Gedung Perkantoran Mangkrak, Bupati: Banyak Prioritas Pembangunan Lain

Rabu, 9 Oktober 2024 - 13:38 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Gedung Pusat Perkantoran Pemerintah Kabupaten Sukabumi yang terletak di Jalan Ahmad Yani, Kelurahan/Kecamatan Palabuhanratu, tampak semakin memprihatinkan.

Kondisi gedung yang tak terawat ini menimbulkan kesan mangkrak, dengan bagian-bagian yang lapuk, plafon jebol, serta cat yang mengelupas. Kondisi ini membuat banyak pihak mempertanyakan kelanjutan pembangunan gedung tersebut.

Menanggapi hal tersebut, Bupati Sukabumi Marwan Hamami memberikan klarifikasi bahwa proyek pembangunan gedung ini bukan mangkrak karena kekurangan dana, melainkan karena adanya prioritas lain yang harus didahulukan.

“Bukan karena uangnya tidak ada, tapi kita terlambat menganggarkan karena harus memenuhi pembayaran untuk PPPK (Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja). Selain itu, ada temuan mengenai struktur bangunan yang memerlukan penelitian lebih lanjut,” ujar Marwan, Rabu (9/10/2024).

Marwan menjelaskan, alokasi anggaran tahun 2024 difokuskan untuk penyelenggaraan pemilu, termasuk pengamanan dan pengawasan oleh KPU dan Bawaslu, serta pengalokasian dana untuk PPPK.

“Tahun ini anggaran tersedot untuk kegiatan pemilu dan PPPK yang baru diangkat, sehingga pembangunan gedung perkantoran ini belum bisa dilanjutkan,” jelasnya.

Namun, Bupati Marwan menegaskan bahwa gedung tersebut akan kembali masuk dalam rencana anggaran tahun 2025. Ia optimis proyek ini akan diselesaikan segera setelah kajian lebih lanjut selesai.

“Proyek ini bukan mangkrak. Setelah ada kajian dari pihak terkait dan kementerian, anggarannya akan dianggarkan lagi tahun depan. Tahun 2025, kita tidak ada kegiatan besar seperti pemilu, jadi kita optimis gedung ini bisa selesai,” tambahnya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perumahan dan Kawasan Permukiman (Perkim) Kabupaten Sukabumi, Lukman Sudrajat, menyatakan pihaknya masih menunggu hasil kajian dari Kementerian PUPR. Kajian ini diperlukan untuk melanjutkan pekerjaan pada Sistem Mechanical dan Electrical (ME) yang menjadi bagian inti dari pembangunan.

“Kita sedang menunggu hasil reviu dari Kementerian. Kajian ini akan menjadi dasar untuk melanjutkan pekerjaan. Tahun 2025, kita optimis proyek ini akan diselesaikan, karena sebenarnya hanya tinggal dua bagian penting, yakni sistem ME yang belum selesai,” jelas Lukman.

Lukman menambahkan bahwa pembangunan gedung ini telah melalui pengkajian struktur dan arsitek.

“Struktur bangunan sudah dikaji, tinggal menunggu pengkajian Sistem ME yang masih dalam proses. Setelah hasil kajian keluar, kita akan segera melanjutkan pembangunan,” tegasnya.

Reporter: Ilham Nugraha | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!
Pelantikan PWI Jabar, KDM Tekankan Peran Pers Perangi Hoaks
Tegaskan Arahan KDM, Aktivitas Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Disidak
Purwasari Diterpa Cuaca Ekstrem, 52 Rumah Rusak dan 9 Pohon Tumbang
Identitas Mayat di Bawah Tol Bocimi Belum Terungkap, Kaos Barong Jadi Petunjuk Utama
30 Persen Saluran Rusak, Petani di Palabuhanratu Hadapi Ancaman Gagal Produksi
Pohon Beringin Puluhan Tahun di SMAN 1 Cicurug Tumbang, 12 Kendaraan Tertimpa
Hujan Angin Kencang Rusak SMPN 2 Cicurug, 8 Ruangan Terdampak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:12 WIB

Pelantikan PWI Jabar, KDM Tekankan Peran Pers Perangi Hoaks

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Tegaskan Arahan KDM, Aktivitas Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Disidak

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Purwasari Diterpa Cuaca Ekstrem, 52 Rumah Rusak dan 9 Pohon Tumbang

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:57 WIB

Identitas Mayat di Bawah Tol Bocimi Belum Terungkap, Kaos Barong Jadi Petunjuk Utama

Berita Terbaru