JURNALSUKABUMI.COM – SDN Dewi Sartika Cipta Bina Mandiri (CIBIMA), mengunci tiga titel juara yang berasal dari event Olimpiade Olah Raga Siswa Nasional (O2SN) dan Festival Lomba dan Seni Siswa Nasional (FLS2N) tingkat Kota Sukabumi.
Ketiga kejuaraan itu adalah juara pertama karate putra yang disumbang atletnya, Aldick Arjuna Mahardika. Juara pertama lomba seni yang raih tiga gadis cantik dan bertalenta yang terdiri dari Assyifa Maulida, Alya Zaahirah dan Hanna Khairunnisa. Terakhir, juara pertama pantomim yang dipersembahkan oleh duet Zakiy Prajagustian dan Arpan Raditya.
Kepala Sekolah SDN Dewi Sartika CBM, Nana Mulyana, mengatakan,
perjalanan untuk memperoleh tiket ke tingkat provinsi, bukanlah pekerjaan yang mudah. Tetapi harus berjibaku dan bersaing dengan utusan yang berasal dari 125 sekolah dari tujuh kecamatan se-Kota Sukabumi
“Sebagai seseorang yang berada ditataran manajer, saya selalu mengarahkan dan membentuk tim sukses yang handal serta melobi para pembina pelatihnya. Untuk seni tari, saya mendatangkan pelatih dari sanggar begitupun dengan karate.
Untuk melangkah ke tingkat provinsi, kami sudah mengedit videonya. Saat ini sedang pada tataran penilaian provinsi,” kata Nana, kepada jurnalsukabumi.com, Jumat (12/8/22).
Bidang-bidang kejuaraan yang meraih prestasi ini kata dia, juga dibuka kesempatannya yang sama kepada siswa-siswa yang lain. Tapi merekalah talenta-talenta yang lebih muncul. Boleh jadi mereka yang lolos dalam seleksi ini memiliki bakat. Sehingga mampu menahan laju para pesaing lainnya.
Dia optimis, jika talenta-talenta muda tersebut akan mampu mengukir prestasi di level nasional. “Saat kami melakukan studi komparatif lewat tayangan video, atlit dan peserta lain yang sudah berada di top level nasional, darii sisi penampilan tidak jauh dari kemampuan anak didik kami,” ungkapnya.
Sementara itu, salah seorang pembina,.Serie Sagita Suryaman menuturkan, sebelum kejuaraan digelar, hal pertama yang ditanamkan adalah pembinaan karakter pada diri setiap anak.
“Untuk menghadapi evant ini saya serukan pada mereka agar siap menang dan siap kalah. Menang jangan tinggi hati, kalah jangan putus asa dan legowo menerima kekalahan. Karena proses itu tidak akan mengkhianati hasil. Jiwa raga fisik mental terus ditempa agar lebih kuat,” tandasnya.
Redaktur: Usep Mulyana












