Bayar SPP Pakai Sampah, Inovasi TK Kuttab Al-Fatih Simpenan Raih Pengakuan Tingkat Jabar

Sabtu, 25 Juli 2026 - 10:00 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Berangkat dari sebuah majelis taklim di pelosok Desa Loji, Kecamatan Simpenan, Kabupaten Sukabumi, sebuah gagasan sederhana berhasil mengantarkan Anwar Syapei meraih Juara II Pemuda Pelopor Tingkat Provinsi Jawa Barat 2026 Bidang Pendidikan.

Founder sekaligus Kepala Sekolah TK Kuttab Al-Fatih Simpenan itu dinilai berhasil menghadirkan inovasi pendidikan melalui program Sakola Dibayar Sampah (SADIS), sebuah konsep yang mengubah sampah plastik menjadi “biaya sekolah” sehingga anak-anak tetap bisa memperoleh pendidikan usia dini tanpa terbebani biaya SPP.

Ajang yang digagas Dinas Pemuda dan Olahraga (Dispora) Provinsi Jawa Barat tersebut diikuti perwakilan dari seluruh kabupaten dan kota di Jawa Barat. Setelah melalui tahapan seleksi, wawancara, hingga fact finding, Anwar berhasil mengharumkan nama Kabupaten Sukabumi dengan meraih posisi kedua pada bidang pendidikan.

Anwar menjelaskan, lahirnya TK Kuttab Al-Fatih berawal dari gagasan yang ia teliti saat menyusun skripsi mengenai pengaruh kurikulum Kuttab terhadap karakter peserta didik di Madrasah Kuttab Al-Fatih Depok.

Ide tersebut kemudian diwujudkan dengan mendirikan sekolah di Kampung Leuwi Gadog, RT 13 RW 06, Desa Loji. Pada masa awal berdiri, kegiatan belajar mengajar bahkan masih menumpang di Majelis Taklim Masjid Al Muminun dengan dukungan tokoh masyarakat setempat.

“Sejak awal, sekolah tersebut mengusung konsep Sekolah Gratis Berkualitas. Namun, yang membedakannya dengan sekolah lain adalah lahirnya program SADIS (Sakola Dibayar Sampah),” kata Anwar, Sabtu (25/7/2026).

Melalui program itu, peserta didik tidak membayar SPP menggunakan uang. Sebagai gantinya, mereka membawa sampah plastik bekas yang dikumpulkan dari lingkungan sekitar maupun sisa kemasan jajanan dan disetorkan setiap satu minggu sekali sebagai bentuk infak sekaligus kepedulian terhadap lingkungan.

“Program tersebut tidak hanya membuka akses pendidikan bagi keluarga, tetapi juga membangun kebiasaan anak mengenal kebersihan lingkungan sejak usia dini,” tuturnya.

Perjalanan TK Kuttab Al-Fatih pun terus berkembang. Seiring waktu, sekolah tersebut memperoleh bantuan revitalisasi dari pemerintah pusat berupa pembangunan satu ruang kelas baru serta fasilitas toilet yang ramah anak dan penyandang disabilitas.

Prestasi yang diraih Anwar menjadi bukti bahwa inovasi pendidikan tidak selalu lahir dari sekolah besar dengan fasilitas lengkap.

Dari sebuah sekolah kecil di wilayah selatan Sukabumi, lahir gagasan yang memadukan pendidikan, kepedulian sosial, dan pelestarian lingkungan hingga mendapat pengakuan di tingkat Provinsi Jawa Barat.

“Melalui program SADIS, TK Kuttab Al-Fatih memperlihatkan bahwa sampah yang selama ini dianggap tidak bernilai dapat menjadi jalan agar anak memperoleh pendidikan yang berkualitas,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Bagian Dari Program TJSL, Pemkab Sukabumi Terima Bantuan Obat Anti TBC Dari Indofarma
RSUD Sekarwangi Belum Terima Juknis Layanan Berobat Tanpa BPJS
Porsi MBG Berkurang, Koordinator Nagrak Klaim Sesuai Validasi Data NPSN 
Empat Tahun Longsor, Jalan Bojongkopi Mulai Dibangun Berkat Dorongan Dewan Teddy
TMMD ke-130 Resmi Dibuka di Ciemas, Jalan 2 Kilometer Jadi Sasaran Utama
Lapang Sekarwangi Cibadak Ditata Rp4,7 Miliar, Ornamen Nayor Jadi Ikon
Menaker Buka Pelatihan TMT ABT Batch 2, Targetkan Perluasan Kesempatan Kerja di Sukabumi
RSUD Sekarwangi Jadi Lokasi Layanan KB Mantap, Bupati Sukabumi Lakukan Monitoring

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 15 Oktober 2026 - 14:46 WIB

Bagian Dari Program TJSL, Pemkab Sukabumi Terima Bantuan Obat Anti TBC Dari Indofarma

Rabu, 14 Oktober 2026 - 11:03 WIB

Porsi MBG Berkurang, Koordinator Nagrak Klaim Sesuai Validasi Data NPSN 

Selasa, 13 Oktober 2026 - 18:39 WIB

Empat Tahun Longsor, Jalan Bojongkopi Mulai Dibangun Berkat Dorongan Dewan Teddy

Selasa, 13 Oktober 2026 - 15:00 WIB

TMMD ke-130 Resmi Dibuka di Ciemas, Jalan 2 Kilometer Jadi Sasaran Utama

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:08 WIB

Lapang Sekarwangi Cibadak Ditata Rp4,7 Miliar, Ornamen Nayor Jadi Ikon

Berita Terbaru

Religi

BAZNAS Kabupaten Sukabumi Bawa Pulang Penghargaan Nasional

Jumat, 16 Okt 2026 - 12:22 WIB