Refleksi 2020, Kartu Tani Perlu Tambahan Layanan Manual

Kamis, 31 Desember 2020 - 18:16 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Salah satu sektor strategis yang sangat berpengaruh pada ketahanan negara di masa depan adalah sektor pertanian.

Hal ini sejalan dengan visi misi pemerintahan yang menempatkan swasembada dan ketahanan pangan menjadi prioritas pembangunan. Segudang program dalam peningkatan kesejahteraan petani pun kian diluncurkan.

Kartu Tani misalnya, sarana akses layanan perbankan terintegrasi yang berfungsi sebagai simpanan, transaksi, penyaluran pinjaman hingga kartu subsidi (e-wallet) ini sangat dirasakan besar manfaatnya.

Hanya saja, di tahun 2020 kondisi bangsa sempat diguncang akan kehadiran penyakit baru yaitu Covid-19. Satu di antaranya kondisi kelangkaan pupuk di Jawa Barat.

“Kami terus mendorong agar Pemprov Jabar bisa bersama-sama mengatasi kelangkaan pupuk ini. Apalagi, bagi petani yang belum memiliki kartu tani dan petani yang berada di daerah blankspot internet,” ujar Anggota DPRD Provinsi Jawa Barat, H. A. Sopyan BHM, Kamis (31/12/2020).

Legislator komisi II ini juga mengaku, sangat mengapresiasi program kartu tani yang diluncurkan Kementrian Pertanian (Kementan). Karena, sangat bermanfaat dan memudahkan para petani dalam memasok kebutuhan pupuk secara akurat sampai tingkat pengecer.

“Tentu sangat setuju. Segudang manfaat bisa dirasakan langsung dari kartu tani ini. Namun, untuk memaksimalkanya bagi petani yang belum memiliki kartu dan berada daerah blankspot internet perlu solusi secepatnya dengan cara manual,” terangnya.

Karena dari hasil pantauan di lapangan, kekurangan dari kartu tani ini termasuk petani yang belum masuk sistem elektronik Rencana Definitif Kebutuhan Kelompok (e- RDKK)  masih kesulitan akan pupuk ini.

“Jadi selama ini distributor dan pengecer resmi pupuk hanya jadi operator saja. Beda halnya dengan dulu, pupuk bersubsidi yang bisa kapan saja petani beli. Kami berharap Kementan juga membuka layanan secara manual,” tutup Abah sapaan akrab politikus ini.

Reporter: Cr1 | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

KDM Sebut Bisa Berobat Gratis Tanpa BPJS, DPRD Ungkap Juknis RS Belum Jelas
Dana Bagi Hasil Provinsi Turun Rp7,4 Miliar, DPRD Dorong Anggaran Fokus ke Kebutuhan Warga
Budi Azhar Minta Gubernur Segera Terbitkan Petunjuk Teknis Layanan RS Tanpa BPJS
DPRD Sukabumi Bedah Evaluasi Gubernur, Arah Belanja Perubahan APBD 2026 Kembali Dibahas
Tiga Ancaman Wilayah di HUT ke-81, Dewan Hamzah Tarik Pesan Panglima TNI ke Sukabumi
DPRD Sukabumi Mulai Bedah APBD 2027, Jawaban Pemda Bakal Dikulik di Komisi
DPRD Sukabumi Bahas Dua Raperda Strategis, Investasi dan Tirta Jaya Mandiri Jadi Perhatian
Budi Azhar Berdiri di Podium, Pembukaan UUD 1945 Dibacakan di Hari Kesaktian Pancasila

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Rabu, 14 Oktober 2026 - 13:57 WIB

KDM Sebut Bisa Berobat Gratis Tanpa BPJS, DPRD Ungkap Juknis RS Belum Jelas

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:02 WIB

Dana Bagi Hasil Provinsi Turun Rp7,4 Miliar, DPRD Dorong Anggaran Fokus ke Kebutuhan Warga

Selasa, 13 Oktober 2026 - 10:15 WIB

Budi Azhar Minta Gubernur Segera Terbitkan Petunjuk Teknis Layanan RS Tanpa BPJS

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:10 WIB

DPRD Sukabumi Bedah Evaluasi Gubernur, Arah Belanja Perubahan APBD 2026 Kembali Dibahas

Senin, 5 Oktober 2026 - 15:47 WIB

Tiga Ancaman Wilayah di HUT ke-81, Dewan Hamzah Tarik Pesan Panglima TNI ke Sukabumi

Berita Terbaru