JURNALSUKABUMI.COM – Menyelamatkan laut tidak cukup hanya bermodal kepedulian. Dibutuhkan kemampuan teknis, pemahaman keselamatan, serta kompetensi yang diakui agar setiap aksi konservasi benar-benar memberi manfaat bagi ekosistem bawah laut.
Berangkat dari kebutuhan itu, Komunitas Penggiat Konservasi Nyelam Sukabumi (PENYU) mendapat dukungan sertifikasi penyelam dari PLN Indonesia Power UBP Jawa Barat II Pelabuhanratu.
Bantuan tersebut diterima langsung Ketua Komunitas PENYU, Entis, didampingi Pengawas PENYU, Apra dan Wan Wan. Program ini diharapkan mampu memperkuat kapasitas para relawan yang selama ini aktif melakukan berbagai kegiatan konservasi di perairan Sukabumi.
Pengawas Komunitas PENYU, Apra, mengatakan sertifikasi bukan sekadar selembar dokumen, melainkan bekal penting agar setiap anggota dapat menjalankan aktivitas konservasi dengan standar keselamatan yang baik.
“Melalui sertifikasi ini, relawan konservasi diharapkan semakin siap menjalankan berbagai kegiatan penyelamatan ekosistem laut secara lebih profesional, aman, dan bertanggung jawab,” ujarnya, Rabu (22/7/2026).
Apra menjelaskan, Sertifikasi SCUBA sendiri merupakan lisensi yang diakui secara internasional sebagai bukti kemampuan seseorang melakukan penyelaman menggunakan peralatan selam. Seorang penyelam harus melalui tahapan teori, latihan di kolam, hingga praktik di laut sebelum dinyatakan lulus.
Jenjang sertifikasinya pun bertingkat, mulai dari Try Scuba perkenalan menyelam untuk pemula, Open Water Diver yang mengizinkan penyelaman hingga kedalaman 18 meter, Advanced Open Water Diver untuk meningkatkan keterampilan, Rescue Diver yang berfokus pada penanganan kondisi darurat, hingga tingkat profesional seperti Dive Master dan Instruktur.
“Kompetensi tersebut menjadi modal penting bagi para pegiat konservasi saat melakukan pemantauan terumbu karang, pendataan biota laut, maupun aksi rehabilitasi ekosistem,” terangnya.
Sementara itu, Community Development Officer PLN Indonesia Power UBP Jawa Barat II Pelabuhanratu, Aqil Rafi menjelaskan dukungan kepada Komunitas PENYU merupakan bagian dari upaya perusahaan membangun kolaborasi bersama masyarakat dalam menjaga lingkungan pesisir.
“Penyerahan bantuan sertifikasi ini merupakan bentuk kepedulian PLTU terhadap konservasi laut dengan menggandeng Komunitas PENYU sebagai bagian dari pemberdayaan masyarakat yang memiliki kepedulian terhadap kelestarian biota laut,” katanya.
Menurut Aqil, perairan Sukabumi menyimpan kekayaan ekosistem yang sangat penting, mulai dari terumbu karang, ikan, hingga berbagai biota laut lainnya yang harus dijaga keberlangsungannya. Karena itu, keberadaan komunitas lokal yang memiliki kompetensi menyelam menjadi salah satu elemen penting dalam mendukung upaya pelestarian.
Ia menegaskan, dukungan yang diberikan bukan hanya sebatas bantuan, tetapi menjadi investasi jangka panjang untuk memperkuat kapasitas masyarakat dalam menjaga laut.
“Tujuannya agar kolaborasi antara perusahaan dan komunitas berjalan berkelanjutan, sehingga hasilnya dapat dimanfaatkan masyarakat secara luas serta memberikan manfaat bagi masyarakat, perusahaan, dan komunitas,” tambahnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan











