JURNALSUKABUMI.COM – Jurnalis memiliki tugas dan tanggung jawab mengabarkan segala informasi, termasuk informasi terkait upaya mitigasi bencana kepada masyarakat terutama di fase kesiapsiagaan
Hal tersebut disampaikan Apit Haeruman Ketua Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Sukabumi di sela mengisi acara kegiatan pesantren Kilat (Sanlat) yang dilaksanakan di Masjid Jami Nurul Hidayah Kecamatan Baros Kota Sukabumi
Menurut Apit dalam meliput bencana alam harus menjaga sopan santun, etika, dan empati pada korban saat meliput di lokasi bencana. Dalam peliputan bencana alam, menurutnya, tugas jurnalis adalah menggali, mendapatkan, dan menyebarkan informasi yang terverifikasi dari lokasi bencana terutama tentang jaminan hidup, keamanan, dan optimisme penanganan dari pemerintah untuk penyintas, serta informasi keluarga.
“Sajikan informasi yang akurat dan dapat dipertanggungjawabkan menjadi rujukan bagi pemerintah untuk mengambil keputusan tepat dalam penanganan bencana,” kata Apit
Jurnalis juga diharapkan ikut mengawasi dan mengawal kebijakan pemerintah dalam upaya penanganan bencana sehingga efektif dan tepat sasaran
Dalam kegiatan Sanlat tersebut diikuti sekitar 70 peserta yang dengan antusias mendengarkan sajian materi dan praktek tentang kesiapsiagaan
Seperti diinformasikan sebelumya, Palang Merah Indonesia (PMI) Kota Sukabumi bersama Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Korda Sukabumi tengah menggelar Pesantren Kilat (SANLAT) Siaga Bencana secara roadshow dibeberapa lokasi Pesantren yang ada di Kota Sukabumi
Kegiatan Pesantren Kilat Siaga Bencana ini merupakan dalam rangka menyambut rangkaian Hari Kesiapsiagaan Bencana (HKB) 2022 dan mengisi kegiatan bulan suci ramadhan tahun ini
Dalam pelaksanaannya PMI Kota Sukabumi mengerahkan personil Relawan Korps sukarela (KSR) yang akan menjadi fasilitator dalam kegiatan diatas.
Redaktur: Mohammad Noor












