JURNALSUKABUMI.COM – Pagi itu, suasana di Kantor Pengurus Cabang Nahdlatul Ulama (PCNU) Kabupaten Sukabumi di Jalan Raya Kadupugur, Desa Cijalingan, Kecamatan Cicantayan, tampak berbeda.
Sejumlah anak datang bersama orang tua mereka. Ada yang terlihat ceria, namun tak sedikit pula yang menyimpan rasa tegang. Maklum, hari itu mereka akan menjalani salah satu momen penting dalam perjalanan masa kanak-kanak, yakni khitan.
Namun, ketegangan tersebut perlahan berubah menjadi senyum. Sebanyak 26 anak dari wilayah Kabupaten dan Kota Sukabumi mengikuti khitanan massal yang digelar secara gratis dalam rangkaian Hari Santri Nasional (HSN) 2026.
Kegiatan sosial tersebut merupakan hasil kolaborasi Himpunan Penyuluh Agama Perempuan (HIPAP) Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi bersama Lembaga Kesehatan Nahdlatul Ulama (LKNU).
Bagi sebagian keluarga, khitan mungkin merupakan hal yang sudah direncanakan. Tetapi bagi keluarga lainnya, biaya menjadi salah satu pertimbangan yang tidak sederhana. Karena itu, kehadiran khitanan massal gratis menjadi kabar baik yang memberikan kemudahan sekaligus kebahagiaan.
Satu per satu peserta mendapatkan pelayanan dari tim ahli medis Klinik Jindan Haris Medika Sukabumi. Para orang tua pun setia mendampingi anak-anak mereka, memberikan semangat sebelum dan sesudah proses khitan.
Ketua HIPAP Kabupaten Sukabumi, Hj. Eneng Nurhayati, mengatakan kegiatan tersebut bukan sekadar bagian dari rangkaian peringatan HSN. Lebih dari itu, khitanan massal menjadi bentuk nyata kepedulian terhadap masyarakat.
“Khitanan massal ini tidak ada pungutan biaya alias gratis. Ini sebagai bentuk komitmen kami terhadap umat,” ujar Hj. Eneng kepada jurnalsukabumi.com, Kamis (8/9/2026).
Istri dari Pemilik Klinik Pratama Rawat Jalan Jindan Haris Medik, H. Haris Syafei, AMKep, SPdI. MSi ini menambahkan, semangat Hari Santri sepatutnya tidak berhenti pada kegiatan seremonial. Nilai kepedulian, kebersamaan dan pengabdian kepada masyarakat harus diwujudkan melalui aksi nyata.
Anak-anak yang semula mungkin datang dengan rasa takut, perlahan kembali dengan wajah lebih tenang. Di sisi lain, para orang tua merasa terbantu karena anak mereka mendapatkan pelayanan kesehatan secara cuma-cuma
Suasana kebersamaan juga semakin terasa dengan hadirnya sejumlah tokoh dan pengurus organisasi
Hadir dalam kesempatan itu, Kasi Bimas Islam Kementerian Agama Kabupaten Sukabumi, H. Maman Hidayat, turut hadir bersama Ketua HSN PCNU Kabupaten Sukabumi AKBP (Purn) Ridwan Ishak, Ketua Mukhtasar PCNU Kabupaten Sukabumi KH. Ansor Fudholi, Ketua Muslimat NU Hj. Nenah, serta Ketua Fatayat NU Hj. Dewi.
Kehadiran mereka menjadi bagian dari dukungan terhadap kegiatan sosial yang menyasar langsung kebutuhan masyarakat.
Khitanan massal tersebut akhirnya bukan hanya tentang proses medis. Di balik 26 anak yang dikhitan, terdapat cerita tentang kepedulian, kebersamaan dan semangat berbagi.
Hari Santri pun terasa lebih bermakna ketika nilai-nilai pengabdian diwujudkan dalam bentuk sederhana, tetapi manfaatnya dapat dirasakan langsung.
Sebab, bagi keluarga yang hadir, sebuah layanan gratis mungkin terlihat sederhana. Namun bagi mereka, senyum anak yang pulang dengan selamat dan tenang menjadi hadiah yang jauh lebih berharga.
Dari halaman PCNU Kabupaten Sukabumi, semangat HSN 2026 pun menemukan maknanya: mengabdi kepada umat bukan hanya dengan kata-kata, tetapi melalui aksi nyata yang menyentuh kehidupan masyarakat.
Reporter: Idris Andriansa| Redaktur: Ujang Herlan













Komentar