4 Agustus 2026 bertepatan dengan 20 Safar 1448 Hijriah. Dengan demikian, pembangunan kembali rumah-rumah warga Kasepuhan Ciptamulya diperkirakan baru dapat dimulai setelah memasuki bulan Silih Mulud atau sekitar pertengahan September 2026, sesuai papakem yang diwariskan secara turun-temurun.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan











