Macan Tutul Masuk Hotel Bandung Dievaluasi Intensif di PPS Cikananga 

Selasa, 7 Oktober 2025 - 12:00 WIB

facebook twitter whatsapp telegram line copy

URL berhasil dicopy

facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon line icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Pusat Penyelamatan Satwa (PPS) Cikananga kini merawat seekor Macan Tutul Jawa jantan (diperkirakan berusia empat tahun) yang sebelumnya menarik perhatian publik karena dilaporkan masuk ke area hotel dan permukiman di Bandung.

Satwa langka tersebut tiba di Cikananga pada Selasa (07/10/2025) dini hari dan langsung ditempatkan di ruang klinik untuk pemantauan ketat.

Manajer Umum Yayasan Cikananga Konservasi Terpadu (YCKT), Cahyono Hidayat Subekti, mengatakan bahwa perjalanan evakuasi dari Bandung memakan waktu lama akibat prosedur pengecekan yang ketat.

“Kami baru sampai pagi ini. Karena Macan ini masih dalam pengaruh obat penenang yang diberikan saat penangkapan, kami harus terus mengawasinya,” ujar Cahyono, Selasa (07/10/2025).

Cahyono menjelaskan, satwa tersebut belum dapat dipindahkan dari kandang angkut kliniknya. Pemantauan dilakukan secara pasif menggunakan kamera pengawas.

“Kami tidak bisa mendekat. Pengamatan dilakukan dari jarak jauh untuk memantau kondisinya saat efek obat itu menghilang. Dokter hewan memilih menggunakan obat penenang yang memang membutuhkan waktu lebih lama untuk hilang sepenuhnya dari metabolisme tubuhnya,” terangnya.

Meskipun sudah menunjukkan tanda-tanda kesadaran dan ada respons terhadap suara, kondisi fisik Macan tersebut belum pulih sempurna, seperti terlihat dari posisi duduknya yang masih miring.

Tim medis masih belum dapat memprediksi waktu pasti efek obat penenang ini hilang sepenuhnya.

Proses Panjang Menuju Pelepasliaran

YCKT menegaskan bahwa Macan Tutul Jawa ini akan menjalani serangkaian evaluasi sebelum dilepasliarkan kembali ke alam liar.

Setelah Macan dinyatakan pulih dari pengaruh obat dan dipindahkan ke kandang perawatan yang lebih besar, tim akan memulai tahap observasi perilaku.

Observasi ini meliputi pengamatan terhadap aktivitas harian, pola makan, serta kemampuan satwa untuk berburu atau memangsa pakan hidup. Proses ini diperkirakan memakan waktu setidaknya satu bulan.

“Keputusan lepas liar baru bisa diambil setelah kami membius ulang satwa untuk pengecekan fisik dan kesehatan secara menyeluruh. Ini untuk memastikan tidak ada penyakit,” kata Cahyono.

Selain kesehatan fisik, riwayat Macan yang sempat berkeliaran di area penduduk, termasuk masuk ke hotel di Bandung, akan menjadi pertimbangan utama dalam analisis perilaku.

“Jika riwayatnya adalah satwa yang cenderung mendekat ke permukiman, itu akan mempengaruhi keputusan kami,” pungkasnya.

Ia menambahkan bahwa YCKT berharap Macan ini dapat segera kembali ke habitatnya, seperti dua Macan Tutul Jawa yang berhasil dilepasliarkan YCKT pada tahun 2023 dan 2024.

Reporter: Fira AFS | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Pemkab Sukabumi Kembali Raih Opini WTP dari BPK RI, Catat Prestasi 12 Kali Berturut-turut
Lepas Atlet ke POPWILDA Jabar 2026, Wabup Sukabumi: Percaya Diri, Fokus dan Pantang Menyerah
Hergun Pastikan PPPK Tak Akan Diberhentikan Meski Daerah Terkendala Anggaran
Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, DLH Sukabumi Gencarkan Gerakan 3R
Dari Sukabumi untuk Indonesia, MAGNET Kembali Menggema dengan EP “Matahari Hati”
Hergun Sampaikan Pesan Sederhana Kunci Rumah Tangga Harmonis di Pernikahan Anton Susanto
Pemkab Sukabumi Tegaskan Respons Cepat Aduan Warga, Keterbukaan Informasi Jadi Prioritas
Hergun Jadi Saksi Nikah Relawan Manuk Dadali, Anton dan Laelatu Resmi Menikah di Parungkuda

Berita Terkait

Rabu, 10 Juni 2026 - 09:40 WIB

Pemkab Sukabumi Kembali Raih Opini WTP dari BPK RI, Catat Prestasi 12 Kali Berturut-turut

Selasa, 9 Juni 2026 - 15:15 WIB

Lepas Atlet ke POPWILDA Jabar 2026, Wabup Sukabumi: Percaya Diri, Fokus dan Pantang Menyerah

Senin, 8 Juni 2026 - 16:44 WIB

Hergun Pastikan PPPK Tak Akan Diberhentikan Meski Daerah Terkendala Anggaran

Minggu, 7 Juni 2026 - 13:35 WIB

Peringati Hari Lingkungan Hidup Sedunia, DLH Sukabumi Gencarkan Gerakan 3R

Sabtu, 6 Juni 2026 - 10:53 WIB

Dari Sukabumi untuk Indonesia, MAGNET Kembali Menggema dengan EP “Matahari Hati”

Berita Terbaru

PERISTIWA

Dua Warga Nagrak Korban Pembacokan Masih Dirawat di Rumah Sakit

Jumat, 12 Jun 2026 - 11:15 WIB