JURNALSUKABUMI.COM – Dinas Pariwisata (Dispar) Kabupaten Sukabumi menyebut gelombang tinggi terjadi di sejumlah perairan Sukabumi pada tanggal 6-9 Februari 2022.
Hal tersebut berdampak pada sektor pariwisata, baik wisatawan maupun para penguasa yang berada di pesisir. Sehingga bagi wisatawan agar lebih mewaspadai adanya gelombang tinggi tersebut.
“Himbauan untuk para wisatawan dan para pedagang di Pesisir Pantai Selatan untuk lebih meningkatkan kewaspadaan, jadi wisatawan agar mawas diri dalam mengantisipasi cuaca ekstrem ini,” kata Kadispar Kabupaten Sukabumi, Sigit Widarmadi kepada jurnalsukabumi.com, Minggu (6/2/2022).
Gelombang tinggi ini, kata Sigit, disampaikan Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) yang disebabkan oleh tingginya kecepatan angin di sejumlah wilayah di Indonesia.
“Selain mewaspadai tentang cuaca ekstrem, para wisatawan pun tetap harus menerapkan protokol kesehatan, agar tidak terjadi penularan baru di objek wisata,” imbuhnya.
Sementara itu, Kepala Instruktur DPD Balawista Jawa Barat, Asep Edom Saepuloh menjelaskan gelombang tinggi yang menerjang wilayah selatan bakal terjadi tiga hari ke depan.
“Sekira 4 hari ini ke depan, ini hari pertama ombak cukup besar ada kemungkinan akan seperti ini terus bahkan lebih besar lagi,” terangnya.
Ia memprediksi ketinggian ombak tersebut mencapai 3 meter, karena adanya dorongan dari angin yang datang dari tengah laut.
“Kemarin informasi 2-3 meter ketinggian, klo memang ada dorongan angin, cuaca, ombak tersebut bisa lebih tinggi lagi,” tandasnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

















