Tak Disangka, Kades Kedaleman di Surade Huni Rumah Gubuk

Jumat, 6 November 2020 - 16:24 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Pada umumnya seorang Kepala Desa (Kades) menghuni atau memiliki rumah yang mewah dan megah hingga bertingkat. Namun berbeda tang disangka dengan Rasyid Kepala Desa Kedaleman, Kecamatan Surade yang menghuni rumah panggung dan reyot.

Saat jurnalsukabumi.com menghampiri kediaman Kades Kedaleman Rasyid, tampak rumah panggung terbuat dari kayu dan bilik, serta atap genting, rumah berwarna putih dan pagar merah muda tersebut menjadikan tempat berkumpulnya keluarga dan bercengkrama.

“Yang penting bagi saya adalah bisa menyejahterakan warga, meski banyak orang menilai bahwa rumah saya ini kurang layak. Tapi di dalamnya penuh dengan keceriaan, keterbukaan, kejujuran, dan tanggung jawab,” ungkap Rosyid, Jumat (06/11/20).

Kepala Desa Kedalrman Kecamatan Surade Rosyid

Meski demikian, Rosyid menyebut suasana dalam rumahnya dengan ungkapan luar biasa“Rumahku Adalah Surgaku”. Karena itu, memperbaiki rumah memang penting, seperti mengganti genting yang bocor, mengecat kembali warna yang pudar, memberi pagar pembatas, dan sebagainya. Namun, jauh lebih penting dari itu semua adalah memperbaiki suasana warga masyarakat.

“Biarlah saya selaku Kepala Desa tinggal di gubuk reyot ini.
Tapi masyarakat saya Desa Kedalaman harus ejahtera dalam segala bidang,” jelasnya.

Mungkin di luar sana melihat sebagai Kepala Desa pakai kendaraan, padahal kendaraan yang digunakannya adalah hasil gadai senilai Rp15 juta hasil dari kuli sebelum menjadi kdes. Guna aktivitas bersama warga.

“Tak apa-apa orang lain mau berasumsi seperti apa terhadap saya, namun inilah apa adanya.
Mengenai rumah gubuk yang Reyot bila bapak mau bantu silahkan sambil tersenyum kepada media,” cetusnya sembari tersenyum.

Reporter: Ruslan || Redaktur: FK Robbi

Berita Terkait

Terima Aset Rampasan KPK Rp1,94 Miliar, Bupati Sukabumi: Ini Amanah
Buaya 70 Kg Terjerat Jaring di Sungai Cibubuay, Warga Simpenan Sebut Ada Buaya Kedua
Dikenal Kerap Isi Pengajian, Pria di Nyalindung Sukabumi Diduga Cabuli 7 Anak
Nelayan Temukan Jasad Mengapung, Ternyata Pelajar Hilang Terseret Ombak 4 Hari Lalu
Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!
Pelantikan PWI Jabar, KDM Tekankan Peran Pers Perangi Hoaks
Tegaskan Arahan KDM, Aktivitas Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Disidak
Purwasari Diterpa Cuaca Ekstrem, 52 Rumah Rusak dan 9 Pohon Tumbang

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:55 WIB

Terima Aset Rampasan KPK Rp1,94 Miliar, Bupati Sukabumi: Ini Amanah

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:35 WIB

Buaya 70 Kg Terjerat Jaring di Sungai Cibubuay, Warga Simpenan Sebut Ada Buaya Kedua

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Dikenal Kerap Isi Pengajian, Pria di Nyalindung Sukabumi Diduga Cabuli 7 Anak

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Nelayan Temukan Jasad Mengapung, Ternyata Pelajar Hilang Terseret Ombak 4 Hari Lalu

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!

Berita Terbaru