Produksi Gula Semut di Ciracap Makin Kesohor, Distan Sebut Hal Ini

Jumat, 24 Juni 2022 - 21:53 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sukabumi melalui UPTD Pertanian Wilayah Jampangkulon mengaku, terus membantu mengembangkan produk gula semut kelapa organik serta gula semut aren organik.

Kepala UPTD Pertanian Wilayah Jampangkulon, Yaya Kuswaya mengatakan, ada sekitar 200 pohon kelapa dan ratusan pohon aren di wilayah kerja UPTD Pertanian Jampangkulon yang dijadikan bahan baku gula semut tersebut.

“Sejak dua tahun lalu, kelompok tani (Poktan) Warungwaru, Desa Purwasedar, Kecamatan Ciracap telah memproduksi air nira kelapa dan air nira aren menjadi gula semut organik,” ujarnya Jumat (24/06/2022).

Kini, salah satu produksinya yakni gula semut organik Mang Pendi. Bahkan, sudah menggunakan kemasan ekonomis isi 250 gram dengan harga Rp 10 ribu yang bisa dijangkau oleh konsumen.

“Selain itu produknya sudah diekspor ke negara Eropa seperti Belanda,” jelas Yaya.

Perlu diketahui, Produksi Gula Semut asal Kampung Pasir Gancleng, Desa Cikangkung, Kecamatan Ciracap, Kabupaten Sukabumi, mampu menunjukkan kelasnya sebagai ikon produk lokal di Mancanegara.

Sebab, keunggulan produk Gula Semut ini sudah membuktikan lolos dari ketatnyanya pasar kelas dunia di belahan Eropa seperti Belanda, Inggris dan Jerman. Hal ini tentunya merupakan prestasi membanggakan khususnya bagi warga Kabupaten Sukabumi.

Pencapaiannya pun sudah barang tentu tidak tercipta dalam satu malam. Melainkan, membutuhkan proses panjang yang menguras emosi, materi, tenaga dan pikiran melalui serangkaian penelitian yang cukup lama.

Pemilik pabrik pengolahan Gula Semut, Rismayadi (45) mengatakan, usaha ini sudah digelutinya sejak tahun 2017. Bahkan, selama tiga tahun lalu itu kerap dihadapkan kegagalan. Berkat tekad dan usaha kerasnya, kini mampu mengahsilkan produk yang cocok di berbagai negara luar.

“Mengalami trail and error selama 3 tahun. Bahkan kerap dihadapi pahit asamnya kegagalan. Tahun 2019, melalui tim produksi dan pendampingan penyuluh internal, akhirnya kami menemukan komposisi yang sesuai dengan citarasa yang diinginkan,” tutup Rismayadi.

Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Hergun Soroti Realisasi PNBP ATR/BPN yang Baru 39,74 Persen, Pertanyakan Anomali Data Layanan
Pemkab Sukabumi Perkuat Layanan Publik, 95 Pejabat Fungsional Resmi Dilantik
DLH Prioritaskan Sampah di Jalan Protokol, Bupati Minta Pasukan Kuning Maksimalkan Layanan
Wabup Sukabumi Dorong UMKM Manfaatkan Teknologi untuk Perluas Pasar
Bursa Calon Ketua PK KNPI Cibadak Memanas, Sejumlah Nama Mulai Muncul
Antar Bintang Tamansari Menang, Aksi Kaula dan Sigit Guncang Lapangan Voli Desa Jayanti
Sikapi Polemik BGN, Heri Gunawan: Perbaiki Tata Kelola MBG, Jangan Ambil Langkah Keliru
Pengurus HMI Cabang Sukabumi Resmi Dilantik, Ade Roni Siapkan Program Strategis ke Depan

Berita Terkait

Rabu, 1 Juli 2026 - 18:23 WIB

Hergun Soroti Realisasi PNBP ATR/BPN yang Baru 39,74 Persen, Pertanyakan Anomali Data Layanan

Rabu, 1 Juli 2026 - 14:01 WIB

Pemkab Sukabumi Perkuat Layanan Publik, 95 Pejabat Fungsional Resmi Dilantik

Rabu, 1 Juli 2026 - 13:55 WIB

DLH Prioritaskan Sampah di Jalan Protokol, Bupati Minta Pasukan Kuning Maksimalkan Layanan

Senin, 29 Juni 2026 - 14:15 WIB

Wabup Sukabumi Dorong UMKM Manfaatkan Teknologi untuk Perluas Pasar

Senin, 29 Juni 2026 - 12:33 WIB

Bursa Calon Ketua PK KNPI Cibadak Memanas, Sejumlah Nama Mulai Muncul

Berita Terbaru