JURNALSUKABUMI.COM – Pemerintah Desa Bojonggaling, Kecamatan Bojonggenteng, Kabupaten Sukabumi melakukan terobosan baru dengan menyulap tanah Desa menjadi lahan sayuran, Kamis (29/07/21).
Tanah dengan luas 2000 meter milik Pemerintah Desa Bojonggaling ini sudah delapan bulan ditanami pohon cabe sebanyak 2500 pohon yang tumbuh. Cabe tersebut dipanen setiap lima hari sekali dengan hasil 15 kilogram, dari hasil panen langsung dijual pada tengkulak yang membutuhkan.
“Puluhan ribu pohon Cabe ini saya tanam sejak masa pandemi virus Covid-19 menyerang. Pohon cabe sebanyak 2500 pohon yang tumbuh, cabe tersebut dipanen setiap lima hari sekali dengan hasil panen 15 kilogram,” kata Kades Bojonggaling Eman Sulaeman kepada jurnalsukabumi.com.
Ribuan pohon Cabe ini inisiatif dari Pemerintah Desa Bojonggaling selain menghasilkan untuk Pendapatan Asli Desa (PAD) penanaman pohon cabe juga memanfaatkan lahan kosong. mengingat manfaat cabe selain berkhasiat untuk mengurangi resiko penyakit jantung, cabe juga berfungsi untuk meningkatkan imunitas tubuh.
“Pohon cabe ini kita jual ke tengkulak dengan harga perkilogramnya Rp. 30.000 saat panen kita kadang dapatkan 15 kilogram dan jika kita diuangkan sebanyak Rp. 700.000, tambahnya.
Reporter: Ifan | Reporter: FK Robbi












