Lebih dari Sekadar Alat Musik, Cerita Bagea asal Pamatutan Sukabumi Belajar Biola

Rabu, 4 Januari 2023 - 20:04 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSULABUMI.COM – Biola adalah sebuah alat musik dawai yang dimainkan dengan cara digesek. Berbeda dengan alat musik lainnya, memainkan alat musik yang satu ini memang terbilang lebih rumit. Bahkan, banyak yang mengakui jika biola sebagai alat musik dengan tingkat kesulitan mempelajarinya tergolong paling tinggi.

Hal itu juga diakui gadis asal Kampung Pamatutan, Desa/Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, Jawa Barat, bernama Bagea Awi Dan Heni saat berbincang-bincang bareng jurnalsukabumi.com, Rabu (04/01/2023).

Gadis yang saat ini duduk di bangku kelas XII salah satu SMA di Cicurug, itu mengakui jika belajar biola membutuhkan konsentrasi tinggi.

“Iya lumayan sulit. Perlu konsentrasi tinggi karena kan gak ada grip seperti di gitar ya, jadi kalau jari kita geser satu milimeter aja, nadanya berubah. Harus pas banget,” kata gadis kelahiran 31 Agustus 2005 itu.

Diakui gadis yang akrab dipanggil Gea itu, ia sengaja ikut les privat dua kali dalam sepekan dan sudah berjalan dua tahun. Menurutnya, hal itu dilakukan agar ilmu yang diterimanya lebih terarah.

“Ini aja udah jalan hampir dua tahun. Walaupun guru aku mengakui terbilang cepat menangkap semua materi yang diajarkan, tapi Gea merasa masih jauh dari yang diharapkan,” jelasnya.

Ditambah gadis berkacamata itu, selain mempelajari teknik, ia juga kerap diajak tampil oleh gurunya dalam beberapa event.

“Iya senang kalau diajak, karena selain mengasah skill juga mental. Soalnya gak mudah juga tampil di depan banyak orang. Masih sering grogi aja,” kata sulung dari tiga anak perempuan bersaudara itu.

Bagea menambahkan, biola lebih dari sekadar alat musik, tapi juga telah menjadi semacam alat terapi yang memberi dampak positif terhadap dirinya.

“Karena tingkat kesulitannya yang lumayan tinggi ya, jadi kalau menurut Gea sih bagus untuk melatih kesabaran, ketelitian, fokus, sekaligus insting,” ungkap dia.

Lebih jauh, gadis yang juga sering membantu ayahnya berjualan kopi di kedai Sukakopi, Parungkuda, itu mengaku berharap bisa diterima di Institut Seni Indonesia (ISI) Yogyakarta dalam tes seleksi penerimaan mahasiswa baru yang akan diikutinya dalam beberapa bulan yang akan datang.

“Pengennya sih bisa diterima di Seni Musik Pertunjukan, ISI Yogyakarta, biar sejalan aja sama hobi Gea,” harapnya.

Diakuinya, ia tidak memiliki cita-cita tertentu harus menjadi apa atau harus bekerja apa. Bahkan, ia tidak memiliki target usia menikah atau profesi tertentu yang harus digelutinya.

“Gak ada sih, orang tua juga selalu bilang, kalau memang harus bekerja, ya kerja apapun yang penting halal. Pokoknya disuruh menikmati dan menjalani hidup aja, dan memberikan yang terbaik untuk diri sendiri,” tutup Bagea yang kini berusia 17 tahun itu.

Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!
Pelantikan PWI Jabar, KDM Tekankan Peran Pers Perangi Hoaks
Tegaskan Arahan KDM, Aktivitas Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Disidak
Purwasari Diterpa Cuaca Ekstrem, 52 Rumah Rusak dan 9 Pohon Tumbang
Identitas Mayat di Bawah Tol Bocimi Belum Terungkap, Kaos Barong Jadi Petunjuk Utama
30 Persen Saluran Rusak, Petani di Palabuhanratu Hadapi Ancaman Gagal Produksi
Pohon Beringin Puluhan Tahun di SMAN 1 Cicurug Tumbang, 12 Kendaraan Tertimpa
Hujan Angin Kencang Rusak SMPN 2 Cicurug, 8 Ruangan Terdampak

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Minggu, 4 Oktober 2026 - 15:08 WIB

Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!

Jumat, 2 Oktober 2026 - 14:12 WIB

Pelantikan PWI Jabar, KDM Tekankan Peran Pers Perangi Hoaks

Jumat, 2 Oktober 2026 - 11:22 WIB

Tegaskan Arahan KDM, Aktivitas Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Disidak

Kamis, 1 Oktober 2026 - 12:47 WIB

Purwasari Diterpa Cuaca Ekstrem, 52 Rumah Rusak dan 9 Pohon Tumbang

Kamis, 1 Oktober 2026 - 11:57 WIB

Identitas Mayat di Bawah Tol Bocimi Belum Terungkap, Kaos Barong Jadi Petunjuk Utama

Berita Terbaru