IJTI Sesalkan Lokasi Jumpres Covid -19 Pemkot Sukabumi Sempit?

Selasa, 14 April 2020 - 14:11 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sukabumi Raya menyayangkan lokasi konferensi pers Covid-19 Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, yang terbilang sempit dan tidak memadai.

Tak hanya itu, organisasi wartawan tersebut juga menilai upaya Pemkot Sukabumi dalam tiap kali jumpers yang dilakukan secara tatap muka di halaman kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) itu tidak sejalan dengan amanat pemerintah.

“Kalo bisa lokasi jumpers covid19 ada ruang yang cukup luas lagi, disaat Pemerintah menghimbau kita social dan physical distancing. Kita awak media harus berdesakan saat jumpers karena lokasinya yang cukup sempit,” ujar ketua IJTI Sukabumi Raya, Afit Huraeman, kepada wartawan, Selasa (14/04/20).

lanjut Afit, ia menilai Pemkot kurang efektif dalam memilih dan menyediakan lokasi jumpers. Pasalnya, tiap kegiatan itu wartawan harus rela berdesak-desakan. Oleh karena itu, pihaknya berharap kepada Pemkot Sukabumi, agar menyediakan lahan lebih luas. guna mentaati himbauan pemerintah dalam memutus mata rantai virus covid -19.

“Sementara yang melakukan peliputan cukup banyak. Sebaiknya ada ruang yang cukup luas agar wartawan bisa menjaga jarak,” tegasnya.

Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Gugus Tugas Covid – 19 Kota Sukabumi, Wahyu Handriana, mengatakan pihaknya akan segera mulai memberlakukan Jumpa Pers tidak secara tatap muka.

“Sehubungam dengan aturan larangan berkerumum maka kegiatan press liris akan di tata ulang. Tidak melakukan tatap muka atau door stop,” tandasnya.

Reporter: Riki Rahardian
Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Terima Aset Rampasan KPK Rp1,94 Miliar, Bupati Sukabumi: Ini Amanah
Buaya 70 Kg Terjerat Jaring di Sungai Cibubuay, Warga Simpenan Sebut Ada Buaya Kedua
Dikenal Kerap Isi Pengajian, Pria di Nyalindung Sukabumi Diduga Cabuli 7 Anak
Nelayan Temukan Jasad Mengapung, Ternyata Pelajar Hilang Terseret Ombak 4 Hari Lalu
Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!
Pelantikan PWI Jabar, KDM Tekankan Peran Pers Perangi Hoaks
Tegaskan Arahan KDM, Aktivitas Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Disidak
Purwasari Diterpa Cuaca Ekstrem, 52 Rumah Rusak dan 9 Pohon Tumbang

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:55 WIB

Terima Aset Rampasan KPK Rp1,94 Miliar, Bupati Sukabumi: Ini Amanah

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:35 WIB

Buaya 70 Kg Terjerat Jaring di Sungai Cibubuay, Warga Simpenan Sebut Ada Buaya Kedua

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Dikenal Kerap Isi Pengajian, Pria di Nyalindung Sukabumi Diduga Cabuli 7 Anak

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Nelayan Temukan Jasad Mengapung, Ternyata Pelajar Hilang Terseret Ombak 4 Hari Lalu

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!

Berita Terbaru