JURNALSUKABUMI.COM – Matahari mulai condong ke Barat, menyebarkan cahaya keemasan yang menyinari hamparan sawah yang kini mengering dan tampak retak-retak tak berair. Namun di bawah langit jingga yang perlahan berubah warna, suasana tampak begitu hidup dan ceria terdengar suara riak anak-anak.
Angin sore berhembus lembut terasa ke bulu roma, membawa kesegaran di sela panas tanah yang mulai mendingin.
Di atas lahan yang luas dan terbuka itu, puluhan anak-anak Kampung Bojong, Desa Cipanengah, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi, tampak berlarian dengan riang dengan pandangan ke arah langit. Sementara tangan kecil mereka lincah memainkan benang yang terulur ke angkasa.
“Seru dan inilah keseharian kami, terlebih memasuki musim layang-layang,” singkat Ridzwan (10) bocah polos yang masih di bangku SD itu.
Layangan tampak menari-nari tinggi di awan, menyambut senja. Cahaya matahari yang makin meredup, memantulkan rona kemerahan yang menyatu dengan semangat mereka. Suara tawa riuh terdengar bersahutan, memecah kesunyian ladang sawah yang sunyi.
Perlahan langit berubah tak lagi biru, dan bayangan mereka makin memanjang di atas tanah kering. Satu per satu benang mulai digulung kembali menarik layangan menari dilangit. Anak-anak berjalan pulang dengan langkah ringan, meninggalkan ladang yang kini kembali sepi, namun membawa kenangan manis sore yang penuh warna dan kebahagiaan riang.
“Waktunya pulang, emak sudah memanggil,” tutup Ridzwan dengan pipi yang mulai memerah.
Reporter: Idris Andriansah | Redaktur: Ujang Herlan











