Warga Perumahan Puri Iska Residence Cicurug Dirikan Tenda Disinfektan Otomatis

Minggu, 5 April 2020 - 11:54 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Warga Komplek perumahan Puri Iska Residence tepatnya di lingkungan Blok B RT. 03/09, Desa Nanggerang, Kecamatan Cicurug, Kabupaten Sukabumi, berinisiatif membuat tenda disinfektan untuk meminimalisasi penyebaran virus Covid-19, Minggu (05/04/20).

Pembuatan bilik disinfektan otomatis yang berukuran 3×4 meter ini dikhususkan bagi setiap warga maupun pendatang saat memasuki kawasan tersebut. Langkah ini juga, terinspirasi sebagai bentuk pencegah wabah virus corona yang semakin meluas.

Pasalnya, kondisi itu membuat warga dan tetangga di sekitar dihantui rasa khawatir. Tak aneh, jika memasuki komplek ini akan ditemui tenda yang bertuliskan “Maaf mengganggu perjalanan, sedang dilakukan penyemprotan disinfektan”.

“Baik pengendara roda dua atau mobil wajib memasuki tenda penyemprotan desinfektan ini. Ya, hal ini tentunya berkat inisiatif dan kekompakan warga,” ujar Ketua RT. 03/09 Desa Nangerang, Siswan saat dihubungi jurnalsukabumi.com, Minggu (05/04/20).

Gagasan ini juga muncul kata Siswan, lantaran kawasan perumahan ini bisa disebut gerbang jalan alternatif memasuki Kecamatan Cicurug. Berkat, kerjasama semua pihak salah satunya rekanan dari Yayasan Gugah Nurani Indonesia yang bersedia meminjamkan tenda, akhirnya inisiatif warga terwujud.

Pengenra motor saat melintasi tenda disinfektan otomatis di Perum Puri Iska Recidence Cicurug.

“Kebetulan warga disini kan ada yang berprofesi menjadi tenaga medis, teknisi di perusahaan dan ragam lainnya. Akhirnya, kita secara mandiri tercetuslah pembuatan tenda ini selam dua hari,” terangnya.

Sekretaris RT.03/09, Yuswo menambahkan, adapun teknis dari pemanfaatan tenda disinfektan otomatis ini yakni, kendaraan masuk kedalam tenda sementara pengemudinya mengisi biodata. Setelah itu, disemprot secara otomatis menggunakan blower spray.

“Jadi, setiap yang masuk ke perum akan masuk ke tenda dan wajib disemprot disinfektan selama 15 detik. Terimakasih kepada warga dan pihak yang telah mewujudkan ide ini, semoga kawasan kita tetap terhindar dari virus corona,” pungkasnya.

Reporter: Herwanto
Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Ngeyel! Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Masih Beroperasi
Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Kebun Jati Sukabumi
Dua Remaja Terseret Ombak Pantai Cibuaya Ditemukan Tewas
Video Bocah Menangis Minta MBG Viral, SPPG Polres Gegerbitung 3 Ungkap Alasan Distribusi Terhenti? 
Buaya 70 Kg Terjerat Jaring di Sungai Cibubuay, Warga Simpenan Sebut Ada Buaya Kedua
Nelayan Temukan Jasad Mengapung, Ternyata Pelajar Hilang Terseret Ombak 4 Hari Lalu
Bukan Pelanggan! Sanca 3 Meter Tiba-tiba Kagetkan Pemilik Warung di Palabuhanratu 
Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:37 WIB

Ngeyel! Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Masih Beroperasi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 11:43 WIB

Dua Remaja Terseret Ombak Pantai Cibuaya Ditemukan Tewas

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:04 WIB

Video Bocah Menangis Minta MBG Viral, SPPG Polres Gegerbitung 3 Ungkap Alasan Distribusi Terhenti? 

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:35 WIB

Buaya 70 Kg Terjerat Jaring di Sungai Cibubuay, Warga Simpenan Sebut Ada Buaya Kedua

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Nelayan Temukan Jasad Mengapung, Ternyata Pelajar Hilang Terseret Ombak 4 Hari Lalu

Berita Terbaru

HEADLINE

Ngeyel! Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Masih Beroperasi

Selasa, 13 Okt 2026 - 16:37 WIB