JURNALSUKABUMI.COM – Kabupaten Sukabumi menghadapi sejumlah persoalan yang tak hanya berkaitan dengan keamanan, tetapi juga menyentuh langsung kehidupan masyarakat. Bencana alam, ketahanan pangan, hingga ancaman narkoba menjadi perhatian Kodim 0622/Kabupaten Sukabumi.
Dandim 0622/Kabupaten Sukabumi Letkol Agung Ariwibowo mengatakan luas wilayah dan tingginya potensi bencana membuat kesiapsiagaan harus terus diperkuat, terutama memasuki musim hujan.
Menurut Agung, penanganan bencana tidak bisa dilakukan oleh satu instansi. Kodim telah membangun koordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Sukabumi, Polri, BPBD, Damkar dan sejumlah instansi terkait untuk mempercepat respons ketika bencana terjadi.
“Kita mengantisipasi bencana bersama-sama dengan instansi lain. Kita sudah berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan menyiapkan satuan-satuan maupun gabungan dari TNI, Polri, BPBD, Damkar, serta instansi terkait,” tegas Agung usai Upacara HUT TNI ke-81 di Alun-alun Palabuhanratu, Senin (5/10/26).
Kesiapan itu tidak hanya menyangkut personel, tetapi juga materiil yang dibutuhkan ketika terjadi kondisi darurat. Terlebih, bencana di Kabupaten Sukabumi hampir setiap tahun muncul di sejumlah wilayah.
“Dari segi personel dan materiil, kita sudah siap dan sudah mengantisipasi dampak-dampak yang berkaitan dengan kebencanaan,” ujarnya.
Namun, perhatian Kodim tidak berhenti pada penanganan ketika bencana terjadi. Infrastruktur yang berkaitan dengan aktivitas warga juga menjadi bagian dari upaya memperkuat ketahanan wilayah.
Agung menyebut pembangunan irigasi dan pengairan terus didorong untuk mendukung sektor pertanian, termasuk perkebunan dan persawahan. Ketersediaan sumber air dinilai penting agar aktivitas masyarakat di sektor pangan tetap berjalan.
Selain irigasi, pembangunan jembatan yang rusak atau terdampak bencana juga menjadi perhatian.
“Saat ini kita juga memprioritaskan pembangunan jembatan, terutama yang terdampak bencana. Selain untuk mobilisasi warga, jembatan itu bisa digunakan para petani untuk mengangkut hasil bumi,” katanya.
Menurutnya, akses tersebut memiliki dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat. Ketika jalur menuju lahan pertanian maupun jalur distribusi hasil bumi terganggu, aktivitas warga ikut terdampak.
Karena itu, penguatan ketahanan pangan tidak hanya berbicara mengenai produksi, tetapi juga memastikan infrastruktur pendukung pertanian tetap berfungsi.
Persoalan lain yang menjadi perhatian Kodim 0622 adalah ancaman narkoba dan kenakalan remaja. Upaya pencegahan dilakukan dengan menyasar generasi muda sejak lingkungan sekolah.
Kodim memberikan penyuluhan mengenai bahaya narkoba kepada pelajar tingkat SMP hingga SMA. Pendekatan tersebut juga diperkuat dengan melibatkan tokoh ulama.
“Untuk masalah narkoba, kita lakukan dari akar permasalahan. Kita laksanakan penyuluhan, terutama di sekolah-sekolah mulai tingkat SMP dan SMA. Kita juga menggandeng tokoh-tokoh ulama untuk memberikan nasihat dan masukan,” jelas Agung.
Menurut Agung, pencegahan sejak usia sekolah penting dilakukan agar generasi muda tidak mudah terjerumus dalam penyalahgunaan narkoba maupun perilaku yang berpotensi memicu persoalan sosial, seperti tawuran dan konflik antarremaja.
“Kesiapan menghadapi bencana, dukungan terhadap pertanian dan akses hasil bumi, hingga pencegahan narkoba di kalangan pelajar menjadi bagian dari perhatian Kodim 0622 untuk menjaga masyarakat tetap tangguh menghadapi berbagai persoalan di daerah,” tandasnya.
Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan













Komentar