Waspada Kades dan ASN Bisa Dipenjara, Ini Penjelasan Panwaslu Kecamatan Parakansalak

Minggu, 16 Februari 2020 - 14:02 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Panwaslu Kecamatan Parakansalak, Kabupaten Sukabumi menegaskan, setiap pejabat negara, pejabat Aparatur Sipil Negara (ASN) dan Kepala desa (Kades) atau sebutan lain lurah, lebih waspada menjelang Pilkada tahun 2020 mendatang.

Pasalnya, jika ada keterlibatan dalam pemenangan salah satu calon itu dilarang dan sudah diatur dalam ketentuan undang-undang bahkan berbuntut sanksi pidana penjara.

Ketua Panwaslu Kecamatan Parakanslak, Vera Megantara mengatakan, hal tersebut sudah diatur dalam amanat undang-undang No.10 tahun 2016 tentang perubahan kedua atas UU No. 1 tahun 2015 tentang penetapan peraturan pemerintah No.1 tahun 2015 tentang pemilihan Gubernur, Bupati, dan Wali Kota.

Ia merincikan, sesuai pasal 188, setiap pejabat negara, pejabat ASN dan Kades atau sebutan lain lurah yang dengan sengaja melanggar ketentuan sebagai mana dimaksud dalam pasal 71 ayat 2 atau pasal 162 ayat 3 dipidana dengan Pidana Penjara paling singkat 1 bulan atau paling lama 6 bulan dan denda paling sedikit Rp. 600 ribu atau paling banyak Rp. 6 juta.

“Kami menegaskan, khususunya Kades dan ASN di Kecamatan Parakansalak untuk tidak terlibat bahkan hingga ada deklarasi untuk dukungan kepada salah satu calon,” ujarnya kepada jurnalsukabumi.com, Minggu (16/02/20).

Salah satu langkah untuk memberikan pengawasan lanjut Vera, pihaknya juga kali ini tengah membuka perekrutan Panwaslu Kelurahan Desa (PKD) dimulai tanggal 16 hingga 22 Februari mendatang.

Pedaftaran dan penerimaan berkas peserta PKD. Foto : IST

“Hari ini, Perekrutan PKD mulai dibuka. Bagi peserta bisa langsung datang ke Sekretariat Panwaslu Kecamatan tepatnya di Jalan Raya Parakansalak, No. 10 Kampung Cisarandi, RT.03/01, Desa Lebaksari,” jelasnya.

Masih kata Vera, perekrutan PKD ditargetkan terbentuk di enam desa se Kecamatan Parakansalak. Dan hingga saat ini baru ada tiga orang pendaftar. Ketiga pendaftar tersebut yaitu, dari Desa Parakanslak dua orang dan dari Desa Sukatani 1 orang.

“Peluang PKD ini dibuka untuk umum, dengan sayarat lolos secara administrasi dan wawancara. Sementara usia, minimal 25 tahun dan kelengkapan berkas administrasi lainnya,” bebernya.

Syarat utamanya sambung dia, yaitu peserta PKD tidak ada keterlibatan di pengurus Partai Politik (Parpol). Sementara, tugas pokoknya yakni melakukan pengawasan untuk tingkat desa. Atau bisa disebut kepanjangan dari Panwaslu Kecamatan.

“Intinya, PKD dibentuk untuk mengawasi tahapan penyelenggaraan Pilbup 2020 mendatang di PPS masing-masing,” pungkasnya.

Reporter : Herwanto
Redaktur : Ujang Herlan

Berita Terkait

Sejumlah Negara ASEAN Sepakat Lindungi Karya Jurnalistik dari Eksploitasi Platform Digital dan AI
Terima Aset Rampasan KPK Rp1,94 Miliar, Bupati Sukabumi: Ini Amanah
Buaya 70 Kg Terjerat Jaring di Sungai Cibubuay, Warga Simpenan Sebut Ada Buaya Kedua
Dikenal Kerap Isi Pengajian, Pria di Nyalindung Sukabumi Diduga Cabuli 7 Anak
Nelayan Temukan Jasad Mengapung, Ternyata Pelajar Hilang Terseret Ombak 4 Hari Lalu
Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!
Pelantikan PWI Jabar, KDM Tekankan Peran Pers Perangi Hoaks
Tegaskan Arahan KDM, Aktivitas Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Disidak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Sabtu, 10 Oktober 2026 - 21:23 WIB

Sejumlah Negara ASEAN Sepakat Lindungi Karya Jurnalistik dari Eksploitasi Platform Digital dan AI

Kamis, 8 Oktober 2026 - 17:55 WIB

Terima Aset Rampasan KPK Rp1,94 Miliar, Bupati Sukabumi: Ini Amanah

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:35 WIB

Buaya 70 Kg Terjerat Jaring di Sungai Cibubuay, Warga Simpenan Sebut Ada Buaya Kedua

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:42 WIB

Dikenal Kerap Isi Pengajian, Pria di Nyalindung Sukabumi Diduga Cabuli 7 Anak

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Nelayan Temukan Jasad Mengapung, Ternyata Pelajar Hilang Terseret Ombak 4 Hari Lalu

Berita Terbaru