Hergun Jadi Dosen Ratusan Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sukabumi, Materinya Apa?

Sabtu, 2 Mei 2026 - 14:52 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Program Studi Administrasi Publik Universitas Muhammadiyah Sukabumi (UMMI) menyelenggarakan kuliah pakar berbasis praktisi untuk memperdalam pemahaman mahasiswa mengenai struktur ketatanegaraan. Kegiatan ini menghadirkan Anggota DPR RI, Heri Gunawan, sebagai narasumber utama guna membedah mekanisme pengawasan legislatif dalam sistem pemerintahan Indonesia.

Acara yang berlangsung di Kampus UMMI ini dibuka secara resmi oleh Ketua Program Studi Administrasi Publik, Dr. Dian Purwanti, M.A.P. Dalam sambutannya, ia menekankan pentingnya integrasi antara teori akademik dan realitas empiris bagi mahasiswa rumpun ilmu sosial.

“Secara teoritis, mahasiswa telah memahami konsep administrasi publik dan tata kelola. Namun, melalui perspektif Bapak Heri Gunawan, kami berharap mahasiswa dapat menganalisis bagaimana fungsi-fungsi tersebut beroperasi dalam kompleksitas pengambilan keputusan di tingkat nasional serta memahami pentingnya pengawasan terhadap eksekutif,” ungkap Dr. Dian Purwanti.

Implementasi Trias Politika dan Tata Kelola

Dalam paparannya, Heri Gunawan atau yang akrab disapa Hergun menjelaskan bahwa fondasi utama demokrasi Indonesia adalah prinsip Trias Politika. Ia menekankan bahwa pembagian kekuasaan antara eksekutif, legislatif, dan yudikatif bukan sekadar pemisahan fungsi, melainkan mekanisme untuk saling mengontrol (checks and balances).

DPR RI, menurut Hergun, memiliki tiga fungsi konstitusional yang menjadi pilar dalam menjaga tata kelola pemerintahan yang baik (good governance):

1. Fungsi Legislasi: Merumuskan produk hukum bersama pemerintah.

2. Fungsi Anggaran: Menentukan alokasi fiskal melalui pembahasan APBN.

3. Fungsi Pengawasan: Memastikan kebijakan pemerintah berjalan sesuai dengan regulasi dan aspirasi rakyat.

Struktur Pengawasan: Spesialisasi 11 Komisi

Guna menunjang efektivitas pengawasan, Hergun menjelaskan bahwa DPR RI dibagi ke dalam 11 Komisi dengan pembagian kerja fungsional yang spesifik. Hal ini bertujuan agar setiap aspek administrasi negara mendapatkan pengawasan yang mendalam dari anggota legislatif.

Secara detail, Hergun membedah pembagian komisi tersebut:

• Komisi I: Pertahanan, Luar Negeri, Komunikasi, dan Informatika.

• Komisi II: Pemerintahan Dalam Negeri, Otonomi Daerah, Aparatur Negara (Reformasi Birokrasi), dan Agraria.

• Komisi III: Hukum, HAM, dan Keamanan.

• Komisi IV: Pertanian, Kelautan, Kehutanan, dan Lingkungan Hidup.

• Komisi V: Perhubungan, Pekerjaan Umum, Perumahan Rakyat, dan Pembangunan Desa.

• Komisi VI: Perdagangan, Koperasi, UKM, Investasi, dan BUMN.

• Komisi VII: Energi, Sumber Daya Mineral, Riset, dan Teknologi.

• Komisi VIII: Agama, Sosial, dan Pemberdayaan Perempuan.

• Komisi IX: Kesehatan, Ketenagakerjaan, dan Kependudukan.

• Komisi X: Pendidikan, Kebudayaan, Olahraga, dan Pariwisata.

• Komisi XI: Keuangan, Perbankan, dan Perencanaan Pembangunan Nasional.

Komisi II sebagai Poros Administrasi Negara

Sebagai anggota yang bertugas di Komisi II, Hergun memberikan pendalaman mengenai peran komisi ini sebagai mitra strategis dalam tata kelola dalam negeri. Ia menjelaskan bagaimana Komisi II bersinergi dengan mitra kerja utama seperti Kementerian Dalam Negeri, Kementerian PANRB, Kementerian ATR/BPN, serta lembaga penyelenggara Pemilu (KPU dan Bawaslu).

“Di Komisi II, kami fokus pada reformasi birokrasi dan perbaikan sistem administrasi pertanahan serta kependudukan. Mekanisme checks and balances kami terapkan melalui rapat kerja rutin guna memastikan kementerian terkait tetap akuntabel dalam menjalankan mandat publik,” tegas Hergun.

Sinergi Akademis dan Praktis

Kuliah dosen praktisi ini merupakan bagian dari komitmen Prodi Administrasi Publik UMMI dalam mencapai keunggulan akademik yang relevan dengan kebutuhan zaman. Dengan kehadiran praktisi tingkat nasional, mahasiswa diharapkan memiliki wawasan yang lebih komprehensif mengenai bagaimana teori-teori administrasi negara diimplementasikan dalam kebijakan publik yang nyata.

Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Nusa Putra Tembus Ranking Dunia, Masuk Kampus Terbaik Jawa Barat dalam THE Sustainability Impact Ratings 2026
Nusa Putra Perkuat Keberdampakan Global dan Komitmen Pembangunan Berkelanjutan dalam Kongres Internasional THE GSDC 2026
Bekali Remaja Hadapi Masa Depan, DPPKB Sukabumi Gelar Sosialisasi Kespro
Peduli Gizi Anak Bangsa, Aliansi Masyarakat Bakal Gelar Aksi Damai di Lapang Merdeka Sukabumi
Kenaikan Kelas SDN Tapos Semarak, Pentaskan Lengser hingga Unjuk Kreativitas Siswa
SPMB SMP Tahap I Telah Dibuka, Kadisdik Sukabumi Imbau Hal Ini!
Wisuda 132 Santri Assalam Putri, Wabup Andreas Titip Pesan Ini!
Meriah! Ribuan Peserta Padati Fun Walk dan Fun Bike Milad ke-23 UMMI, Dilepas Langsung Rektor
Tag :

Berita Terkait

Rabu, 24 Juni 2026 - 23:46 WIB

Nusa Putra Perkuat Keberdampakan Global dan Komitmen Pembangunan Berkelanjutan dalam Kongres Internasional THE GSDC 2026

Rabu, 24 Juni 2026 - 19:42 WIB

Bekali Remaja Hadapi Masa Depan, DPPKB Sukabumi Gelar Sosialisasi Kespro

Minggu, 21 Juni 2026 - 21:44 WIB

Peduli Gizi Anak Bangsa, Aliansi Masyarakat Bakal Gelar Aksi Damai di Lapang Merdeka Sukabumi

Minggu, 21 Juni 2026 - 17:37 WIB

Kenaikan Kelas SDN Tapos Semarak, Pentaskan Lengser hingga Unjuk Kreativitas Siswa

Rabu, 17 Juni 2026 - 11:16 WIB

SPMB SMP Tahap I Telah Dibuka, Kadisdik Sukabumi Imbau Hal Ini!

Berita Terbaru

PERISTIWA

Truk Terguling, Akses Nasional Sukabumi-Banten Tutup Total

Kamis, 25 Jun 2026 - 10:11 WIB