Waspada, Jalur Perlintasan Kereta Api di Segog ‘LICIN’

Minggu, 1 Maret 2020 - 18:02 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kondisi jalan diperlintasan Kereta Api Pangrango jurusan Sukabumi-Bogor tepatnya di Kampung Segog Pintu perbatasan antara Desa Batununggal dan Lembur sawah, Kabupaten Sukabumi, kembali dikeluhkan.

Terlebih, saat musim penghujan seperti saat ini. Pasalnya, tak sedikit para pengendara, khususnya pemotor mengeluh lataran jalan tersebut licin dan kembali rusak.

Padahal, menurut informasi dihimpun hampir dua bulan lalu area di lintasan kereta api itu di perbaiki oleh Dinas Pekerjaan Umum Kabupaten Sukabumi. Namun, saat kembali rusak dan sejumlah kendaraan yang melintas menurunkan kecepatannya hingga terjadi kemacetan pengendara mengarah ke dua arah .

“Iya membahayakan lah para pengendara. Sebab posisi bantalan rel lebih tinggi dari jalan sehingga menyulitkan pengendara, terutama pemotor ketika hujan turun dan melintasinya banyak yang tergelincir hingga terjatuh,” kata Rizal (48) warga Lembusawah Selakopi, saat di temui di lokasi.

Sambung Rizal, tak sedikit pemotor terpaksa turun dan mendorong kendaraannya untuk melewati bantalan rel. Sementara, pengendara mobil begitu melindas rel harus pelan karena kondisi jalannya rusak. “Dampaknya, laju kendaraan dari lokasi ke arah Bogor maupun Sukabumi menjadi padat merayap,” terangnya.

Sementara itu salah satu pengguna jalan, Sahrul (24) mengeluhkan hal seruap, kondisi jalan seperti ini selain membahayakan, juga membuat pengendara yang melintas harus menurunkan kecepatannya dan terjadilah macet di area lokasi. “Bahaya juga sih, semoga saja cepat teratasi,” pungkasnya.

Reporter: Ifan
Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Terima Aset Rampasan KPK Rp1,94 Miliar, Bupati Sukabumi: Ini Amanah
Buaya 70 Kg Terjerat Jaring di Sungai Cibubuay, Warga Simpenan Sebut Ada Buaya Kedua
Dikenal Kerap Isi Pengajian, Pria di Nyalindung Sukabumi Diduga Cabuli 7 Anak
Nelayan Temukan Jasad Mengapung, Ternyata Pelajar Hilang Terseret Ombak 4 Hari Lalu
Bukan Pelanggan! Sanca 3 Meter Tiba-tiba Kagetkan Pemilik Warung di Palabuhanratu 
Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!
Wabup Andreas Pantau Dampak Cuaca Ekstrem di Cicurug, Pemkab Sukabumi Perkuat Penanganan
Pelantikan PWI Jabar, KDM Tekankan Peran Pers Perangi Hoaks

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:55 WIB

Terima Aset Rampasan KPK Rp1,94 Miliar, Bupati Sukabumi: Ini Amanah

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Dikenal Kerap Isi Pengajian, Pria di Nyalindung Sukabumi Diduga Cabuli 7 Anak

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Nelayan Temukan Jasad Mengapung, Ternyata Pelajar Hilang Terseret Ombak 4 Hari Lalu

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Bukan Pelanggan! Sanca 3 Meter Tiba-tiba Kagetkan Pemilik Warung di Palabuhanratu 

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!

Berita Terbaru