Gudang Sarpras RSUD Sekarwangi Terbakar, Api Diduga Berasal dari Pantulan Sinar Matahari pada Pecahan Kaca

Jumat, 10 Juli 2026 - 15:45 WIB

google preferred source facebook twitter whatsapp telegram copy

URL berhasil dicopy

google preferred source icon facebook icon twitter icon whatsapp icon telegram icon copy

URL berhasil dicopy

JURNALSUKABUMI.COM – Kebakaran terjadi di gudang Instalasi Pemeliharaan Sarana dan Prasarana (IPSRS) RSUD Sekarwangi, Kabupaten Sukabumi, Jumat (10/7/2026) sekitar pukul 11.30 WIB. Insiden tersebut sempat memicu kepanikan di kalangan pegawai rumah sakit maupun para pengunjung.

Kobaran api pertama kali terlihat dari area penyimpanan barang-barang bekas yang berada di belakang gedung rumah sakit. Menyadari adanya kebakaran, petugas rumah sakit segera melakukan upaya pemadaman menggunakan alat pemadam api ringan (APAR) sambil menghubungi petugas Dinas Pemadam Kebakaran.

Tak berselang lama, personel Damkar dari Pos Cibadak, Pos Parungkuda, dan Pos Cisaat tiba di lokasi. Dengan mengerahkan empat unit mobil pemadam kebakaran serta dibantu sekitar 20 APAR milik rumah sakit, api berhasil dipadamkan dalam waktu kurang lebih 15 menit.

Wakil Direktur RSUD Sekarwangi, Lucky Lupti, mengatakan titik api berasal dari lokasi penyimpanan barang-barang bekas yang sudah tidak digunakan dan akan segera dihapuskan sebagai aset rumah sakit.

“Api berasal dari belakang gedung, tepatnya di lokasi penyimpanan barang-barang yang sudah tidak digunakan. Karena posisinya menempel dengan gedung, api sempat membesar. Namun penyebab pastinya masih menunggu hasil penyelidikan,” ujar Lucky.

Sementara itu, Kepala Dinas Pemadam Kebakaran Kabupaten Sukabumi, Budianto, menyebut penyebab kebakaran masih dalam tahap penyelidikan. Dugaan awal mengarah pada pantulan sinar matahari yang mengenai pecahan kaca hingga memicu api pada material yang mudah terbakar.

“Namun itu masih dugaan awal. Yang jelas, kami berhasil mengendalikan api agar tidak menyebar lebih luas,” kata Budianto.

Beruntung, tidak ada korban jiwa maupun korban luka dalam peristiwa tersebut. Hingga kini, nilai kerugian material masih dalam proses pendataan oleh pihak terkait.

Budianto juga mengimbau masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi kebakaran, terutama saat musim kemarau. Ia mengingatkan agar masyarakat memperhatikan kondisi instalasi listrik, tidak membakar sampah di dekat benda mudah terbakar, serta tidak membuang puntung rokok sembarangan.

Reporter: Idris Andriansah | Redaktur: Ujang Herlan

Berita Terkait

Ngeyel! Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Masih Beroperasi
Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Kebun Jati Sukabumi
Dua Remaja Terseret Ombak Pantai Cibuaya Ditemukan Tewas
Video Bocah Menangis Minta MBG Viral, SPPG Polres Gegerbitung 3 Ungkap Alasan Distribusi Terhenti? 
Buaya 70 Kg Terjerat Jaring di Sungai Cibubuay, Warga Simpenan Sebut Ada Buaya Kedua
Nelayan Temukan Jasad Mengapung, Ternyata Pelajar Hilang Terseret Ombak 4 Hari Lalu
Bukan Pelanggan! Sanca 3 Meter Tiba-tiba Kagetkan Pemilik Warung di Palabuhanratu 
Pengerukan Tanah Merah Belum Berizin Kembali Disorot, BEM PTNU Desak Penghentian Sementara!

Komentar

Tuliskan komentar terbaikmu dengan sopan 😊

Berita Terkait

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:37 WIB

Ngeyel! Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Masih Beroperasi

Selasa, 13 Oktober 2026 - 16:00 WIB

Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Kebun Jati Sukabumi

Senin, 12 Oktober 2026 - 20:04 WIB

Video Bocah Menangis Minta MBG Viral, SPPG Polres Gegerbitung 3 Ungkap Alasan Distribusi Terhenti? 

Kamis, 8 Oktober 2026 - 08:35 WIB

Buaya 70 Kg Terjerat Jaring di Sungai Cibubuay, Warga Simpenan Sebut Ada Buaya Kedua

Rabu, 7 Oktober 2026 - 14:30 WIB

Nelayan Temukan Jasad Mengapung, Ternyata Pelajar Hilang Terseret Ombak 4 Hari Lalu

Berita Terbaru

HEADLINE

Ngeyel! Pengerukan Tanah Merah di Nagrak Masih Beroperasi

Selasa, 13 Okt 2026 - 16:37 WIB

HEADLINE

Mayat Tanpa Identitas Ditemukan Membusuk di Kebun Jati Sukabumi

Selasa, 13 Okt 2026 - 16:00 WIB