Diguyur Hujan Intensitas Tinggi, Sebuah Rumah di Kota Paris Ambruk

Senin, 14 November 2022 - 16:40 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Polsek Cikole Resor Sukabumi Kota bersama BPBD Kota Sukabumi meninjau rumah milik Jeje Jaenudin yang ambruk pasca diguyur hujan dengan intensitas tinggi, di Gang Mesjid Kota Paris Timur RT 05/01 Kelurahan Kebonjati, Kecamatan Cikole Kota Sukabumi, Senin (14/11/2022) pagi.

Konstruksi rumah tanpa selup beton yang dihuni Jeje Jaenudin bersama keempat anaknya selama hampir 20 tahun tersebut diduga telah lapuk. Akibatnya, bangunan tidak kuat menahan guyuran hujan dengan intensitas tinggi dalam beberapa waktu terakhir sekitar pukul 05.00 WIB.

Kapolsek Cikole, AKBP NR Subarna menyampaikan, tidak ada korban jiwa pada peristiwa tersebut, namun kerugian materi yang ditimbulkan mencapai hingga RP 32,4 juta.

“Memang betul, tadi pagi kami bersama BPBD Kota Sukabumi lakukan pengecekan rumah milik pak Jeje Jaenudin, warga Gang Masjid Kota Paris Timur Kebonjati Cikole yang ambruk diduga tidak kuat menahan guyuran hujan dengan intensitas tinggi,” kata Subarna dalam keterangannya.

Subarna menerangkan, dari hasil pengecekan ternyata konstruksi rumah yang dihuni Jeje beserta anaknya selama hampir 20 tahun tersebut diduga tidak menggunakan selup beton. Sehingga akhirnya saat hujan turun dengan intensitas tinggi dan terus menerus, bangunan tersebut tidak mampu bertahan dan ambruk.

“Diperkirakan terjadi pada jam 5 pagi tadi. Alhamdulilah tidak ada korban jiwa, akan tetapi mengakibatkan kerugian materil diperkirakan mencapai 32 Juta 400 Ribu Rupiah,” terang dia.

Menyikapi peristiwa tersebut, lanjut dia, Polsek Cikole mengimbau kepada masyarakat untuk tetap waspada dengan cuaca, khususnya hujan yang akhir-akhir ini turun dengan intensitas tinggi.

“Yang mungkin dapat menimbulkan potensi bencana, seperti banjir atau lainnya.” pungkasnya.

Reporter: Fira Alfi Syahrin | Redaktur: Mulvi Mohammad Noor

Berita Terkait

Dulu Susah Air, Kini 60 KK dan Siswa SDN Cikole Nikmati Manfaat Sumur Bor TMMD
Pesan Prabowo di Rakornas TPAKD 2026, Bupati Sukabumi Ikuti Penguatan Akses Keuangan
Hari Santri 2026, Bupati Sukabumi Dorong Santri Kuasai Teknologi Tanpa Kehilangan Tradisi Pesantren
Jaga Harmoni Bersama Warga, DLH Tekankan Pengelolaan Lingkungan bagi Usaha Peternakan
Serangan Lalat dan Bau Tak Kunjung Hilang, Warga Nagrak Desak Tutup Permanen
Banner Klaim Tanah Milik Salim Membentang di Pasar Palabuhanratu, Ahli Waris Muncul Bawa Dokumen Lama
Pria 28 Tahun di Nagrak Ditemukan Gandir, Polisi Temukan Pesan Terakhir
Tim Terpadu Tegaskan Kandang Ayam di Nagrak Tutup Sementara

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Jumat, 23 Oktober 2026 - 18:25 WIB

Dulu Susah Air, Kini 60 KK dan Siswa SDN Cikole Nikmati Manfaat Sumur Bor TMMD

Jumat, 23 Oktober 2026 - 17:52 WIB

Pesan Prabowo di Rakornas TPAKD 2026, Bupati Sukabumi Ikuti Penguatan Akses Keuangan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 13:10 WIB

Jaga Harmoni Bersama Warga, DLH Tekankan Pengelolaan Lingkungan bagi Usaha Peternakan

Rabu, 21 Oktober 2026 - 11:50 WIB

Serangan Lalat dan Bau Tak Kunjung Hilang, Warga Nagrak Desak Tutup Permanen

Senin, 19 Oktober 2026 - 18:59 WIB

Banner Klaim Tanah Milik Salim Membentang di Pasar Palabuhanratu, Ahli Waris Muncul Bawa Dokumen Lama

Berita Terbaru