Kobaran Api Dekati Kawasan Gunung Jayanti, Petugas Berjibaku Padamkan Kebakaran Lahan

Minggu, 23 Agustus 2026 - 16:32 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kepulan asap tebal terlihat membubung dari kawasan sekitar Gunung Jayanti, Palabuhanratu, Kabupaten Sukabumi, Minggu (23/8/2026). Asap tersebut ternyata berasal dari kebakaran lahan di kawasan kebun dekat Perumahan Taman Sari.

Warga sekitar, Muhammad Fikri Fauzi, mengaku awalnya hanya melihat gumpalan asap tebal dari arah kawasan tersebut. Setelah diperhatikan, asap ternyata berasal dari lahan yang terbakar.

“Awalnya saya melihat gumpalan asap tebal di seputaran Gunung Jayanti. Tidak lama kemudian diketahui ternyata ada kebakaran di sekitar kebun dekat Perumahan Taman Sari,” ujar Fikri.

Kebakaran tersebut terjadi di Kampung Batusapi, kawasan cagar alam, Kelurahan Palabuhanratu, Kecamatan Palabuhanratu.

Petugas Damkar Posko Palabuhanratu, Erik, mengatakan laporan kebakaran diterima pada pukul 14.24 WIB. Petugas kemudian tiba di lokasi sekitar tujuh menit kemudian, tepatnya pukul 14.31 WIB.

Objek yang terbakar merupakan lahan berupa alang-alang dan area kebun. Hingga kini penyebab kebakaran masih belum diketahui.

“Penyebab kebakaran belum diketahui,” kata Erik.

Namun, upaya pemadaman menghadapi kendala medan. Lokasi kebakaran tidak dapat dijangkau langsung kendaraan pemadam sehingga petugas harus melakukan penanganan secara manual.

Hingga sekitar pukul 16.00 WIB, api masih merambah bagian kebun. Kondisi lahan yang kering membuat api relatif mudah menjalar.

Kondisi tersebut menjadi perhatian karena lokasi kebakaran berada di kawasan yang berdekatan dengan Gunung Jayanti. Terlebih, jika angin bertiup kencang, kobaran api dikhawatirkan bergerak semakin luas menuju kawasan gunung.

“Petugas masih melakukan upaya pengendalian api secara manual untuk mencegah kobaran meluas,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Buaya 70 Kg Terjerat Jaring di Sungai Cibubuay, Warga Simpenan Sebut Ada Buaya Kedua
Nelayan Temukan Jasad Mengapung, Ternyata Pelajar Hilang Terseret Ombak 4 Hari Lalu
Bukan Pelanggan! Sanca 3 Meter Tiba-tiba Kagetkan Pemilik Warung di Palabuhanratu 
Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!
Wabup Andreas Pantau Dampak Cuaca Ekstrem di Cicurug, Pemkab Sukabumi Perkuat Penanganan
Puluhan Rumah Rusak, Wabup Andreas Bakal Temui Warga Terdampak di Cicurug
Jalur Air Warga Ditutup Urugan, Kekhawatiran Banjir Mengintai Kampung Mariuk Simpenan 
Soal Lahan Parkir Pasar Palabuhanratu Bergolak, Ini Sikap Masing-masing Pihak!

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:35 WIB

Buaya 70 Kg Terjerat Jaring di Sungai Cibubuay, Warga Simpenan Sebut Ada Buaya Kedua

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Nelayan Temukan Jasad Mengapung, Ternyata Pelajar Hilang Terseret Ombak 4 Hari Lalu

Senin, 5 Oktober 2026 - 14:33 WIB

Bukan Pelanggan! Sanca 3 Meter Tiba-tiba Kagetkan Pemilik Warung di Palabuhanratu 

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!

Minggu, 4 Oktober 2026 - 14:22 WIB

Wabup Andreas Pantau Dampak Cuaca Ekstrem di Cicurug, Pemkab Sukabumi Perkuat Penanganan

Berita Terbaru