Distan Dukung Pengembangan Singkong Balai Besar Litbang Pasca Panen Pertanian

Rabu, 8 Juni 2022 - 12:45 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Pertanian (Distan) Kabupaten Sukabumi mendukung penuh pengembangan singkong atau ubi kayu yang dilakukan Balai Besar Penelitian dan Pengembangan (Litbang) Pasca Panen Pertanian Kementerian Pertanian RI.

Singkong atau ubi kayu yang dapat diolah menjadi chips itu memiliki nilai ekonomi tinggi bila sudah berubah bentuk menjadi tepung pregel. Hal itu terungkap dalam Workshop Pengembangan Tepung Ubi Kayu di Aula Dinas Pertanian Kabupaten Sukabumi.

“Kami menyambut baik dan siap memberikan bantuan untuk kelancaran program ini. Intinya kami siap bersinergi untuk menyejahterakan petani dan memanfaatkan potensi pertanian Kabupaten Sukabumi,” ujar Sekretaris Distan Kabupaten Sukabumi, Denis Eriska, Rabu (08/06/2022).

Sementara itu, Peneliti Puslitbang Tanaman Pangan Kementerian Pertanian RI, Dr. Nuning Agro Subekti menjelaskan dirinya sudah melakukan penelitian wilayah di kabupaten sukabumi terkait singkong.

“Kami sudah dua tahun melakukan penelitian ubi kayu di Girijaya, Nagrak. Ubinya bagus, hanya saja masih dijual dalam bentuk ubi segar. Sehingga tidak ada tambahan penghasilan lebih buat petani,” terang Dr. Nuning Agro Subekti.

Ia mengatakan, produksi ubi kayu di Kabupaten Sukabumi masih belum maksimal. Penjualan ubi secara langsung kepada offtaker hanya sekitar 2 ribu hingga 3 ribu rupiah per kilogram. Namun, katanya, nilainya akan sangat tinggi jika dijual dalam bentuk rajangan kering atau chips sebagai bahan baku tepung pregel.

“Kalau dijual dalam bentuk chips itu bisa menjadi 55 ribu rupiah per kilogram. Apalagi riset kami didukung dari hulu sampai hilir dengan adanya offtaker. Kita juga sedang mengurus sertifikat SNI karena tepung pregel ini akan digunakan untuk substitusi pangan. Sehingga harus terstandar. Importir juga sudah minta untuk ke China,” jelasnya.

Pregelatinisasi, kata Nuning, merupakan proses pengolahan tepung dari ubi kayu dengan cara dipanaskan dengan suhu tertentu sehingga berubah menjadi gel. Olahan tepung pregel bisa untuk aneka makanan, seperti pasta, nugget, lasagna, dan lain sebagainya.

Sejauh ini pembuatan tepungnya belum efisien jika dilakukan oleh petani karena membutuhkan infrastruktur dan terstandar karena untuk pangan. Protein tepung pregel ini hanya 3 persen dan zero gluten. Sehingga lebih ramah untuk yang alergi gluten dan anak-anak berkebutuhan khusus.

“Saat ini kita baru bisa produksi 500 kilogram per hari, tapi importir minta 40 ton per hari. Itu yang harus kita kejar,” tandasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

KONI Kota Sukabumi Pantang Menyerah, Atlet Tetap Diberangkatkan ke Porprov Meski Anggaran Tak Pasti
DPPKB: Kampung KB Desa Kalibunder Jadi Pusat Perubahan
APPMBGI Sukabumi Tegaskan Temuan MBG Bukan Kegagalan, Tapi Proses Pembenahan Sistem
Pisah Sambut Dandim 0607, Wabup Sukabumi Perkuat Sinergi TNI dan Pemda
PEPABRI Kota Sukabumi Gaungkan Semangat Persatuan di Momen HUT PERIP
Dukung PSN Tol Bocimi Seksi 3, Sinergi CV Alfarizky dan Warga Gunungguruh Tuai Apresiasi
Spirit Palabuhanratu: Mengawal MBG sebagai Jalan Kedaulatan Ekonomi dan Investasi Langit Sukabumi
Sulap Pekarangan Jadi Sumber Pangan, Sukabumi Factory Ajari Warga Bertani

Berita Terkait

Jumat, 15 Mei 2026 - 13:23 WIB

KONI Kota Sukabumi Pantang Menyerah, Atlet Tetap Diberangkatkan ke Porprov Meski Anggaran Tak Pasti

Kamis, 14 Mei 2026 - 20:44 WIB

DPPKB: Kampung KB Desa Kalibunder Jadi Pusat Perubahan

Kamis, 14 Mei 2026 - 10:50 WIB

APPMBGI Sukabumi Tegaskan Temuan MBG Bukan Kegagalan, Tapi Proses Pembenahan Sistem

Kamis, 14 Mei 2026 - 09:06 WIB

Pisah Sambut Dandim 0607, Wabup Sukabumi Perkuat Sinergi TNI dan Pemda

Rabu, 13 Mei 2026 - 16:33 WIB

PEPABRI Kota Sukabumi Gaungkan Semangat Persatuan di Momen HUT PERIP

Berita Terbaru

OPINI

Pesta Babi, Animal Farm, dan Cermin Masa Depan Bangsa

Minggu, 17 Mei 2026 - 10:55 WIB

OPINI

Pelemahan Rupiah dan Mendesaknya Penetapan RUU Migas

Sabtu, 16 Mei 2026 - 12:57 WIB