JURNALSUKABUMI.COM – Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Sukabumi Raya menyayangkan lokasi konferensi pers Covid-19 Pemerintah Kota (Pemkot) Sukabumi, yang terbilang sempit dan tidak memadai.
Tak hanya itu, organisasi wartawan tersebut juga menilai upaya Pemkot Sukabumi dalam tiap kali jumpers yang dilakukan secara tatap muka di halaman kantor Dinas Kesehatan (Dinkes) itu tidak sejalan dengan amanat pemerintah.
“Kalo bisa lokasi jumpers covid19 ada ruang yang cukup luas lagi, disaat Pemerintah menghimbau kita social dan physical distancing. Kita awak media harus berdesakan saat jumpers karena lokasinya yang cukup sempit,” ujar ketua IJTI Sukabumi Raya, Afit Huraeman, kepada wartawan, Selasa (14/04/20).
lanjut Afit, ia menilai Pemkot kurang efektif dalam memilih dan menyediakan lokasi jumpers. Pasalnya, tiap kegiatan itu wartawan harus rela berdesak-desakan. Oleh karena itu, pihaknya berharap kepada Pemkot Sukabumi, agar menyediakan lahan lebih luas. guna mentaati himbauan pemerintah dalam memutus mata rantai virus covid -19.
“Sementara yang melakukan peliputan cukup banyak. Sebaiknya ada ruang yang cukup luas agar wartawan bisa menjaga jarak,” tegasnya.
Menanggapi hal tersebut, Juru Bicara Gugus Tugas Covid – 19 Kota Sukabumi, Wahyu Handriana, mengatakan pihaknya akan segera mulai memberlakukan Jumpa Pers tidak secara tatap muka.
“Sehubungam dengan aturan larangan berkerumum maka kegiatan press liris akan di tata ulang. Tidak melakukan tatap muka atau door stop,” tandasnya.
Reporter: Riki Rahardian
Redaktur: Ujang Herlan













Komentar