Mengandung Gas Beracun, Penambang Tewas di Bekas Galian Lobang Ciemas

Selasa, 24 Agustus 2021 - 18:58 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Nahas, Surya (30) warga Kampung Cikanteh RT. 02/10, Desa Mekarkaya, Kecamatan Ciemas, Kabupaten Sukabumi, dikabarkan tewas di galian bekas tambang emas, sekira pukul 09.00 WIB, Selasa (24/08/2021).

Kematian pria yang berprofesi sebagai penambang tersebut akibat menghirup gas beracun saat di dalam lobang bekas tambang emas yang tak jauh dari tempat tinggalnya.

“Korban telah diingatkan beberapa kali, jangan masuk ke lobang tersebut sebelum blower angin dihidupkan. Saat blower angin baru dinyalakan, sekitar 5 menit korban langsung masuk kedalam, lalu setelah 20 menit korban tak kunjung keluar. Dan saat dilihat, dia sudah mengambang di bawah lobang dengan kedalaman 15 meter,” kata salah satu saksi di Tempat Kejadian Perkara (TKP) Mamat (52).

Kemudian ia menjelaskan, setelah mengetahui kejadian tersebut langsung meminta bantuan kepada warga dan melaporkan kepada Aparat Polsek Ciemas.

“Kami tidak bisa mengeluarkan korban, terlebih ditakutkan masih ada gas beracunnya,” jelasnya Mamat.

Sementara itu, Kapolsek Ciemas Polres Sukabumi melalui Kanit Reskrim Aiptu Fery S mengungkapkan, usai menerima laporan polisi langsung ke lokasi dan berkoordinasi dengan unsur Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcam) untuk mengevakuasi korban.

“Saat evakuasi, kurang lebih memakan waktu 30 menit. Dimulai dengan menggunakan 3 alat blower penghisap gas beracun, lalu setelah dinyatakan aman baru mengangakat korban,” jelasnya.

Masih kata Fery, korban langsung dibawa kerumah duka yang tidak jauh jarak antara bekas lokasi tambang itu dengan rumahnya. Setiba di sana, pihak keluarga menolak untuk dilakukan otopsi dan atau visum ET revertum.

“Ya keluarga menolak otopsi dan disertai surat terlampir serta kejadian tersebut sudah dianggap musibah dan tidak ada unsur kesengajaan,” tandasnya.

Reporter: Azis Ramdhani | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Pohon Beringin Puluhan Tahun di SMAN 1 Cicurug Tumbang, 12 Kendaraan Tertimpa
Hujan Angin Kencang Rusak SMPN 2 Cicurug, 8 Ruangan Terdampak
Roda Pikap Pengangkut Sayur Lepas di Depan RSUD Sekarwangi, Lalu Lintas Tersendat
Temuan Mayat di Bawah Tol Bocimi Gegerkan Warga Ciambar
Warga Nagrak Meregang Nyawa di Dalam Sumur
Tragis! Ayah dan Anak Meninggal dalam Kecelakaan Tunggal di Panenjoan Ciemas
DLH Ikut Turun ke Lokasi Tambang Simpenan, Tailing Dam Jadi Bagian yang Dikaji
DPRD Soroti Aktivitas Tambang di Simpenan, Perusahaan Diminta Hentikan Kegiatan Sementara

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 30 September 2026 - 19:53 WIB

Pohon Beringin Puluhan Tahun di SMAN 1 Cicurug Tumbang, 12 Kendaraan Tertimpa

Rabu, 30 September 2026 - 17:38 WIB

Hujan Angin Kencang Rusak SMPN 2 Cicurug, 8 Ruangan Terdampak

Rabu, 30 September 2026 - 16:44 WIB

Roda Pikap Pengangkut Sayur Lepas di Depan RSUD Sekarwangi, Lalu Lintas Tersendat

Selasa, 29 September 2026 - 18:10 WIB

Temuan Mayat di Bawah Tol Bocimi Gegerkan Warga Ciambar

Selasa, 29 September 2026 - 18:07 WIB

Warga Nagrak Meregang Nyawa di Dalam Sumur

Berita Terbaru