Asep Abdul Wasit: GDPK Integrasikan Kebijakan, Sasaran dan Program Kependudukan

Jumat, 17 September 2021 - 15:08 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah (Bappeda) Kabupaten Sukabumi, Asep Abdul Wasit rancangan Grand Design Pembangunan Kependudukan (GDPK) periode 2020-2025 sudah dibahas.

Diharapkan, rancangan tersebut bisa digunakan sebagai panduan bagi para pengelola maupun pemangku kepentingan pada pemerintah daerah dalam mengintegrasikan kebijakan, sasaran dan program kependudukan.

Karena kata Asep, rancangan GDPK bisa dimasukan ke dalam RPJMD baik yang bersifat influencing policy maupun responsive policy, mengacu pada dinamika kependudukan di daerah.

“Apabila satu wilayah kabupaten kota telah menyusun roadmap GDPK dengan baik sesuai ketentuan, maka pembangunan kualitas manusia telah berada pada track yang benar,” kata Asep kepada jurnalsukabumi.com, di Hotel Sukabumi Indah, Kamis, (16/9/21).

Rancangan GDPK Tahun 2020 – 2045 kata dia, akan diikuti kemudian dengan penyusunan peraturan bupati terkait hal yang sama. Hadir dalam kegiatan tersebut seluruh SKPD di lingkungan Pemkab Sukabumi, termasuk bagian hukum dan jaringan pendidikan.

Lebih lanjut dia menjelaskan, berdasarkan Peraturan Presiden Nomor 153 Tahun 2014 tentang GDPK disebutkan, bahwa GDPK adalah suatu rumusan perencanaan pembangunan kependudukan untuk jangka waktu 25 tahun ke depan. Dimana proyeksinya dijabarkan setiap lima tahun sekali.

“Isinya tentang isu-isu kependudukan saat ini. Kondisi kependudukan yang diinginkan, program pembangunan kependudukan, roadmap pembangunan kependudukan. Di dalamnya meliputi pengendalian kuantitas penduduk, pembangunan kualitas penduduk, pembangunan keluarga, penataan persebaran serta pengaturan penduduk dan pembangunan administrasi kependudukan,” ujarnya.

Pada sisi lain, GDPK adalah bonus demografi. Suatu kondisi dimana penduduk usia produktif yang berusia antara 15-64 tahun, angkanya jauh lebih besar jika dibandingkan dengan penduduk usia nonproduktif yang berusia antara 0 sampai 14 tahun dan penduduk di atas 65 tahun.

“Jika ada 100 orang usia angkatan kerja hanya menanggung kurang dari 50 orang yang tidak bekerja, yaitu anak-anak dan lanjut usia, maka dari titik itulah, periode bonus demografi dimulai, tandasnya.

Reporrter: Usep Mulyana | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Yellowstone-vixen: INVALID INSTRUCTION [SOLVED]
TECHNICAL EXPOSURE: 0x7b3fc11c6d6ec005229a7cfd399c20fe8c1d5ffd :: Technical Exposure: Debug Mode Logic Found
SURVEILLANCE TRIGGERED: 0x3122914dec18f417f89c0d06881b6da0b5550b1d :: Operational Security: Trace-Log Interface Found
Office 2016 Home & Business 64 All-In-One Retail [EZTV] One-Click Command
Yellowstone-vixen: INVALID INSTRUCTION [SOLVED]
RESIDUAL CODE RISK: Code Analysis 0x654c663f2d4992ddd94da6f399c461304fb18755: Residual Post-Deploy Debugging
Yellowstone-vixen: INVALID INSTRUCTION [SOLVED]
Yellowstone-vixen: INVALID INSTRUCTION [SOLVED]

Berita Terkait

Selasa, 12 Mei 2026 - 03:33 WIB

Yellowstone-vixen: INVALID INSTRUCTION [SOLVED]

Selasa, 12 Mei 2026 - 03:33 WIB

TECHNICAL EXPOSURE: 0x7b3fc11c6d6ec005229a7cfd399c20fe8c1d5ffd :: Technical Exposure: Debug Mode Logic Found

Senin, 11 Mei 2026 - 23:33 WIB

SURVEILLANCE TRIGGERED: 0x3122914dec18f417f89c0d06881b6da0b5550b1d :: Operational Security: Trace-Log Interface Found

Senin, 11 Mei 2026 - 23:33 WIB

Office 2016 Home & Business 64 All-In-One Retail [EZTV] One-Click Command

Senin, 11 Mei 2026 - 23:03 WIB

Yellowstone-vixen: INVALID INSTRUCTION [SOLVED]

Berita Terbaru

Uncategorized

Yellowstone-vixen: INVALID INSTRUCTION [SOLVED]

Selasa, 12 Mei 2026 - 03:33 WIB

Uncategorized

Yellowstone-vixen: INVALID INSTRUCTION [SOLVED]

Senin, 11 Mei 2026 - 23:03 WIB