Sejumlah PKL di Pamuruyan Cibadak Mulai Bongkar Lapak Sendiri

Minggu, 10 Oktober 2021 - 16:44 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Sejumlah Pedagang Kali Lima (PKL) yang berada di sepanjang jalur protokol Desa Pamuruyan, Kecamatan Cibadak, Kabupaten Sukabumi, akan dibongkar Senin (10/10/2021) besok.

Hal tersebut sesuai surat peringatan yang dilayangkan dari Pemerintah KecamatanĀ  Cibadak kepada para pemilik PKL pada tanggal 24 September 2021 lalu.

Pantauan jurnalsukabumi.com, Minggu (10/10/2021) sekira pukul 14.00 WIB, kurang lebih ada 10 PKL memilih melakukan pembongkaran dan mengangkut barang dagangannya sendiri di lokasi.

Danu Nugraha (22) salah seorang PKL mengatakan, dirinya mengaku mengadu nasib berjualan di lokasi tersebut sudah sekitat 4-5 bulan. Namun, dikarenakan ada imbauan dari pemerintah terpaksa membongkar sendiri.

“Saya mendirikan lapak hanya ikut-ikut orang lain. Dan tidak tau kalau lokasi ini tidak diperbolehkan dagang,” ujarnya.

Danu meminta, pemerintah kecamatan atau kabupaten bisa mencari solusi untuk relokasi tempat baru agar bisa kembali beraktivitas.

“Sedih tentu ada, tapi mau gimana lagi. Ya, mudah-mudahan ada lokasi baru agar kami bisa berjualan kembali,” ucapnya.

Dihubungi terpisah, Kepala Desa Pamuruyan, Rudi Hardiansyah membenarkan akan adanya pembongkaran PKL yang berada di wilayahnya tersebut. Hal itu sesuai dengan surat yang dilayangkan dari mulai surat peringatan ke-1, 2 dan 3 oleh Forum Komunikasi Pimpinan Kecamatan (Forkopimcan) Cibadak.

“Ada beberapa PKL memilih untuk membongkar dan mengangkut barang dagangannya sendiri. Mereka sadar, bahwa lokasi tersebut memang bukan untuk area dagang,” sambungnya.

Akan tetapi kata Rudi, pihaknya akan berusaha melakukan langkah-langkah untuk merelokasi para PKL ke tempat yang lebih aman dan nyaman.

“Kami pun berharap pada waktunya pembongkaran agar para pedagang bisa kondusif dan mendukung langkah-langkah pemerintah,” imbuhnya.

Sementara itu, Camat Cibadak Lesto Rosadi menjelaskan, pihaknya akan melakukan peninjauan ke lokasi pada hari Senin (11/10/2021) besok bersama petugas lainnya.

“Sesuai surat keputusan bahwa Senin besok area sudah dalam keadaan kosong. Saya akan meninjau ke lokasi,” singkatnya.

Reporter: Eman Sulaeman | Redaktur | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Terima Aset Rampasan KPK Rp1,94 Miliar, Bupati Sukabumi: Ini Amanah
Buaya 70 Kg Terjerat Jaring di Sungai Cibubuay, Warga Simpenan Sebut Ada Buaya Kedua
Dikenal Kerap Isi Pengajian, Pria di Nyalindung Sukabumi Diduga Cabuli 7 Anak
Nelayan Temukan Jasad Mengapung, Ternyata Pelajar Hilang Terseret Ombak 4 Hari Lalu
Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!
Pelantikan PWI Jabar, KDM Tekankan Peran Pers Perangi Hoaks
Tegaskan Arahan KDM, Aktivitas Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Disidak
Purwasari Diterpa Cuaca Ekstrem, 52 Rumah Rusak dan 9 Pohon Tumbang

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:55 WIB

Terima Aset Rampasan KPK Rp1,94 Miliar, Bupati Sukabumi: Ini Amanah

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:35 WIB

Buaya 70 Kg Terjerat Jaring di Sungai Cibubuay, Warga Simpenan Sebut Ada Buaya Kedua

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Dikenal Kerap Isi Pengajian, Pria di Nyalindung Sukabumi Diduga Cabuli 7 Anak

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Nelayan Temukan Jasad Mengapung, Ternyata Pelajar Hilang Terseret Ombak 4 Hari Lalu

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!

Berita Terbaru