JURNALSUKABUMI.COM – Apa yang membuat investasi tumbuh dan berkembang di Kabupaten Sukabumi? Pertanyaan tersebut menjadi salah satu pokok bahasan dalam Forum Group Discussion (FGD) yang digelar Rumah Literasi Merah Putih di Cafe The Bumee, Jalan Lingkar Selatan No. 3, Gunungguruh Girang, Desa Babakan, Kecamatan Cisaat, Kabupaten Sukabumi, Selasa (1/9/2026).
Dalam forum yang mempertemukan unsur pemerintah, penegak hukum, PLN, BPN, organisasi pers dari mulai PWI, AJI, SMSI, LSM, pelaku UMKM dan sejumlah elemen masyarakat tersebut, muncul tiga faktor penting yang dinilai menjadi kunci dalam menciptakan iklim investasi yang sehat di Sukabumi, yakni kepastian hukum, ketersediaan energi, dan peran pers dalam membangun informasi publik yang sehat.
FGD mengangkat tema “Sinergi Pers, Masyarakat dan Penegak Hukum dalam Menciptakan Kondusivitas Investasi, Ketersediaan Energi Listrik, Kemandirian Energi untuk Kemajuan Perekonomian Masyarakat Kabupaten Sukabumi.”
Forum ini menjadi ruang lintas sektor untuk membahas tantangan investasi sekaligus mencari solusi agar pembangunan ekonomi daerah dapat berlangsung aman, kondusif, transparan, dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.
Kunci Pertama: Kepastian Hukum
Kasi Intel Kejari Cibadak Rachaman, SH., MH., yang hadir mewakili Kajari Cibadak, menegaskan bahwa kepastian hukum merupakan salah satu fondasi utama bagi investor sebelum menanamkan modalnya.
“Penegak hukum hadir untuk memberikan kepastian dan rasa aman. Tanpa kepastian hukum, investor tidak akan masuk. Sinergi dengan pers dan masyarakat penting agar setiap proses pembangunan berjalan transparan dan tidak menimbulkan konflik di lapangan,” ujarnya.
Menurutnya, investasi membutuhkan situasi yang aman sekaligus kepastian terhadap aturan. Karena itu, komunikasi antara penegak hukum, pemerintah, masyarakat, media, dan pelaku usaha harus terus diperkuat.
Kunci Kedua: Energi Listrik yang Andal
Faktor kedua adalah ketersediaan energi. Perwakilan GM PLN UIP JBT menyampaikan bahwa pasokan listrik yang andal menjadi kebutuhan mendasar bagi investasi maupun kegiatan ekonomi masyarakat.
PLN, kata dia, akan terus berkomitmen memenuhi kebutuhan listrik masyarakat dan menjaga keandalan sistem kelistrikan di wilayah Sukabumi.
“Ketersediaan energi listrik adalah fondasi utama investasi. PLN berkomitmen menjaga keandalan pasokan di Sukabumi. Namun kami juga membutuhkan dukungan masyarakat dan media untuk mengedukasi pentingnya efisiensi energi serta mendukung program kemandirian energi berbasis potensi lokal,” katanya.
Ketersediaan energi yang stabil tidak hanya diperlukan industri besar. Pelaku UMKM juga membutuhkan pasokan listrik yang andal agar kegiatan produksi dan usaha dapat berjalan secara berkelanjutan.
Kunci Ketiga: Pers dan Informasi yang Sehat
Faktor ketiga yang menjadi perhatian dalam FGD adalah peran pers. Informasi yang akurat dinilai memiliki pengaruh besar dalam membangun kepercayaan masyarakat sekaligus menciptakan persepsi positif terhadap iklim investasi di daerah.
Perwakilan Kadiskominfosan Kabupaten Sukabumi beserta Kepala Kesbangpol Kabupaten Sukabumi Jujun Juaeni, menilai komunikasi publik menjadi bagian penting dalam menyampaikan berbagai program pemerintah, termasuk sektor energi dan investasi.
“Peran komunikasi publik sangat vital. Diskominfo akan memperkuat diseminasi informasi terkait program energi dan investasi agar masyarakat memahami manfaatnya. Pers menjadi mitra strategis untuk menyampaikan informasi yang benar dan menangkal hoaks,” ujarnya.
Perwakilan Ketua PWI Jawa Barat, Ahmad Fiqri alias Kang Orik juga menegaskan bahwa pers memiliki tanggung jawab moral untuk ikut mengawal pembangunan melalui produk jurnalistik yang konstruktif.
“Pers punya tanggung jawab moral mengawal pembangunan. Kami akan mendorong jurnalisme yang konstruktif, mengawasi kebijakan energi dan investasi, sekaligus menjadi jembatan antara pemerintah, masyarakat, dan dunia usaha di Sukabumi,” tegasnya.
Ketua PWI Kabupaten Sukabumi, Nuruddin Zain Syamsi, menambahkan bahwa insan pers daerah siap memberikan masukan konstruktif sekaligus memastikan informasi pembangunan dapat diterima masyarakat secara akurat.
“Di tingkat daerah, pers harus hadir paling depan. Kami siap bersinergi dengan penegak hukum dan pemerintah daerah untuk memastikan informasi terkait kelistrikan dan investasi sampai ke masyarakat dengan akurat, sehingga tercipta kepercayaan publik,” katanya.
Ketua SMSI Sukabumi Raya, Eman Sulaeman atau Kang Sule turut menyoroti posisi media siber sebagai salah satu kekuatan informasi publik.
“Media siber punya jangkauan luas dan cepat. SMSI siap mendukung literasi masyarakat tentang pentingnya kemandirian energi dan investasi. Mari kita jaga agar pemberitaan tidak memprovokasi, tetapi mencerdaskan dan membangun,” ujarnya.
Investasi Harus Berdampak ke Masyarakat
Selain membahas tiga faktor utama tersebut, FGD juga menyoroti pentingnya agar pertumbuhan investasi memberikan dampak langsung terhadap perekonomian masyarakat.
Perwakilan LSM dan pelaku UMKM, Saeful Usman, berharap semakin kondusifnya iklim investasi di Kabupaten Sukabumi dapat membuka peluang lebih besar bagi pelaku usaha lokal.
“UMKM membutuhkan listrik yang stabil dan biaya yang terjangkau agar bisa berkembang. Kami berharap hasil FGD ini benar-benar ditindaklanjuti, karena kemandirian energi akan berdampak langsung pada peningkatan ekonomi masyarakat kecil di Sukabumi,” ungkapnya.
Sementara itu, perwakilan BPN Kabupaten Sukabumi menekankan bahwa tertib administrasi pertanahan juga menjadi bagian penting dalam memberikan kepastian bagi investasi.
“Aspek pertanahan sering menjadi kendala investasi. BPN siap bersinergi mempercepat layanan, asalkan semua pihak patuh pada aturan. Dengan data pertanahan yang tertib, kita bisa menciptakan iklim investasi yang lebih kondusif di Kabupaten Sukabumi,” jelasnya.
Kepala Kesbangpol Kabupaten Sukabumi Jujun Juaeni, S.Sos., MM., juga menegaskan bahwa stabilitas sosial dan keamanan merupakan tanggung jawab bersama.
“Kondusivitas adalah kunci. Tugas kami menjaga stabilitas agar investasi bisa berjalan. Sinergi antara pemerintah, masyarakat, pers, dan aparat sangat dibutuhkan agar tidak ada miskomunikasi yang menghambat pembangunan dan penyediaan energi,” ungkapnya.
Tiga Pilar Harus Berjalan Bersama
Dari rangkaian diskusi tersebut, para peserta melihat bahwa investasi tidak cukup hanya mengandalkan potensi ekonomi daerah. Ada sejumlah prasyarat yang harus berjalan secara bersamaan, mulai dari kepastian hukum, ketersediaan energi, stabilitas sosial hingga informasi publik yang sehat.
Rumah Literasi Merah Putih mendorong agar sinergi antara pers, masyarakat dan penegak hukum terus diperkuat bersama pemerintah dan dunia usaha.
Forum juga mendorong agar diskusi lintas sektor semacam ini dapat dilakukan secara berkelanjutan sehingga berbagai persoalan investasi dan energi dapat dibahas secara terbuka sejak tahap perencanaan hingga pelaksanaan.
Rumah Literasi Merah Putih berharap FGD tersebut menjadi awal dari gerakan bersama untuk membangun Kabupaten Sukabumi yang semakin kondusif bagi investasi, memiliki ketahanan dan kemandirian energi, serta mampu meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Sebab, pada akhirnya, investasi bukan sekadar tentang masuknya modal, tetapi bagaimana investasi mampu membuka lapangan kerja, menggerakkan UMKM, memperkuat ekonomi lokal, dan menghadirkan manfaat yang dirasakan langsung oleh masyarakat Sukabumi.
Redaktur: Ujang Herlan













Komentar